Hati-Hati! Rhinitis Bisa Menyerang Tanpa Gejala Jelas
Rhinitis bisa berujung serius jika tidak dikenali dan ditangani dengan tepat sejak awal. Banyak orang mengira bersin, pilek, atau hidung tersumbat hanyalah gejala flu biasa. Padahal, kondisi ini bisa jadi pertanda dari gangguan pernapasan bernama rhinitis yang memiliki dua jenis utama: alergi dan non-alergi. Meski gejalanya tampak ringan, efek jangka panjang rhinitis dapat menurunkan kualitas hidup secara signifikan. Oleh karena itu, penting untuk memahami apa itu rhinitis dan bagaimana cara mencegahnya berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Mengenal Rhinitis: Bukan Sekadar Pilek
Secara umum, rhinitis adalah peradangan atau iritasi pada lapisan dalam hidung yang memicu reaksi seperti hidung berair, tersumbat, dan bersin. Secara medis, kondisi ini terbagi menjadi dua jenis utama, yakni:
Rhinitis Alergi
Jenis ini terjadi akibat reaksi sistem kekebalan terhadap alergen tertentu. Misalnya, serbuk sari, debu, bulu hewan, atau tungau bisa memicu sistem imun bereaksi berlebihan dan menyebabkan gejala.
Rhinitis Non-Alergi
Berbeda dari jenis alergi, rhinitis non-alergi tidak melibatkan sistem imun. Sebaliknya, penyebabnya bisa berasal dari perubahan suhu, bau menyengat, asap, infeksi virus, atau bahkan stres emosional. Kondisi ini juga dikenal dengan istilah vasomotor rhinitis.
Gejala yang Sering Diabaikan
Gejala rhinitis bisa mirip dengan flu, sehingga sering tidak disadari. Sebagai contoh, seseorang mungkin mengalami hidung tersumbat atau meler tanpa demam. Selain itu, bersin berulang, rasa gatal di hidung dan mata, serta mata berair juga bisa muncul.
Pada kasus rhinitis alergi, gejala biasanya memburuk setelah terpapar alergen. Namun demikian, rhinitis non-alergi dapat timbul kapan saja tanpa pemicu yang jelas. Bahkan, dalam beberapa kasus, penderita tidak menyadari bahwa gejala yang dirasakan merupakan bagian dari kondisi medis yang serius.
Penyebab dan Faktor Risiko Rhinitis
Apa Penyebabnya?
Untuk rhinitis alergi, penyebab utamanya adalah alergen yang memicu respons imun. Di antaranya, serbuk sari (pollen), debu rumah, bulu hewan, dan spora jamur. Setiap individu memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda terhadap alergen ini.
Sementara itu, rhinitis non-alergi lebih kompleks. Faktor-faktor seperti perubahan suhu, konsumsi makanan pedas, asap kendaraan, bahkan penggunaan obat-obatan tertentu seperti dekongestan atau aspirin dapat memicu gejalanya.
Siapa yang Berisiko?
Individu dengan riwayat alergi dalam keluarga memiliki risiko lebih tinggi mengalami rhinitis. Tak hanya itu, lingkungan tempat tinggal yang lembap, paparan asap rokok, serta kebiasaan buruk seperti jarang membersihkan rumah juga turut meningkatkan risiko.
Diagnosis dan Penanganan yang Tepat
Bagaimana Diagnosis Dilakukan?
Dokter biasanya akan melakukan wawancara medis dan pemeriksaan fisik. Jika dicurigai rhinitis alergi, tes kulit (skin prick test) atau tes darah IgE dapat digunakan untuk mengidentifikasi alergen spesifik.
Penanganan Rhinitis Alergi
Untuk mengendalikan gejalanya, langkah pertama adalah menghindari paparan alergen. Selanjutnya, penggunaan obat seperti antihistamin, dekongestan, atau semprotan kortikosteroid dapat membantu meredakan keluhan. Dalam kasus tertentu, imunoterapi atau terapi suntikan alergen bisa menjadi solusi jangka panjang.
Penanganan Rhinitis Non-Alergi
Karena tidak melibatkan alergen, strategi pengobatan berbeda. Misalnya, menghindari pemicu seperti bau menyengat atau suhu ekstrem sangat penting. Semprotan saline juga efektif untuk melembapkan rongga hidung dan mengurangi iritasi.
Risiko Komplikasi Jika Dibiarkan
Mengabaikan rhinitis dapat menyebabkan komplikasi serius. Sebagai contoh, infeksi sinus atau sinusitis kronis bisa berkembang. Lebih jauh lagi, gangguan tidur, penurunan konsentrasi, bahkan infeksi telinga dapat terjadi, terutama pada anak-anak. Oleh sebab itu, jangan pernah anggap remeh gejala awal rhinitis.
Rhinitis bisa berujung serius, Mengenali gejala sejak dini dan memahami jenis serta penyebabnya akan sangat membantu dalam proses pengobatan. Jika Anda atau keluarga mengalami bersin dan hidung tersumbat yang tak kunjung sembuh, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter.
Untuk informasi kesehatan yang lebih mendalam dan terpercaya, baca terus berita menarik lainnya hanya di Garap Media.
Lampiran Referensi
