Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno menilai kondisi semrawut di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus), pada awal Ramadan sebagai hal yang lazim terjadi setiap tahun. Pernyataan ini disampaikan untuk merespons pertanyaan awak media mengenai maraknya juru parkir (jukir) liar dan kondisi pasar yang kembali terlihat berantakan menjelang Ramadan 1447 H.
“Saya bilang, marilah kita pahami ini awal-awal Ramadan biasanya seperti itu,” kata Rano di Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (18/2/2026).
Penertiban Kawasan Tanah Abang
Kondisi semrawut terlihat di kawasan pasar, dengan banyak kendaraan dan pedagang memenuhi area. Meski begitu, Rano memastikan penertiban mulai dilakukan secara bertahap untuk menciptakan ketertiban dan kenyamanan pengunjung.
“Tapi Insyaallah jukir juga di Tanah Abang sudah mulai ditertibkan. Pasar-pasar sudah mulai dirapikan,” ungkap Rano.
Peran Tanah Abang bagi Ekonomi Jakarta
Politikus PDI Perjuangan (PDIP) ini juga menyinggung soal kondisi ekonomi Jakarta yang sebelumnya sempat terganggu. Menurutnya, pusat perbelanjaan ini memiliki peran penting dalam menggerakkan roda ekonomi ibu kota.
“Sempat ekonomi Jakarta terganggu. Tapi yang namanya pasar Tanah Abang, kita memberikan dukungan besar. Kenapa? Itulah sentra ekonomi terbesar di Jakarta,” katanya.
Ia mengaku merasa senang melihat keramaian kawasan itu belakangan ini, terutama selama perayaan berbagai Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN), termasuk menjelang Ramadan. Pasalnya, kata Rano, aktivitas jual beli di pasar tersebut berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Jakarta.
“Hari ini coba kita lihat di TV, semalam saya begitu lihat di TV, bahagia saya. Orang ke pasar Tanah Abang tahu mau belanja apa tidak, rame,” ucapnya.
Perubahan Para Konsumen
Rano juga menyoroti perubahan pola dagang para pedagang yang mulai memanfaatkan berbagai platform digital. Dia menilai, perubahan tersebut sebagai hal yang baik di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
“Bahkan ibu-ibu yang jualan sekarang udah pakai jualan pakai TikTok. Karena memang kita mesti sadar, memang begitu sekarang medianya,” kata Rano.
Peralihan ke media digital menunjukkan adaptasi pedagang terhadap tren baru yang berkembang pesat saat ini. Para pedagang tetap mempertahankan peran pasar sebagai sentra ekonomi tradisional yang penting bagi Jakarta.
Penutup
Kondisi semrawut di awal Ramadan di Tanah Abang dianggap wajar oleh Rano Karno, namun penertiban dan pembenahan terus dilakukan secara bertahap untuk menjaga kenyamanan dan keamanan pengunjung. Aktivitas pasar ini tetap berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta, terutama bagi pedagang dan masyarakat setempat.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar Jakarta, Ramadan, pasar tradisional, ekonomi lokal, pedagang digital, keuangan, HKBN, dan aktivitas masyarakat hanya di Garap Media.
Referensi:
- Liputan6. (2026). Rano Karno Sebut Tanah Abang Semrawut di Awal Ramadan Itu Lumrah. Retrieved from https://www.liputan6.com/news/read/6280864/rano-karno-sebut-tanah-abang-semrawut-di-awal-ramadan-itu-lumrah
