Film crime–action Korea Selatan berjudul Project Y resmi menjadi sorotan publik setelah meraih penghargaan internasional sekaligus menuai perdebatan di dalam negeri. Dibintangi Han So-hee dan Jeon Jong-seo, film ini mengangkat kisah kelam dua perempuan yang terjebak dalam pusaran dunia kriminal di Gangnam.
Tak hanya ramai diperbincangkan karena jajaran pemainnya, Project Y juga menarik perhatian karena berhasil memenangkan penghargaan Best Film di ajang London East Asia Film Festival. Namun di sisi lain, sejumlah kritik tajam turut mengiringi perjalanannya di box office.
Project Y dan Kemenangan di Festival Internasional
Film Project Y dikabarkan memenangkan penghargaan Best Film di London East Asia Film Festival ke-10. Penghargaan tersebut diberikan atas pendekatan neo-noir yang kuat dengan karakter perempuan sebagai pusat cerita (Times of India, 2025).
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa film ini dipuji karena menghadirkan kisah kriminal dengan sudut pandang berbeda, menyoroti relasi kompleks dua sahabat yang bertahan hidup di lingkungan keras.
Kemenangan ini semakin memperkuat posisi Project Y sebagai salah satu film Korea yang diperhitungkan dalam ranah festival internasional.
Sinopsis Project Y: Gangnam dari Sisi Tergelap
Project Y mengikuti kisah Mi-sun dan Do-kyung, dua perempuan yang telah lama hidup di distrik Gangnam, Seoul. Di balik citra glamor kawasan tersebut, film ini memperlihatkan sisi gelap berupa tekanan sosial, kekerasan, dan transaksi ilegal.
Menurut laporan media Korea, film ini secara eksplisit menggambarkan sisi kelam distrik hiburan dan bagaimana sistem sosial dapat mendorong individu pada keputusan ekstrem (The Chosun Ilbo, 2026).
Ketika kesempatan untuk keluar dari kehidupan berbahaya tampak di depan mata, keduanya justru dihadapkan pada pilihan moral besar setelah menemukan uang dan emas ilegal. Dari sinilah konflik utama berkembang menjadi pertaruhan hidup dan mati.
Chemistry Han So-hee dan Jeon Jong-seo di Project Y
Salah satu daya tarik utama Project Y adalah kolaborasi Han So-hee dan Jeon Jong-seo. Dalam wawancara dengan media Korea, Jeon Jong-seo menyebut kedekatan usia mereka membantu membangun chemistry yang natural di layar (Korea JoongAng Daily, 2026).
Interaksi emosional kedua karakter menjadi fondasi kuat film ini. Project Y tidak hanya menonjolkan adegan aksi. Film ini juga mengeksplorasi dinamika psikologis serta dilema moral para tokohnya.
Pendekatan tersebut membuat Project Y terasa lebih personal dibandingkan film aksi konvensional.
Jadwal Tayang Project Y di Indonesia
Bagi penonton Tanah Air, Project Y dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 6 Maret 2026. Informasi ini dilaporkan media hiburan nasional yang memasukkan film tersebut dalam daftar rilis awal Maret di jaringan bioskop nasional (KapanLagi, 2026).
Dengan jadwal tersebut, penonton Indonesia dapat menyaksikan langsung chemistry Han So-hee dan Jeon Jong-seo. Keduanya tampil dalam balutan cerita neo-noir yang penuh ketegangan di layar lebar.
Terlepas dari pro dan kontra, Project Y menunjukkan bahwa film dengan karakter perempuan kuat masih memiliki tempat di industri perfilman global. Pendekatan neo-noir yang diusungnya juga mendapat apresiasi. Penghargaan internasional menjadi bukti pengakuan atas kualitas artistiknya.
Ikuti terus ulasan film terbaru, berita hiburan, dan perkembangan industri perfilman hanya di Garap Media. Jangan lewatkan informasi terkini yang kami sajikan secara lengkap dan terpercaya.
Referensi
