Saham CDIA – Berinvestasi di pasar modal selalu menghadirkan dinamika, terutama ketika mengikuti pergerakan saham yang fluktuatif. Salah satu contohnya adalah saham CDIA, milik PT Chandra Daya Investasi Tbk. Beberapa waktu terakhir, saham ini sempat menjadi sorotan karena pergerakan harganya yang cukup ekstrem. Meskipun demikian, kini pergerakannya cenderung positif. Namun, investor tetap perlu memahami karakteristik dan risiko sebelum memutuskan untuk berinvestasi.
1. Apa Itu Saham CDIA?
Secara struktural, PT Chandra Daya Investasi Tbk (Perseroan) adalah anak perusahaan investasi infrastruktur dengan pemegang saham utama adalah PT Chandra Asri Pacific Tbk, Perusahaan solusi energi, kimia, dan infrastruktur terkemuka di Asia Tenggara—bersama dengan EGCO Group, perusahaan listrik terkemuka yang terdaftar di Thailand. Perseroan berinvestasi dalam bisnis infrastruktur, termasuk energi, air, kepelabuhan dan penyimpanan, serta logistik. (dikutip dari e-IPO, 2025)
Oleh sebab itu, dengan kapitalisasi pasar yang relatif kecil dibandingkan saham-saham big cap, harga saham CDIA lebih mudah terpengaruh sentimen pasar. Hal inilah yang kemudian membuat pergerakannya sering naik-turun dengan cepat.
Baca Juga: Investasi Saham atau Emas? Simak Selengkapnya!
2. Mengapa Saham CDIA Menarik?
Salah satu alasannya, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) berhasil meningkatkan laba bersih sebesar ± 345 % dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, dari sekitar US$16,65 juta menjadi US$74,7 juta. Pendapatan juga naik sekitar 42 % menjadi US$66,8 juta. Data transaksi pun menunjukkan akumulasi dari sejumlah broker, termasuk investor asing dan domestik.(dikutip dari STIE STIKOM, 2025)
Akan tetapi, bagi investor jangka panjang, penting untuk menilai kembali fundamental perusahaan. Saham berkapitalisasi kecil seperti CDIA umumnya lebih berisiko karena tidak selalu mencerminkan kinerja jangka panjang yang stabil. Oleh karena itu, investor wajib memperhatikan risiko-risiko berikut.
3. Risiko Saham CDIA yang Perlu Diperhatikan Investor
a. Likuiditas saham
Volume perdagangan bisa terbatas sehingga sulit menjual saham saat pasar melemah.
b. Fundamental perusahaan
Penting untuk membaca laporan keuangan dan memahami prospek bisnisnya.
c. Psikologis investor
Investor perlu memiliki kesiapan mental untuk menghadapi fluktuasi harga yang ekstrem tanpa kepanikan.
Secara keseluruhan, mempertimbangkan hal-hal ini dapat membantu investor menyesuaikan strategi, apakah ingin masuk sebagai trader jangka pendek atau tetap menunggu peluang investasi jangka panjang.
Penutup
Saham CDIA bisa menjadi sarana pembelajaran bagi investor yang ingin memahami karakter saham dengan volatilitas tinggi. Namun, meski peluang keuntungan ada, risikonya juga besar. Dengan demikian, penting menyesuaikan keputusan dengan profil risiko dan tujuan finansial pribadi. Sebagai alternatif, jika mencari kestabilan, sebaiknya pertimbangkan pula saham berkapitalisasi besar dengan fundamental kuat.
Pastikan selalu memahami risiko sebelum membeli saham seperti CDIA. Dapatkan update seputar investasi dan keuangan hanya di Garap Media
