Rahasia Gelap Film Pangarasa Bikin Heboh!
Film Pangarasa menjadi sorotan karena berhasil menggabungkan horor, budaya Mandailing, dan kisah penuh misteri dalam satu karya. Disutradarai oleh Reza Ryan Saputra, film ini diproduksi oleh Syukri Group dan sudah mencuri perhatian publik sebelum perilisannya. Antusiasme masyarakat terbukti nyata, karena 1.050 tiket nonton bareng habis terjual hanya dalam delapan jam.
Kehadiran film ini bukan sekadar tontonan, melainkan juga representasi kearifan lokal Mandailing yang jarang diangkat ke layar. Dengan latar cerita sebuah gubuk sunyi yang menyimpan rahasia kelam, Pangarasa diprediksi menjadi salah satu film horor budaya paling menarik tahun ini.
Latar Belakang dan Premis Cerita
Film Pangarasa lahir dari semangat sineas lokal untuk menghadirkan karya yang bukan hanya menegangkan, tetapi juga sarat makna budaya. Judulnya sendiri, Pangarasa, diambil dari istilah dalam bahasa Mandailing yang erat kaitannya dengan rasa dan hati nurani.
Premis ceritanya berpusat pada sebuah gubuk sunyi di kampung. Dari luar terlihat biasa, tetapi di dalamnya tersembunyi kisah kelam yang mengubah kehidupan masyarakat sekitar. Sentuhan horor berpadu dengan drama emosional membuat film ini berbeda dengan horor urban kebanyakan.
Produksi dan Kreativitas Lokal
Film ini digarap oleh Reza Ryan Saputra bersama Syukri Group, sebuah kombinasi yang menghadirkan energi segar di industri perfilman daerah. Uniknya, film ini tidak hanya melibatkan aktor profesional, tetapi juga tokoh masyarakat setempat. Bahkan, Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution, ikut berperan di dalamnya.
Keterlibatan pejabat daerah memberi warna tersendiri sekaligus memperkuat kedekatan film ini dengan masyarakat Mandailing. Selain itu, penggunaan bahasa dan adat lokal memperkaya nuansa cerita sehingga terasa lebih otentik.
Jadwal Tayang dan Antusiasme Penonton
Film Pangarasa akan tayang perdana pada 31 Agustus 2025 di Ballroom Ladang Sari, Gunung Tua, Panyabungan. Lokasi ini dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap tanah Mandailing, sekaligus mempererat hubungan emosional dengan masyarakat sekitar.
Penjualan tiket pun mencatat sejarah. Hanya dalam 8 jam, lebih dari seribu tiket resmi ludes terjual. Fakta ini membuktikan bahwa film lokal bisa mendapat sambutan luar biasa, bahkan menyaingi film nasional di kota-kota besar.
Trailer dan Sambutan Awal
Trailer resmi yang sudah beredar menampilkan atmosfer mencekam dengan visual gubuk tua yang gelap dan penuh misteri. Musik latar yang menghantui semakin mempertegas kesan horor klasik bercampur modern.
Respon awal penonton di media sosial sangat positif. Banyak yang mengaku penasaran dengan cerita utuhnya, terutama karena film ini tidak sekadar horor biasa, tetapi juga sarat pesan budaya Mandailing.
Nilai Budaya dalam Horor Lokal
Keunikan film Pangarasa ada pada perpaduan budaya dan rasa takut. Adegan-adegan horor dibangun bukan hanya lewat jumpscare, melainkan melalui simbol, mitos, dan nilai budaya.
Dengan demikian, film ini bukan hanya menghibur, tetapi juga mengedukasi generasi muda tentang kekayaan tradisi Mandailing. Kehadirannya menjadi tonggak baru bagaimana horor bisa tampil dengan identitas lokal yang kuat.
Film Pangarasa membuktikan bahwa karya horor lokal bisa tampil berkelas, sarat budaya, dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Dengan antusiasme yang luar biasa, film ini pantas ditunggu sebagai representasi horor budaya Mandailing yang berbeda dari biasanya.
Jangan lewatkan kisah lengkap dan update terbaru seputar dunia hiburan lainnya, hanya di Garap Media!
Referensi
