Royalti untuk LMK ARDI dan RAI Belum Cair, Rhoma Irama Sumbangkan Rp100 Juta

Last Updated: 20 March 2026, 10:10

Bagikan:

royalti untuk lmk
Foto: Liputan6
Table of Contents

Royalti untuk Lembaga Managemen Kolektif Anugrah Royalti Dangdut Indonesia (LMK ARDI) belum cair dari Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN). Keluhan ini terungkap dalam diskusi virtual yang diikuti sejumlah tokoh dangdut, seperti Rhoma Irama, Ikke Nurjanah, dan Elvy Sukaesih bersama anggota LMK ARDI dan Royalti Anugerah Indonesia (RAI). Mereka semua mengaku terdampak akibat pola distrisbusi baru yang diterapkan LMKN dan menyatakan dirugikan oleh sistem yang berlaku.

“Seharusnya, royalti periode Januari-Juni 2025 sudah dicairkan pada Agustus 2025 dan periode Juli-Desember 2025 sudah dicairkan paling lambat Januari 2026,” ujar pernyataan mereka.

Namun, sampai berita ini disiarkan, tidak ada serupiah pun royalti yang dicairkan untuk hak terkait dangdut khususnya dalam periode tahun 2025.

Gejolak di LMK ARDI

Hal ini membuat gejolak yang cukup besar di anggota yang terhimpun dalam LMK ARDI. Padahal, setiap tahun dalam proses pembagian royalti, ARDI pada masa puasa jelang Idul Fitri sudah tuntas dalam proses distribusi royalti kepada anggota. Akibat dari kebijakan LMKN saat ini, anggota ARDI tidak mendapatkan haknya.

Sumbangan Rhoma Irama

Dalam situasi seperti ini, Rhoma Irama memberikan sumbangan kepada anggota RAI dan ARDI sebesar Rp100.000.000, sebagai bentuk kepedulian atas situasi yang terjadi saat ini. Sumbangan ini bertujuan untuk membantu para anggota RAI dan ARDI menjelang Hari Raya Idul Fitri. Rhoma Irama mengaku sangat prihatin dengan kondisi para seniman musik dangdut, khususnya pencipta lagu dan pelaku pertunjukan, yang sangat berharap bisa mendapatkan royalti di bulan Ramadhan ini.

Namun sayangnya, kebijakan tata kelola royalti saat ini tidak memberikan peluang hal itu dapat terwujud. Rhoma Irama berharap tata kelola royalti di Indonesia ke depan semakin baik, berkeadilan, serta transparan. Ia juga menambahkan bahwa secara esensial tata kelola royalti bukan hanya sekadar bagaimana cara menarik dan mendistribusikan royalti. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana cara mensejahterakan para pelaku seninya. Perlu digaris bawahi bahwa undang-undang dibuat tidak hanya untuk menjaga kepentingan masyarakat di pusat-pusat kota atau seniman yang populer saja.

Penutup

Keterlambatan royalti LMK ARDI dan RAI serta langkah Rhoma Irama menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan seniman dangdut. Momen ini diharapkan bisa mendorong sistem distribusi royalti menjadi lebih adil, transparan, dan tepat waktu.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar royalti, musik dangdut, album baru, LMK ARDI, RAI, seniman, hiburan, dan industri musik hanya di Garap Media.

Referensi:

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /