Risiko softlens untuk mata sering kali diabaikan oleh banyak orang, terutama kalangan muda yang ingin tampil menarik. Softlens kini tidak hanya digunakan sebagai alat bantu penglihatan, tapi juga sebagai aksesori penunjang penampilan. Dengan pilihan warna dan desain yang beragam, softlens menjadi tren di kalangan remaja hingga dewasa muda.
Namun, penggunaan softlens tanpa edukasi yang tepat dapat membahayakan kesehatan mata. Risiko seperti iritasi, infeksi, hingga kehilangan penglihatan menjadi ancaman nyata. Oleh karena itu, penting untuk memahami risiko softlens untuk mata sebelum memutuskan untuk menggunakannya, baik untuk kebutuhan medis maupun estetika.
1. Risiko Softlens untuk Mata Tanpa Resep Dokter
Menggunakan softlens tanpa konsultasi dengan dokter mata adalah tindakan yang sangat berisiko. Setiap mata memiliki kebutuhan yang berbeda, baik dari segi ukuran, kelembapan, hingga kondisi kesehatan mata. Tanpa pemeriksaan, pengguna bisa saja memilih softlens yang tidak sesuai sehingga menimbulkan tekanan atau gesekan yang berlebihan pada kornea.
Selain itu, pemilihan softlens yang salah dapat memicu reaksi alergi atau infeksi. Mata merah, perih, dan berair bisa menjadi gejala awal dari masalah yang lebih serius. Bahkan, dalam beberapa kasus, penggunaan softlens tanpa resep bisa menyebabkan luka pada kornea yang sulit disembuhkan.
2. Risiko Infeksi Mata Akibat Softlens dan Kebersihan yang Buruk
Salah satu risiko softlens untuk mata yang paling umum adalah infeksi. Infeksi bisa terjadi akibat kebersihan yang tidak dijaga, seperti mencuci tangan dengan sembarangan sebelum memasang atau melepas softlens, atau menyimpan softlens di tempat yang tidak steril.
Bakteri seperti Acanthamoeba bisa menempel pada softlens dan menyebabkan infeksi kornea yang sangat menyakitkan dan sulit diobati. Gejalanya bisa berupa mata merah, nyeri hebat, pandangan kabur, dan bahkan kehilangan penglihatan jika tidak segera ditangani oleh tenaga medis.
3. Risiko Softlens untuk Mata Jika Digunakan Terlalu Lama
Risiko softlens juga dapat muncul saat pengguna memakainya terlalu lama. Mata manusia membutuhkan oksigen untuk menjaga kesehatannya. Softlens yang digunakan terlalu lama akan menghambat sirkulasi oksigen ke kornea, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman hingga kerusakan permanen.
Selain itu, penggunaan softlens saat tidur juga sangat tidak disarankan. Dalam kondisi tertutup saat tidur, mata lebih rentan terhadap infeksi karena minimnya oksigen dan meningkatnya kelembapan. Hal ini menjadi tempat ideal bagi kuman dan bakteri untuk berkembang biak.
Menggunakan softlens memang bisa menambah kepercayaan diri dan mendukung penampilan, namun penggunaannya tidak boleh sembarangan. Risiko softlens untuk mata sangat nyata, mulai dari iritasi ringan hingga risiko kebutaan. Edukasi tentang cara pemakaian, penyimpanan, dan perawatan softlens harus menjadi perhatian utama bagi semua pengguna.
Jika kamu masih ingin tampil menarik dengan softlens, pastikan kamu sudah berkonsultasi dengan dokter mata dan mengikuti anjuran pemakaian yang benar. Jangan lupa untuk terus baca artikel kesehatan lainnya hanya di Garap Media agar kamu makin sadar dan cerdas dalam menjaga kesehatan.
Referensi:
- American Academy of Ophthalmology. “Contact Lens Safety Tips.” https://www.aao.org/eye-health/tips-prevention/contact-lens-safety
- WebMD. “Risks and Complications of Contact Lenses.” https://www.webmd.com/eye-health/contact-lens-care
