Rahasia Waktu Terbaik Beri Screen Time Anak
Di era digital saat ini, screen time atau waktu anak mengakses layar gadget menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Baik untuk hiburan, belajar, maupun komunikasi, gawai kini menjadi alat yang hampir selalu ada di tangan anak-anak. Namun, pertanyaannya adalah: kapan waktu terbaik memberi screen time anak agar manfaatnya maksimal dan risikonya minimal? Menentukan waktu yang tepat sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang mereka, sekaligus menjaga kesehatan fisik dan mental.
Mengapa Waktu Screen Time Harus Diatur?
Memberikan akses gadget tanpa pengaturan waktu yang tepat bisa berdampak buruk pada kesehatan mata, kualitas tidur, hingga kemampuan konsentrasi anak. American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan screen time dibatasi sesuai usia anak, dan dipadukan dengan aktivitas fisik serta interaksi sosial.
Dengan memilih waktu yang tepat, screen time dapat menjadi sarana edukasi yang efektif tanpa mengganggu aktivitas penting lainnya seperti belajar, bermain di luar, dan berinteraksi dengan keluarga.
Panduan Waktu Terbaik Memberi Screen Time Anak
Setelah Aktivitas Belajar atau Sekolah
Memberi screen time setelah anak menyelesaikan tugas sekolah atau kegiatan belajar bisa menjadi bentuk hadiah yang menyenangkan. Hal ini juga melatih anak untuk memahami konsep prioritas: kewajiban terlebih dahulu, hiburan kemudian.
Namun, durasi tetap harus dibatasi. Untuk anak usia 6–12 tahun, sebaiknya tidak lebih dari 1–2 jam per hari dengan konten yang sesuai usia.
Saat Menunggu atau dalam Perjalanan
Perjalanan panjang atau menunggu di ruang tunggu sering kali membuat anak bosan. Screen time pada momen ini bisa membantu mengisi waktu, terutama jika diisi dengan video edukasi atau permainan interaktif yang merangsang kreativitas.
Tips tambahan: gunakan headphone khusus anak dan atur volume aman agar tidak merusak pendengaran.
Bersama Orang Tua pada Waktu Luang
Inilah waktu yang sering terlewat oleh banyak orang tua. Menonton atau bermain bersama anak di depan layar bukan hanya memberikan hiburan, tetapi juga memperkuat ikatan emosional.
Misalnya, menonton film keluarga pada akhir pekan sambil berdiskusi tentang isi ceritanya bisa meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan komunikasi anak.
Waktu yang Sebaiknya Dihindari untuk Screen Time
Sebelum Tidur Malam
Paparan cahaya biru dari layar gadget dapat mengganggu produksi melatonin, hormon yang membantu tidur. Akibatnya, anak bisa sulit tidur atau mengalami kualitas tidur yang buruk.
Sebaiknya hentikan screen time minimal satu jam sebelum waktu tidur dan ganti dengan kegiatan seperti membaca buku cerita atau berbincang santai.
Saat Makan
Membiasakan anak menatap layar saat makan dapat mengurangi kesadaran terhadap rasa kenyang dan membuat mereka kurang menikmati makanan. Lebih baik gunakan waktu makan sebagai momen interaksi keluarga.
Tips Mengelola Screen Time Agar Tetap Positif
Gunakan parental control untuk memfilter konten yang tidak sesuai.
Selalu diskusikan isi tontonan atau permainan dengan anak.
Kombinasikan screen time dengan aktivitas fisik seperti bermain di luar atau olahraga ringan.
Tetapkan aturan yang konsisten dan libatkan anak dalam membuat jadwal screen time.
Menentukan waktu terbaik memberi screen time anak adalah langkah penting untuk memastikan teknologi memberi manfaat, bukan justru merugikan. Dengan panduan yang tepat, orang tua dapat mengarahkan penggunaan gadget menjadi sarana pembelajaran dan hiburan yang sehat.
Untuk informasi menarik lainnya seputar keluarga, kesehatan, dan gaya hidup, terus ikuti berita terbaru di Garap Media.
Lampiran Referensi:
