Saham BBCA Sempat Jatuh Lalu Hijau? Ini Alasannya

Last Updated: 18 October 2025, 12:12

Bagikan:

saham bbca
Foto: PIXABAY / Pixel
Table of Contents

Saham BBCA – Portofolio investasi Anda sempat merah padam karena emiten ini? Tenang, Anda tidak sendirian. Banyak investor ritel dibuat cemas melihat harga saham blue chip ini merosot tajam, sebelum akhirnya memantul hijau pada perdagangan Jumat (17/10).

Fenomena roller-coaster ini memicu satu pertanyaan besar, apa yang sebenarnya terjadi pada saham bank dengan fundamental terkuat di Indonesia ini?

Koreksi Tajam: Anjlok, Lalu Tiba-Tiba Diborong Asing

Volatilitas saham BBCA memang sedang dalam sorotan tajam. Mengutip Katadata, aksi jual besar-besaran sempat menekan harga saham ini ke level terendah dalam tiga tahun terakhir di Rp 7.250 pada perdagangan 14 Oktober lalu.

Namun, arah angin tiba-tiba berbalik.

Mengutip Investor.id, saham BBCA justru mampu menghijau 1,37% ke level Rp 7.400 pada sesi I perdagangan Jumat (17/10), justru di saat IHSG sedang anjlok.

Penyebabnya? Investor asing yang sebelumnya menjual, tiba-tiba mulai memborong. Data pasar menunjukkan adanya aksi beli bersih (net buy) asing pada hari itu. Padahal, dalam periode 1-16 Oktober saja, asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp 3,23 triliun di saham ini.

Baca Juga: Literasi Keuangan adalah Kunci Sukses Finansial. Simak Selengkapnya!

Analisis Mendalam: Mengapa Saham BBCA Begitu Ditekan?

Sebelum aksi beli Jumat kemarin, harga saham BBCA terus tertekan hebat. Penurunan ini adalah hasil dari kombinasi sentimen makro dan dinamika domestik.

Berikut adalah tiga alasan utama di balik tekanan jual besar-besaran tersebut:

1. Aksi Jual Masif Asing (Skala YTD)

Faktor utama yang menekan harga adalah keluarnya dana asing secara deras sepanjang tahun. CNBC Indonesia melaporkan bahwa secara year-to-date (YTD), investor asing telah mencatatkan jual bersih (net sell) senilai Rp 31,19 triliun dari saham BBCA. Angka ini merupakan yang terbesar di bursa dan menjadi pemberat (laggard) utama IHSG.

2. Perlambatan Pertumbuhan Laba

Pasar juga merespons kinerja keuangan BBCA yang mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Meskipun BBCA masih mencetak laba bersih Rp 29 triliun pada paruh pertama tahun ini (tumbuh 8% YOY), angka ini dipandang melambat. Menurut Katadata, pertumbuhan laba BBCA telah melambat selama empat kuartal berturut-turut.

Perlambatan ini menjadi sinyal bagi investor bahwa era pertumbuhan laba agresif mungkin mulai berakhir, yang berimbas pada harga sahamnya.

3. Sentimen Pasar: Rotasi Portofolio dan Valuasi

Di luar data angka, sentimen yang beredar di pasar juga memainkan peran besar. Aksi jual masif (poin 1) sering diartikan sebagai indikator rotasi portofolio. Investor global mengalihkan dana dari sektor perbankan yang sudah ‘mahal’ ke sektor lain.

Valuasi saham BBCA yang premium (PBV di atas 4x) membutuhkan dukungan laba agresif. Ketika laba melambat (poin 2), investor pun memilih profit taking.

Bagaimana Prospek Saham BBCA ke Depan?

Meski sedang ‘pilek’ hebat, fundamental BBCA sebagai bank terkuat di Indonesia tidak goyah. Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, dalam catatannya di Katadata, masih melihat peluang kenaikan teknikal.

Aksi net buy asing yang tiba-tiba pada Jumat (17/10) menjadi sentimen positif jangka pendek. Pertanyaannya adalah, akankah aksi borong ini berlanjut?

Bagi investor, kondisi ini bisa menjadi momentum untuk mencicil beli (buy on weakness). Namun, penting untuk tetap melakukan diversifikasi portofolio dan selalu memantau data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) sebelum mengambil keputusan.

Kesimpulan

Fluktuasi tajam saham BBCA adalah pengingat bahwa tidak ada saham yang ‘kebal’ dari dinamika pasar. Kombinasi dari foreign outflow besar-besaran (YTD) yang bertemu dengan perlambatan laba menciptakan tekanan jual yang kuat.

Namun, aksi beli asing terbaru menunjukkan bahwa di harga tertentu, saham BBCA kembali dianggap menarik. Bagi investor, gejolak ini adalah ujian literasi keuangan: apakah merespons dengan panik, atau memanfaatkannya sebagai peluang dengan analisis yang dingin.

Update terus informasi lainnya seputar keuangan hanya di Garap Media.

Referensi

  1. Investor.id. (2025). Muncul Aksi Tiba-tiba di Saham BCA (BBCA).
  2. Katadata. (2025). Saham BBCA Sempat Sentuh Titik Terendah dalam 3 Tahun Terakhir.
  3. CNBC Indonesia. (2025). Saham BBCA Jeblok ke Level Terendah 3 Tahun.
  4. Kabar Bursa. (2025). BBCA Semakin Babak Belur: Saham Longsor, Asing Giat Jual.

 

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /