Makan Bergizi Gratis (MBG) Program yang digagas pemerintah bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah dasar di Indonesia. Namun, program yang semestinya membawa manfaat ini kini menjadi sorotan publik setelah muncul laporan keracunan massal siswa di berbagai daerah.
Kasus ini menimbulkan kekhawatiran dan pertanyaan besar: sejauh mana kesiapan dan pengawasan pemerintah terhadap pelaksanaan program MBG?
Kronologi Kasus Keracunan MBG
Insiden bermula saat ratusan siswa di Jawa Timur dan Sulawesi mengalami gejala seperti mual, muntah, dan pusing setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.
Menurut laporan CNN Indonesia, Dinas Kesehatan setempat segera mengambil langkah cepat dengan mengambil sampel makanan untuk diuji laboratorium. (Ribuan Siswa Keracunan Akibat Program Makan Bergizi Gratis, Pemerintah Janji Evaluasi Total,2025)
Hasil awal menunjukkan indikasi kontaminasi bakteri akibat penyimpanan yang tidak higienis, menyoroti lemahnya kontrol mutu dalam rantai distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tanggapan Pemerintah dan Kementerian Terkait
Pemerintah pusat, melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), segera memberikan klarifikasi resmi.
“Keselamatan siswa menjadi prioritas utama. Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh dan memberikan sanksi kepada penyedia yang lalai,” ujar pejabat Kemendikbud dalam konferensi pers (13/10/2025).
Beberapa langkah tindak lanjut yang akan dilakukan antara lain:
Sertifikasi ulang vendor makanan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pelatihan higienitas dan keamanan pangan bagi pihak sekolah.
Pembentukan tim pengawas lintas kementerian untuk pengawasan di lapangan.
Reaksi Publik dan Pengamat Gizi
Kasus ini cepat menjadi sorotan di media sosial dengan tagar #EvaluasiMBG yang viral. Banyak masyarakat menilai, niat baik pemerintah akan sia-sia tanpa pengawasan ketat.
Pengamat gizi dari IPB, Dr. Rina Widyastuti, dalam wawancaranya dengan Kompas.com menekankan bahwa MBG tidak cukup hanya fokus pada pembagian makanan.
“Program ini harus disertai edukasi gizi dan keterlibatan komunitas sekolah agar pelaksanaannya berkelanjutan,” jelasnya.
Menurut para ahli, keberhasilan Makan Bergizi Gratis (MBG) ditentukan oleh sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat.
Baca juga : Keracunan Makan Bergizi Gratis di Sekolah: Kurang Pengawasan?
Evaluasi Total Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Kasus keracunan ini menunjukkan perlunya evaluasi total terhadap sistem Makan Bergizi Gratis (MBG). Program dengan cakupan nasional seperti ini memerlukan kontrol mutu yang ketat di setiap tahap.
Langkah-langkah penting yang perlu segera dilakukan:
Audit menyeluruh terhadap vendor dan penyedia makanan.
Peningkatan standar keamanan pangan nasional.
Transparansi dalam pengadaan dan penggunaan anggaran.
Pelatihan pengelola sekolah terkait penyimpanan makanan bergizi.
Kolaborasi lintas lembaga untuk memastikan mutu pangan yang konsisten.
Sebagaimana diuraikan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas), pengawasan keamanan pangan harus menjadi prioritas dalam semua program yang menyangkut konsumsi publik.
Kesimpulan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah langkah strategis menuju generasi sehat dan cerdas. Namun, kasus keracunan massal membuktikan bahwa pelaksanaan program ini masih perlu banyak perbaikan.
Evaluasi menyeluruh, transparansi, dan pengawasan ketat adalah kunci agar MBG kembali dipercaya masyarakat. Tanpa itu, tujuan luhur pemerintah untuk meningkatkan gizi anak-anak bisa berubah menjadi ancaman kesehatan baru.
Referensi :
CNN Indonesia. (2025, Oktober 13). Ribuan Siswa Keracunan Akibat Program Makan Bergizi Gratis, Pemerintah Janji Evaluasi Total. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20251013/ribuan-siswa-keracunan-akibat-program-makan-bergizi-gratis-pemerintah-janji-evaluasi-total
Kompas.com. (2025, Oktober 14). Program MBG dalam Sorotan: Dari Tujuan Mulia hingga Masalah Distribusi dan Higienitas. https://www.kompas.com/nasional/read/2025/10/14/program-mbg-dalam-sorotan
Badan Pangan Nasional. (2025). Standar Nasional Keamanan Pangan Sekolah. https://www.bapanas.go.id/
