Ramadan Tanpa Drama Emosi, Ini 4 Cara Menjaga Pikiran dan Hati Tetap Stabil

Last Updated: 15 February 2026, 10:58

Bagikan:

ramadan
Foto: Liputan6
Table of Contents

Menjalani Ramadan tidak hanya menuntut kesiapan fisik, tapi juga ketenangan pikiran dan kejernihan hati. Bulan Suci ini menjadi momen untuk melatih pengendalian diri sekaligus memperbaiki kualitas hidup secara menyeluruh. Ustadz Muhammad Assad menegaskan bahwa inti Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tapi juga menjaga kebersihan hati.

“Di bulan Ramadan itu kita bukan hanya berpuasa menahan lapar dan haus saja, tapi bagaimana kita bisa mengademkan diri kita, hati kita, untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak baik contohnya menggosip,” ujarnya dalam acara Ask Me Anything Session About Ramadan di Jakarta pada Jumat, 13 Februari 2026.

1. Menata Pikiran dengan Target Ibadah Ramadan

Salah satu cara efektif menjaga keseimbangan mental saat Ramadan adalah menetapkan target ibadah yang realistis dan terukur. Dengan adanya tujuan, hari-hari puasa menjadi lebih terarah.

Artis Vebby Palwinta mengatakan, “Biasanya kalau Ramadan tuh kita punya target ibadah, misalnya dengan baca Al-Qur’an kita mau 30 juz selesai dalam 30 hari. Target sederhana seperti ini membantu menjaga fokus, karena hari-hari Ramadan bisa lebih terarah.”

Selain membaca Al-Qur’an, target Ramadan juga bisa berupa memperbanyak sedekah, mengurangi amarah, memperbaiki hubungan dengan orang lain, atau meningkatkan kualitas salat. Pikiran yang memiliki arah jelas cenderung lebih tenang dan tidak mudah terseret emosi.

2. Menenangkan Hati dengan Dzikir dan Istigfar di Bulan Ramadan

Ketenangan batin menjadi fondasi utama keseimbangan Ramadan. Salah satu amalan sederhana yang bisa dilakukan kapan saja adalah memperbanyak dzikir dan istigfar.

“Perbanyak istighfar karena dengan beristighfar kita mengingat Allah dan insyaallah hati kita adem,” kata Ustadz Assad.

Dzikir bukan hanya praktik spiritual, tapi juga cara alami mengelola stres selama Ramadan. Saat hati gelisah atau pikiran dipenuhi kekhawatiran, dzikir membantu meredakan ketegangan, meningkatkan kesadaran diri, serta menumbuhkan rasa syukur.

3. Menjaga Fisik dengan Pola Hidup Seimbang Saat Ramadan

Keseimbangan Ramadan tidak akan tercapai tanpa kondisi tubuh yang prima. Oleh sebab itu, menjaga pola hidup sehat tetap menjadi kunci utama selama puasa. Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain menjaga kecukupan cairan saat sahur dan berbuka, memilih makanan bergizi seimbang, melakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan santai, serta tidur cukup agar tubuh tidak mudah lelah. Tubuh yang bugar membantu pikiran lebih fokus dan hati lebih stabil. Dengan kondisi fisik yang terjaga, ibadah bulan puasa pun dapat dijalankan secara optimal.

4. Mengurangi Pemicu Stres Harian

Ramadan juga menjadi waktu yang tepat untuk mengurangi kebiasaan yang memicu kelelahan mental, seperti terlalu lama bermain media sosial, bergosip, atau memperdebatkan hal yang tidak penting. Menggantinya dengan kegiatan positif seperti mengikuti kajian, membaca buku, atau berkumpul bersama keluarga dapat meningkatkan kualitas emosional selama Ramadan. Lingkungan yang lebih tenang dan aktivitas yang lebih bermakna akan membantu menjaga stabilitas hati.

Manfaat Puasa untuk Fungsi Otak

Melansir dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Ayosehat.kemkes, puasa tidak hanya melatih pengendalian diri, tapi juga meningkatkan fungsi otak agar pikiran lebih stabil dan fokus saat ibadah. Puasa dapat meningkatkan produksi hormon neurotropik yang berperan dalam pertumbuhan dan perlindungan sel-sel otak. Proses ini membantu mengurangi stres mental, sehingga target ibadah lebih mudah dicapai karena otak lebih tajam.

Aktivitas Fisik Ringan Bisa Dilakukan Saat Puasa

Aktivitas fisik ringan seperti jalan santai, bersepeda pelan, atau peregangan sederhana juga direkomendasikan untuk menjaga tubuh tetap bugar dan meningkatkan stamina ibadah selama puasa. Melansir dari Ayosehat.kemkes, aktivitas ini ideal dilakukan sebelum berbuka atau setelah sahur sekitar 20 menit. Dengan begitu, fisik yang kuat akan mendukung pikiran jernih serta hati tenang sepanjang bulan puasa.

Penutup

Ramadan sejatinya menjadi latihan menyeluruh bagi jiwa dan raga. Dengan menata pikiran melalui target ibadah, menenangkan hati lewat dzikir, menjaga kesehatan fisik, serta mengurangi pemicu stres, bulan suci dapat dijalani tanpa drama emosi dan lebih bermakna.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar bulan puasa, kesehatan, gaya hidup, edukasi, inspirasi islami, tips ibadah, dan kabar terbaru hanya di Garap Media.

Referensi:

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /