Quarter-Life Crisis: Panduan Bertahan di Usia 20-an

Last Updated: 19 February 2026, 08:24

Bagikan:

quarter life crisis
Refleksi diri menghadapi tantangan emosional selama fase Quarter-Life Crisis. (Foto: Pexels)
Table of Contents

Quarter-Life Crisis – Memasuki usia 20-an sering kali dianggap sebagai masa keemasan dengan energi puncak dan peluang luas. Namun, realitasnya justru banyak anak muda terjebak dalam fenomena psikologis Quarter-Life Crisis atau krisis seperempat abad. Fase ini penuh dengan tekanan eksistensial mendalam mengenai karier, hubungan, dan status sosial di tengah tuntutan zaman yang serba cepat.

1. Akar Psikologis: Mengapa Quarter-Life Crisis Terjadi?

Perasaan kehilangan arah pada rentang usia 20 hingga 30 tahun berkaitan erat dengan konsep stagnasi yang diperkenalkan oleh Erikson (1968). Pada masa ini, individu menghadapi krisis antara intimasi dan isolasi. Ketidakmampuan membangun hubungan bermakna dapat memicu stres berkepanjangan hingga depresi karena seseorang merasa berada di persimpangan jalan tanpa tahu arah. Selain itu, secara mental, fase ini adalah upaya otak menyinkronkan harapan masa kecil dengan realitas dewasa. Berikut adalah pemetaan masalah yang sering muncul:

KategoriHal yang DirasakanDeskripsi Singkat
EmosionalKecemasan Masa DepanTakut tidak sukses atau tidak memiliki tujuan jelas.
EmosionalPerasaan TerjebakMerasa terjebak dalam rutinitas yang tidak sesuai rencana (passion).
SosialSindrom PerbandinganTerus membandingkan diri dengan orang lain di media sosial (FOMO).
KarierImposter SyndromeMerasa tidak kompeten meski sebenarnya berprestasi.
EksistensialKrisis IdentitasMempertanyakan kontribusi diri bagi dunia.

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /