Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Jakarta berlangsung meriah melalui gelaran Jakarta Light Festival yang digelar di kawasan Kota Tua. Acara ini sukses menarik ribuan warga yang ingin menikmati pertunjukan cahaya, dekorasi tematik, serta atraksi budaya yang dipadukan dengan teknologi modern.
Kehadiran festival cahaya ini menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian perayaan Imlek di ibu kota. Banyak pengunjung datang sejak sore hari untuk menikmati suasana sekaligus menyaksikan pertunjukan video mapping yang menjadi daya tarik utama (detikNews, 2026).
Jakarta Light Festival Jadi Magnet Perayaan Imlek
Jakarta Light Festival digelar sebagai bagian dari rangkaian perayaan Imlek di Jakarta dan berlangsung di kawasan Taman Fatahillah, Kota Tua. Berdasarkan laporan media, acara ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada 16–17 Februari 2026, dengan jam operasional sekitar pukul 16.00 hingga 22.00 WIB sehingga pengunjung dapat menikmati rangkaian acara dari sore hingga malam hari. Ribuan warga memadati area tersebut untuk menikmati instalasi cahaya dan berbagai hiburan yang disediakan secara gratis (detikNews, 2026).
Festival ini menghadirkan lampu dekoratif, pertunjukan seni, serta berbagai spot foto yang menarik perhatian pengunjung. Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya kawasan bahkan sebelum acara utama dimulai.
Selain menghadirkan hiburan, penyelenggaraan festival ini juga menjadi upaya menghidupkan ruang publik sekaligus memperkuat citra Kota Tua sebagai destinasi wisata budaya di Jakarta (ANTARA News, 2026).
Video Mapping Spektakuler Jadi Ikon Jakarta Light Festival
Salah satu atraksi paling dinantikan dalam Jakarta Light Festival adalah pertunjukan video mapping yang diproyeksikan pada bangunan bersejarah di kawasan Kota Tua. Teknologi visual ini menampilkan animasi cahaya yang mengikuti bentuk arsitektur bangunan sehingga menciptakan pengalaman visual yang unik (detikNews, 2026).
Pertunjukan video mapping biasanya dimulai pada malam hari dan menjadi momen puncak acara. Banyak pengunjung rela menunggu lama untuk mendapatkan posisi terbaik saat pertunjukan berlangsung.
Antusiasme Warga Padati Kawasan Kota Tua
Laporan media menunjukkan bahwa kawasan Kota Tua dipadati pengunjung selama festival berlangsung. Banyak keluarga, komunitas fotografi, hingga wisatawan lokal yang datang untuk merasakan atmosfer perayaan Imlek yang berbeda dari biasanya (detikNews, 2026).
Lampion dan dekorasi khas Imlek menghiasi berbagai sudut area festival, menciptakan suasana meriah yang cocok untuk rekreasi malam. Selain itu, keberadaan hiburan musik dan pertunjukan budaya menambah daya tarik acara.
Pemerintah daerah juga menilai festival ini mampu meningkatkan aktivitas pariwisata sekaligus memberikan dampak positif bagi pelaku usaha di sekitar kawasan (ANTARA News, 2026).
Perayaan Imlek dan Identitas Budaya Jakarta
Jakarta Light Festival memperlihatkan bagaimana teknologi modern dapat berpadu dengan tradisi budaya untuk menciptakan pengalaman baru bagi masyarakat urban. Festival ini tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga simbol keberagaman budaya yang hidup di Jakarta.
Dengan konsep ruang publik terbuka, acara ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk merayakan Imlek bersama tanpa batasan. Hal ini sekaligus memperkuat nilai inklusivitas dan kebersamaan dalam kehidupan kota.
Jakarta Light Festival menjadi bukti bahwa perayaan budaya dapat dikemas secara modern dan menarik bagi generasi masa kini. Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa festival berbasis cahaya memiliki potensi besar sebagai agenda wisata tahunan di Jakarta.
Untuk mendapatkan informasi terbaru seputar budaya, kota, dan perayaan unik lainnya, jangan lupa membaca artikel terbaru di Garap Media dan temukan berbagai cerita inspiratif lainnya.
Referensi
