Rial Iran Ambruk ke Rekor Terendah Sepanjang Sejarah, Protes Nasional Meledak di Berbagai Kota

Last Updated: 14 January 2026, 10:15

Bagikan:

Krisis ekonomi yang kian dalam mendorong kemarahan publik di Iran, saat nilai rial terus terjun bebas dan tekanan hidup makin terasa. Sumber gambar: Pexels
Krisis ekonomi yang kian dalam mendorong kemarahan publik di Iran, saat nilai rial terus terjun bebas dan tekanan hidup makin terasa. Sumber gambar: Pexels
Table of Contents

Iran kembali berada dalam pusaran krisis ekonomi serius setelah nilai mata uang nasionalnya, rial, jatuh ke level terendah sepanjang sejarah. Di pasar bebas, satu dolar Amerika Serikat diperdagangkan dengan nilai lebih dari satu juta rial, kondisi yang mencerminkan tekanan ekonomi berat akibat inflasi tinggi dan lemahnya kepercayaan pasar (The National, 2025).

Kejatuhan nilai tukar ini memicu kepanikan luas di tengah masyarakat, khususnya di kalangan pedagang dan pelaku usaha. Gelombang protes pun meletus di berbagai kota besar, menandai eskalasi krisis ekonomi menjadi persoalan sosial dan politik berskala nasional (Kompas.com, 2026).

Rial Iran Jatuh ke Titik Terendah

Nilai Tukar Terburuk Sepanjang Sejarah

Fenomena rial iran jatuh mencapai puncaknya ketika nilai tukar mata uang tersebut mencatat rekor terendah terhadap dolar AS. Depresiasi tajam ini menjadi simbol rapuhnya kondisi ekonomi Iran yang telah lama dibebani sanksi internasional, keterbatasan perdagangan global, serta lemahnya kebijakan moneter domestik (Associated Press, 2025).

Menurut laporan media, penurunan nilai tukar ini berdampak langsung terhadap lonjakan harga kebutuhan pokok dan biaya hidup masyarakat. Inflasi pangan bahkan dilaporkan menembus angka lebih dari 70 persen, memperparah tekanan ekonomi rumah tangga (iBenews.id, 2026).

Nilai Rial Disebut Mendekati Nol

Sejumlah laporan internasional menyebut nilai rial begitu kecil hingga dalam beberapa aplikasi konversi mata uang ditampilkan mendekati nol. Meski secara teknis rial masih memiliki nilai, depresiasi ekstrem membuatnya nyaris tidak berarti dalam transaksi internasional dan simbol krisis kepercayaan terhadap mata uang nasional (Adyrna, 2025).

Gelombang Protes Nasional

Pedagang dan Warga Turun ke Jalan

Aksi protes pertama kali mencuat dari pusat-pusat perdagangan, termasuk Grand Bazaar di Tehran. Para pedagang menutup toko sebagai bentuk protes terhadap anjloknya nilai tukar dan melonjaknya harga barang. Aksi ini kemudian menyebar ke berbagai kota besar lainnya di Iran dan melibatkan masyarakat dari berbagai latar belakang (The National, 2025).

Demonstrasi tersebut mencerminkan kekecewaan mendalam publik terhadap kondisi ekonomi yang terus memburuk dan dianggap gagal ditangani secara efektif oleh pemerintah.

Internet Dibatasi, Ketegangan Meningkat

Seiring meluasnya protes, pemerintah Iran dilaporkan melakukan pembatasan akses internet di sejumlah wilayah. Langkah ini diambil untuk meredam penyebaran informasi dan koordinasi massa, namun justru memicu sorotan internasional dan kritik terhadap pembatasan kebebasan sipil (The Guardian, 2026).

Resignnya Gubernur Bank Sentral

Tekanan publik akibat krisis ekonomi dan demonstrasi massal akhirnya berujung pada pengunduran diri Gubernur Bank Sentral Iran. Pemerintah kemudian menunjuk gubernur baru dengan harapan mampu menstabilkan nilai tukar dan memulihkan kepercayaan pasar (Associated Press, 2025).

Pergantian pimpinan bank sentral ini dipandang sebagai langkah darurat, meski sejumlah analis menilai perbaikan ekonomi membutuhkan reformasi struktural yang jauh lebih mendalam.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Krisis nilai tukar telah menggerus daya beli masyarakat secara signifikan. Banyak keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, sementara pelaku usaha kecil dan menengah menghadapi risiko kebangkrutan akibat biaya impor yang melonjak tajam.

Kondisi ini juga memperlebar jurang sosial dan memicu ketidakpuasan publik yang lebih luas, menjadikan krisis ekonomi sebagai pemantik instabilitas sosial di Iran.

Kejatuhan mata uang nasional yang ditandai oleh rial iran jatuh ke rekor terendah menunjukkan betapa dalamnya krisis ekonomi yang dihadapi Iran saat ini. Gelombang protes nasional menjadi cerminan tekanan berat yang dirasakan masyarakat akibat inflasi, pengangguran, dan mahalnya biaya hidup.

Ikuti terus perkembangan berita internasional dan isu global lainnya hanya di Garap Media. Temukan analisis dan laporan mendalam agar tetap memahami dinamika dunia yang terus berubah.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /