Protes Santri Guncang Trans7: Tuntut Maaf dan Etika

Last Updated: 17 October 2025, 03:29

Bagikan:

Para santri dan alumni pesantren mengepung kantor Trans7 membawa spanduk tuntutan, menuntut klarifikasi atas tayangan yang dianggap melecehkan. Sumber Gambar: mili.id.
Table of Contents

Protes Santri Guncang Trans7: Tuntut Maaf dan Etika

Aksi demo santri trans7 meletus sebagai respons keras terhadap tayangan program Xpose Uncensored yang ditayangkan Trans7 pada 13 Oktober 2025, di mana sejumlah adegan dan narasi dianggap melecehkan martabat pesantren dan kiai (Detik, 2025; Tempo, 2025). Pemberitaan itu memicu gerakan boikot dan protes dari berbagai wilayah, khususnya di Jember, Kediri, dan komunitas pesantren se-Jawa Timur.

Gelombang protes ini tak hanya berupa tudingan terhadap stasiun televisi, tetapi juga permintaan agar Trans7 memperbaiki praktek editorial, menyampaikan permintaan maaf terbuka di jam utama, dan dihukum secara etika jika terbukti melanggar standar jurnalistik (NU Online, 2025).


Latar Belakang Insiden (demo santri trans7)

Tayangan Xpose Uncensored pada 13 Oktober 2025 memuat narasi soal kehidupan di pesantren — seperti pernyataan bahwa “santrinya minum susu aja kudu jongkok” — yang kemudian dinilai sebagai stereotip negatif dan penghinaan terhadap santri dan kiai (MUI, 2025). (MUI, 2025)
Program tersebut kemudian menuai kecaman dari berbagai elemen masyarakat, termasuk KU-ISNU, BEM PTNU, hingga organisasi santri di berbagai daerah (NU Online, 2025). (NU Online, 2025)

Trans7 pun merespons dengan permintaan maaf resmi. Direktur Produksi Andi Chairil mengakui kelalaian dalam proses editorial, meski materi diserahkan oleh rumah produksi (PH) tetap menjadi tanggung jawab Trans7. (Detik, 2025) (Tirto, 2025)
Trans7 bahkan mengadakan audiensi dengan alumnus Ponpes Lirboyo untuk membahas permasalahan tersebut secara internal. (Detik, 2025)


Titik Aksi & Skala Protes

Di Kabupaten Jember, ratusan santri dan alumni pondok pesantren bergerak menuju pusat perbelanjaan Transmart Jember, bukan ke kantor stasiun langsung, karena Transmart berada di bawah grup usaha yang sama (CT Group). (Republika, 2025; TagarJatim, 2025) (Republika, 2025) (TagarJatim, 2025)
Massa kemudian melakukan orasi dan menyerahkan tuntutan di halaman Transmart, lalu bergerak ke Pendapa Wahyawibawagraha untuk menyampaikan aspirasinya ke bupati setempat (TagarJatim, 2025) (TagarJatim, 2025).

Selain di Jember, aksi solidaritas juga muncul di Kudus, di mana Aliansi Santri Membela Kiai mendesak Trans7 meminta maaf ke Ponpes Nurul Asna dan institusi pesantren lain (SuaraBaru, 2025). (SuaraBaru, 2025)
Di Jember sendiri, para kiai pesantren menggelar deklarasi — bahwa permintaan maaf saja tidak cukup — dan menuntut tindakan nyata dari stasiun televisi (Ngopibareng, 2025). (Ngopibareng, 2025)


Tuntutan Utama dari Pengikut Pondok

Beberapa tuntutan yang mencuat dalam aksi demo santri trans7:

  1. Trans7 wajib menayangkan permohonan maaf secara terbuka selama tujuh hari berturut-turut pada slot prime time (Antara, 2025) (Antara, 2025).
  2. Segera menghentikan penayangan konten yang merendahkan nilai pesantren, serta memperbaiki proses editorial dan perizinan PH.
  3. Mendesak Dewan Pers dan KPI untuk melakukan audit etika murni dan menjatuhkan sanksi jika terbukti pelanggaran (Tempo, 2025) (NU Online, 2025).
  4. Menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada seluruh santri, pengasuh, dan komunitas pesantren di Indonesia.

Respons Trans7 & Evaluasi Publik

Trans7 telah menyampaikan permintaan maaf kepada Pondok Pesantren Lirboyo, pengasuh, santri, dan alumni (Tempo, 2025) (CNN Indonesia, 2025).
Dalam audiensi bersama alumnus, Trans7 mengakui kelalaian meski konten tersebut diserahkan PH, dan menyatakan akan mendiskusikan sanksi internal terhadap PH bersangkutan. (Detik, 2025)
Namun kritik tetap datang — banyak pihak, termasuk para kiai dan tokoh pesantren, menyatakan bahwa permintaan maaf saja tidak cukup. Mereka meminta agar Trans7 melakukan tindakan nyata dan koreksi mendasar terhadap praktik penyiaran (Ngopibareng, 2025) (NU Online, 2025).


Implikasi Terhadap Media dan Kebebasan Pers

Kasus demo santri trans7 memperlihatkan dilema antara kebebasan pers dan tanggung jawab sosial media. Media perlu menyadari bahwa konten yang menyentuh wilayah agama / budaya memiliki dampak berat terhadap kohesi sosial.
KPI dan Dewan Pers kini dituntut perannya sebagai pengawas agar standar jurnalistik tidak dilanggar demi rating. Transparansi dalam editorial dan pengawasan lebih ketat menjadi sorotan utama jika insiden serupa ingin dihindari di masa depan.


Kasus protes para santri terhadap Trans7 menegaskan bahwa media tidak bisa semena-mena menyentuh identitas keagamaan tanpa konsekuensi. demo santri trans7 telah menjadi simbol bahwa komunitas pesantren juga punya suara kritis dalam wacana publik.

Pantau terus update terbaru dan analisis kritis seputar media, agama, dan masyarakat di Garap Media. Jangan lupa kunjungi bagian berita lain di Garap Media agar kamu terus terinformasi berbagai perspektif menarik.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /