Ranup: Simbol Kehormatan dalam Adat Aceh

Last Updated: 30 October 2025, 21:31

Bagikan:

Foto: https://www.gppmaceh.com/2021/03/sirih-dalam-adat-aceh.html
Table of Contents

Dalam kehidupan masyarakat Aceh, ranup atau sirih selalu punya tempat istimewa. Sirih yang disajikan dengan pinang, kapur, dan rempah-rempah bukan hanya suguhan, tapi juga simbol penghormatan dan keakraban. Saat tamu datang, ranub disajikan sebagai tanda sambutan dan niat baik dari tuan rumah.

Tradisi ini sudah ada sejak masa kerajaan Aceh Darussalam. Hingga kini, ranup aceh masih digunakan dalam berbagai acara, seperti penyambutan tamu, pernikahan, dan upacara adat. Lewat tradisi ini, masyarakat menunjukkan bahwa menghormati tamu adalah bagian dari jati diri orang Aceh.

Baca juga: https://acehprov.go.id/berita/kategori/jelajah/ranub-aceh


Makna dan Filosofi Ranup Aceh

Bagi orang Aceh, ranup bukan sekadar daun sirih. Setiap bahan yang digunakan punya makna tersendiri. Daun sirih melambangkan ketulusan, pinang menandakan kekuatan, kapur berarti kejujuran, dan cengkih melambangkan kehangatan. Semua bahan itu digabung menjadi satu sebagai lambang kebersamaan dan keharmonisan.

Tempatnya pun istimewa. wadah kuningan yang indah melambangkan kemuliaan dan penghargaan. Dalam acara adat seperti peusijuek (tepung tawar) dan penyambutan tamu penting, ranup selalu hadir di awal acara sebagai simbol hormat dan doa.


Ranub dalam Kehidupan Sehari-hari

Dulu, di serambi rumah panggung Aceh, tamu selalu disambut dengan Wadah ranup Adat Aceh. Anak-anak belajar sejak kecil cara menyiapkan sirih dan memahami makna di baliknya. Menyajikan ranup bukan sekadar tradisi, tapi juga pelajaran tentang adab dan keramahan.

Sekarang, meski kehidupan modern sudah banyak berubah, ranup aceh masih sering ditemukan dalam acara adat atau pernikahan. Bahkan dalam bentuk dekorasi, ranup tetap menjadi pengingat akan nilai-nilai kesopanan dan penghormatan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Baca juga: https://garapmedia.com/peumulia-jamee-falsafah-adat-aceh/


Ranup sebagai Simbol Kehormatan dan Identitas

Tradisi ranup aceh juga erat kaitannya dengan ajaran Islam. Islam mengajarkan untuk menghormati tamu, dan adat Aceh menerjemahkannya dalam bentuk nyata lewat suguhan ranup. Dari sini, terlihat bagaimana agama dan adat berjalan berdampingan dalam kehidupan masyarakat Aceh.

Lebih dari itu, ranup aceh adalah simbol identitas budaya yang membedakan Aceh dari daerah lain. Menyuguhkan ranup bukan hanya sopan santun, tapi juga kebanggaan akan warisan leluhur.


Penutup

Tradisi ranup aceh mengajarkan bahwa menghormati orang lain berarti juga menjaga kehormatan diri sendiri. Di balik setiap lembar daun sirih dan aroma cengkih, tersimpan pesan tentang kesopanan dan cinta terhadap budaya. Untuk mengetahui berita dan inspirasi lain seputar kehidupan spiritual, sejarah tradisi dan budaya, sosial, baca berita menarik lainnya di Garap Media.

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /