Rahasia Blekutak: Si Sotong Pintar yang Lebih Bergizi dari Cumi-Cumi!
Blekutak, atau sotong, merupakan salah satu spesies cephalopoda yang masih sering disamakan dengan cumi-cumi. Padahal, hewan laut ini memiliki ciri fisik, perilaku, dan struktur tubuh yang berbeda. Blekutak dikenal sebagai hewan yang cerdas dan memiliki kemampuan berkamuflase sangat cepat berkat sel kromatofor di kulitnya (Wikipedia, n.d.-a).
Selain keunikan biologisnya, blekutak juga dikenal memiliki nilai ekonomi tinggi serta kandungan gizi yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Dagingnya kaya akan protein, mineral, serta asam lemak omega-3 yang mendukung fungsi jantung dan otak (Alodokter, 2023).
Ciri dan Perilaku Blekutak
Blekutak memiliki tubuh pipih dan lebar dengan cangkang dalam yang disebut tulang sotong atau cuttlebone. Struktur ini berfungsi membantu mereka mengatur daya apung di air laut. Warna tubuhnya dapat berubah sangat cepat, memungkinkan mereka menyamar dari predator atau berkomunikasi dengan sesama (SeaLifeBase, n.d.).
Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa blekutak memiliki kecerdasan tinggi di antara hewan laut tanpa tulang belakang. Mereka mampu memecahkan masalah sederhana dan mengingat pola dalam waktu lama, mirip dengan kemampuan kognitif pada gurita (Marine Life India, 2014).
Perbedaan Blekutak dan Cumi-Cumi Biasa
Meski terlihat mirip, blekutak dan cumi-cumi berasal dari ordo berbeda. Blekutak termasuk ordo Sepiida, sedangkan cumi-cumi termasuk Teuthida. Tubuh blekutak lebih lebar dan pipih, serta memiliki tulang sotong yang berfungsi mengatur daya apung. Sebaliknya, cumi-cumi berbentuk ramping dan panjang tanpa struktur tulang sotong (Wikipedia, n.d.-b).
Dalam hal habitat, blekutak lebih sering ditemukan di dasar laut dangkal dan bergerak lambat dengan kemampuan kamuflase tinggi. Cumi-cumi biasanya hidup di laut lepas dan berenang cepat. Dari segi tekstur daging, blekutak terasa lebih lembut dan tebal, sedangkan cumi-cumi lebih kenyal. Kandungan nutrisi blekutak lebih kaya kalsium dan fosfor, sementara cumi-cumi mengandung lemak dan kalori yang lebih rendah (HelloSehat, n.d.).
Blekutak sering diolah menjadi hidangan khas seperti sotong masak hitam, sedangkan cumi-cumi lebih umum ditemukan dalam sajian cumi goreng tepung atau sate cumi bakar.
Manfaat Kesehatan Blekutak
Kandungan protein tinggi dalam daging blekutak membantu pembentukan otot dan perbaikan jaringan tubuh. Selain itu, zat besi dan vitamin B12 yang terdapat di dalamnya berperan penting dalam pembentukan sel darah merah dan pencegahan anemia. Omega-3 yang terkandung di dalam blekutak juga baik untuk menjaga kesehatan jantung serta meningkatkan fungsi otak dan daya ingat (Alodokter, 2023).
Manfaat blekutak ini serupa dengan cumi-cumi pada umumnya, namun beberapa studi menyebutkan bahwa kandungan mineralnya sedikit lebih tinggi, terutama fosfor dan kalsium, yang penting untuk kekuatan tulang dan gigi (HelloSehat, n.d.).
Pelestarian dan Ekonomi Laut
Menurut data dari SeaLifeBase (n.d.), blekutak atau Sepiella inermis tersebar di wilayah Indo-Pasifik dan umumnya hidup di kedalaman 10–150 meter. Populasinya tergolong stabil, tetapi aktivitas penangkapan berlebih dan pencemaran laut dapat memengaruhi keseimbangan ekosistemnya.
Blekutak juga memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar makanan laut Asia. Produk olahan seperti sotong kering dan tinta sotong banyak diekspor karena kandungan gizinya yang tinggi dan citarasa khasnya.
Blekutak bukan hanya hewan laut yang indah dan unik, tetapi juga menyimpan banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Dengan memahami perbedaannya dari cumi-cumi dan pentingnya menjaga populasinya, kita dapat lebih menghargai keberagaman laut Indonesia.
Terus ikuti berita menarik lainnya seputar dunia laut, lingkungan, dan sains hanya di Garap Media — sumber terpercaya untuk wawasan maritim dan alam.
Referensi
