Robot Humanoid Moya Viral, Senyum & Kedip Mirip Manusia Bikin Heboh Dunia Teknologi

Last Updated: 9 February 2026, 19:44

Bagikan:

Robot Humanoid Moya
Robot humanoid Moya kembali jadi sorotan dunia teknologi berkat ekspresi realistisnya yang semakin mengaburkan batas antara manusia dan mesin. Sumber gambar: TechSpot.
Table of Contents

Kemajuan teknologi robot humanoid kembali menarik perhatian publik global setelah startup robotika asal China, DroidUp, memperkenalkan robot bernama Moya. Robot ini menjadi sorotan karena tampil dengan ekspresi wajah realistis, mampu tersenyum, berkedip, hingga melakukan kontak mata layaknya manusia.

Kemunculan robot humanoid Moya langsung viral di media sosial dan berbagai media teknologi dunia. Banyak yang menganggapnya sebagai langkah besar dalam perkembangan robot biomimetik, meski tidak sedikit pula yang merasa tampilannya terlalu mirip manusia hingga memicu fenomena “uncanny valley”.

Robot Humanoid Moya Jadi Sorotan Dunia Teknologi

Robot humanoid Moya diperkenalkan oleh perusahaan robotika berbasis di Shanghai, DroidUp, sebagai robot biomimetik yang dirancang untuk meniru gerakan dan ekspresi manusia secara realistis. Tidak hanya fokus pada tampilan fisik, pengembang juga menekankan kemampuan interaksi sosial melalui mikro-ekspresi wajah, kontak mata alami, serta gaya berjalan yang diklaim memiliki tingkat kemiripan hingga 92 persen dengan manusia (TechSpot, 2026).

Selain kemampuan gerakan, aspek sensori menjadi pembeda utama dari robot ini. Permukaan kulit sintetis dibuat hangat dengan suhu sekitar 32–36 derajat Celsius guna menciptakan pengalaman interaksi yang lebih natural. Pendekatan tersebut menjadikan Moya tampil lebih hidup dibandingkan robot humanoid generasi sebelumnya yang cenderung kaku dan mekanis (TechRadar, 2026).

Ekspresi Realistis dan Desain Biomimetik

Konsep biomimetik menjadi fokus utama dalam pengembangan robot humanoid Moya. Robot ini dirancang menggunakan pendekatan embodied AI, yaitu kecerdasan buatan yang mampu merasakan lingkungan, memproses interaksi sosial, dan merespons secara fisik dalam waktu nyata. Kemampuan tersenyum, berkedip, serta meniru gestur halus manusia membuat interaksi terasa lebih hidup dibanding robot humanoid konvensional (Tom’s Guide, 2026).

Selain itu, robot ini dilengkapi kamera tersembunyi di bagian mata yang membantu menciptakan kontak visual realistis dengan pengguna. Pendekatan desain ini bertujuan membuat robot terasa lebih ramah dan mudah diterima dalam lingkungan sosial (Interesting Engineering, 2026).

Tujuan Pengembangan Robot Humanoid Moya

Robot humanoid Moya tidak hanya dikembangkan sebagai demonstrasi teknologi, tetapi juga menargetkan penggunaan praktis di berbagai sektor. Robot ini diproyeksikan untuk digunakan di layanan publik seperti bank, museum, pendidikan, hingga perawatan lansia.

Pengembangan robot sosial dengan ekspresi realistis diharapkan mampu menciptakan pengalaman interaksi yang lebih natural dan meningkatkan kenyamanan pengguna saat berkomunikasi dengan mesin (TechRadar, 2026).

Reaksi Publik dan Fenomena Uncanny Valley

Meski menuai pujian, kehadiran robot humanoid Moya juga memicu perdebatan. Tampilan robot yang terlalu mirip manusia dapat menimbulkan rasa tidak nyaman bagi sebagian orang, sebuah fenomena yang dikenal sebagai uncanny valley. Reaksi publik pun terbagi antara kekaguman terhadap kemajuan teknologi dan kekhawatiran tentang batas antara manusia dan mesin (Interesting Engineering, 2026).

Namun demikian, kemajuan ini dianggap sebagai bagian penting dalam evolusi robot humanoid menuju interaksi sosial yang lebih natural.

Masa Depan Robot Humanoid dan Interaksi Manusia

Pengembangan robot humanoid seperti Moya menunjukkan bahwa industri robotika kini tidak hanya fokus pada kekuatan mekanis, tetapi juga pada aspek emosional dan sosial. Kemampuan meniru ekspresi wajah, gestur tubuh, serta respons emosional menjadi arah baru yang diyakini akan mempercepat adopsi robot di kehidupan sehari-hari (Tom’s Guide, 2026).

Selain sektor layanan publik, teknologi ini juga berpotensi digunakan dalam pendidikan interaktif, layanan pelanggan, hingga terapi sosial di masa depan. Namun, masih diperlukan pengembangan lebih lanjut terkait etika, keamanan data, serta penerimaan sosial sebelum robot humanoid dapat digunakan secara luas (TechSpot, 2026).

Kemunculan robot humanoid Moya menjadi bukti bahwa batas antara manusia dan mesin semakin tipis. Inovasi ini menunjukkan perkembangan teknologi kecerdasan buatan menuju interaksi yang lebih natural dan emosional.

Bagi pembaca yang ingin mengikuti perkembangan teknologi terbaru, jangan lewatkan berbagai artikel menarik di Garap Media. Beragam tulisan membahas tren digital dan inovasi teknologi masa depan secara informatif.

Referensi

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /