Kawasan pesisir Muara Baru, Jakarta Utara, kembali menjadi perhatian publik setelah tumpukan sampah rumah tangga terlihat memenuhi aliran air dan tepi laut. Kondisi tersebut terekam dalam foto udara yang menunjukkan sampah menggunung dan mengapung di sekitar kawasan pelabuhan.
Merespons situasi itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) langsung mengerahkan 120 petugas kebersihan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah dampak lingkungan yang lebih luas serta menjaga kesehatan warga di sekitar Muara Baru.
Sampah Muara Baru Penuhi Perairan
Kondisi Lingkungan yang Mengkhawatirkan
Tumpukan sampah Muara Baru didominasi limbah rumah tangga seperti plastik sekali pakai, styrofoam, dan sisa makanan. Sampah-sampah tersebut menutup permukaan air dan menempel di sepanjang tanggul pesisir, menciptakan bau tak sedap serta pemandangan yang memprihatinkan.
Kondisi ini sudah terjadi beberapa hari sebelum akhirnya dilakukan pembersihan massal. Penumpukan sampah dinilai berpotensi merusak ekosistem laut dan mengganggu aktivitas nelayan serta warga sekitar (detikNews, 2026).
Penyebab Penumpukan Sampah
Dugaan Berasal dari TPS Ilegal
Tumpukan sampah di pesisir Muara Baru diduga berasal dari tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal. Sampah yang tidak terkelola dengan baik tersebut terbawa aliran air hingga bermuara ke laut.
Curah hujan dan pasang air laut memperparah kondisi, sehingga sampah semakin menumpuk dan menyebar di kawasan pesisir. Situasi ini memperlihatkan lemahnya pengawasan terhadap TPS ilegal di wilayah padat penduduk (ANTARA, 2026).
120 Petugas Dikerahkan DLH DKI Jakarta
Aksi Pembersihan Skala Besar
Sebanyak 120 petugas DLH Jakarta Utara diterjunkan untuk membersihkan kawasan Muara Baru. Mereka melakukan pengangkutan sampah dari tanggul, pesisir, hingga permukaan air laut secara manual dan menggunakan alat berat.
Proses pembersihan dilakukan sejak pagi hari dan diperkirakan berlangsung beberapa hari hingga kondisi perairan kembali normal. Fokus utama pembersihan adalah mencegah sampah kembali hanyut dan mencemari laut lebih luas (kumparanNEWS, 2026).
Tantangan Pengelolaan Sampah Jakarta
Masalah Klasik Perkotaan
Kasus sampah Muara Baru mencerminkan persoalan klasik pengelolaan sampah di wilayah perkotaan. Padatnya permukiman, minimnya fasilitas pengelolaan sampah, serta rendahnya kesadaran sebagian masyarakat menjadi faktor utama terulangnya masalah serupa.
Tanpa penanganan dari hulu, pembersihan di hilir hanya menjadi solusi sementara. Pemerintah daerah perlu memperketat pengawasan TPS ilegal dan memperkuat sistem pengangkutan sampah agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Peran Masyarakat dalam Menjaga Lingkungan
Kesadaran Jadi Kunci Pencegahan
Selain peran pemerintah, masyarakat memiliki kontribusi penting dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kebiasaan membuang sampah sembarangan masih menjadi tantangan besar, terutama di kawasan pesisir dan bantaran air.
Edukasi berkelanjutan serta partisipasi warga dalam program pengelolaan sampah, seperti bank sampah dan pemilahan limbah, menjadi langkah krusial untuk mencegah penumpukan sampah di masa depan.
Peristiwa sampah Muara Baru menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan membutuhkan perhatian serius dan kerja sama semua pihak. Pengerahan 120 petugas DLH menunjukkan respons cepat pemerintah, namun pencegahan jangka panjang tetap menjadi pekerjaan rumah bersama.
Ikuti terus berita lingkungan, kebijakan publik, dan isu perkotaan lainnya hanya di Garap Media. Jangan lewatkan informasi terbaru yang relevan dan berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat.
Referensi
