RAPBN 2027: BGN Dapat Rp240,2 T, Pertahanan Rp189 T, Belanja Rp4.097 T

Last Updated: 22 August 2026, 03:06

Bagikan:

RAPBN 2027
RAPBN 2027 mengalokasikan Rp240,2 triliun untuk BGN, Rp189 triliun untuk Kementerian Pertahanan, dan Rp139,2 triliun untuk Polri. Sumber gambar: Kementerian Keuangan RI
Table of Contents

RAPBN 2027 menempatkan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai kementerian/lembaga dengan alokasi anggaran terbesar, yakni Rp240,2 triliun. Kementerian Pertahanan memperoleh Rp189 triliun, Polri menerima Rp139,2 triliun, sedangkan total belanja negara direncanakan mencapai Rp4.097,2 triliun dengan defisit anggaran 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut masih berstatus rancangan dan dapat berubah selama pembahasan pemerintah bersama DPR RI sebelum APBN 2027 ditetapkan (Suara.com, 2026; Kementerian Keuangan RI, 2026).

RAPBN 2027 Menempatkan BGN sebagai Penerima Anggaran Terbesar

Pemerintah mencantumkan alokasi Rp240,2 triliun untuk BGN dalam Buku II Nota Keuangan RAPBN 2027. Nilai tersebut menempatkan BGN di posisi pertama dalam daftar kementerian dan lembaga dengan anggaran terbesar pada rancangan anggaran tahun depan (Suara.com, 2026).

Porsi terbesar anggaran BGN diarahkan untuk Program Pemenuhan Gizi Nasional. Program tersebut memperoleh sekitar Rp232,7 triliun dan menjadi sumber pendanaan utama berbagai kegiatan pemenuhan gizi, termasuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis atau MBG. BGN juga memperoleh sekitar Rp7,4 triliun untuk kebutuhan dukungan manajemen (Telusur.co.id, 2026).

Komposisi anggaran BGN menunjukkan fokus pemerintah terhadap agenda pemenuhan gizi masyarakat. Alokasi tersebut juga menunjukkan posisi program gizi sebagai salah satu program prioritas dalam RAPBN 2027 (Kementerian Keuangan RI, 2026).

Rincian alokasi BGN mencakup:

  • Rp240,2 triliun untuk total anggaran BGN.
  • Rp232,7 triliun untuk Program Pemenuhan Gizi Nasional.
  • Rp7,4 triliun untuk dukungan manajemen.
  • Program gizi tersebut turut menopang pelaksanaan Makan Bergizi Gratis.

Kementerian Pertahanan dan Polri Menempati Posisi Berikutnya

Kementerian Pertahanan memperoleh alokasi Rp189 triliun dalam RAPBN 2027. Polri menerima anggaran Rp139,2 triliun dan menempatkan lembaga tersebut sebagai penerima anggaran terbesar ketiga dalam daftar yang dibandingkan (Suara.com, 2026).

Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah menempatkan kebutuhan sosial, pertahanan, dan keamanan dalam prioritas anggaran nasional. BGN berada di posisi teratas karena pemerintah mengalokasikan dana besar untuk Program Pemenuhan Gizi Nasional, sedangkan Kementerian Pertahanan dan Polri memperoleh dana besar untuk menjaga pertahanan dan keamanan negara.

Tiga alokasi terbesar tersebut adalah:

  • BGN: Rp240,2 triliun.
  • Kementerian Pertahanan: Rp189 triliun.
  • Polri: Rp139,2 triliun.

Sepuluh kementerian dan lembaga dengan anggaran terbesar mendapatkan total sekitar Rp1.133,58 triliun. Nilai tersebut menjadi bagian dari keseluruhan belanja pemerintah yang mencakup berbagai program nasional (Suara.com, 2026).

Belanja Negara RAPBN 2027 Direncanakan Rp4.097,2 Triliun

Pemerintah merencanakan belanja negara dalam RAPBN 2027 sebesar Rp4.097,2 triliun. Belanja tersebut mencakup belanja pemerintah pusat dan transfer ke daerah yang digunakan untuk membiayai berbagai program prioritas nasional (Kementerian Keuangan RI, 2026).

Belanja pemerintah pusat direncanakan mencapai sekitar Rp3.362,2 triliun. Transfer ke daerah direncanakan sekitar Rp735 triliun sehingga total belanja negara mencapai Rp4.097,2 triliun (Kementerian Keuangan RI, 2026).

Rancangan belanja tersebut berjalan bersama target pendapatan negara yang disusun pemerintah dalam RAPBN 2027. Selisih antara pendapatan dan belanja menghasilkan defisit anggaran sebesar 2,40 persen terhadap PDB.

Pemerintah menggunakan RAPBN 2027 untuk mendukung sejumlah agenda utama pembangunan. Arah kebijakan tersebut mencakup beberapa sektor strategis:

  • Kedaulatan pangan menjadi salah satu prioritas pembangunan.
  • Kemandirian energi dan air menjadi fokus kebijakan.
  • Pendidikan dan kesehatan mendapat dukungan anggaran.
  • Hilirisasi dan industrialisasi menjadi bagian dari agenda pertumbuhan ekonomi.
  • Infrastruktur dan ketahanan bencana menjadi fokus pembangunan.
  • Ekonomi kerakyatan dan desa menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat.
  • Penurunan kemiskinan menjadi sasaran kebijakan sosial.

Defisit RAPBN 2027 Dipatok 2,40 Persen terhadap PDB

Pemerintah menetapkan target defisit anggaran sebesar 2,40 persen terhadap PDB dalam RAPBN 2027. Target tersebut mencerminkan selisih antara rencana pendapatan negara dan belanja negara yang akan digunakan untuk membiayai kebutuhan pembangunan nasional (Kementerian Keuangan RI, 2026).

Rencana fiskal tersebut menggunakan pendekatan ekspansif untuk menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus membiayai program prioritas. Pemerintah juga menempatkan penguatan kesejahteraan masyarakat sebagai salah satu tujuan utama kebijakan anggaran tahun depan.

Anggaran besar untuk BGN menjadi salah satu indikator kuatnya prioritas pemerintah terhadap program gizi. Porsi tersebut juga memperlihatkan bagaimana RAPBN 2027 mengalokasikan dana besar untuk program yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat.

RAPBN 2027 Masih Dapat Berubah Sebelum APBN Disahkan

Alokasi Rp240,2 triliun untuk BGN, Rp189 triliun untuk Kementerian Pertahanan, dan Rp139,2 triliun untuk Polri masih berstatus sebagai angka dalam RAPBN 2027. Pemerintah dan DPR RI masih membahas rancangan tersebut sebelum menetapkan APBN 2027 secara resmi (Kementerian Keuangan RI, 2026).

Pembahasan tersebut dapat mengubah nilai alokasi pada sejumlah kementerian dan lembaga. Perubahan juga dapat mengikuti hasil pembahasan mengenai prioritas program, kapasitas fiskal, dan kebutuhan belanja pemerintah.

Masyarakat perlu memahami bahwa angka RAPBN belum sama dengan pagu APBN final. Perubahan dapat terjadi sampai seluruh proses pembahasan dan persetujuan anggaran selesai.

RAPBN 2027 Fokus pada Gizi, Pertahanan, dan Pembangunan Nasional

RAPBN 2027 menunjukkan pembagian prioritas antara pemenuhan gizi, pertahanan, keamanan, dan pembangunan ekonomi. BGN memperoleh alokasi terbesar sebesar Rp240,2 triliun, sedangkan Kementerian Pertahanan dan Polri memperoleh Rp189 triliun serta Rp139,2 triliun. Total belanja negara mencapai Rp4.097,2 triliun dengan target defisit sebesar 2,40 persen terhadap PDB (Suara.com, 2026; Kementerian Keuangan RI, 2026).

Pembaca dapat mengikuti perkembangan RAPBN 2027 dan kebijakan anggaran pemerintah melalui artikel lain di Garap Media. Informasi terbaru dapat membantu pembaca memahami perubahan alokasi anggaran sebelum APBN 2027 ditetapkan.

Artikel mengenai ekonomi, kebijakan publik, program MBG, pertahanan, dan pembangunan nasional juga dapat dibaca melalui Garap Media. Pembaca dapat mengikuti pembaruan tersebut untuk mengetahui dampak kebijakan fiskal terhadap masyarakat.

Referensi

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /