Pramugari Gadungan Batik Air Terbongkar, Ketipu Rp30 Juta hingga Viral dan Diperiksa Polisi

Last Updated: 8 January 2026, 22:28

Bagikan:

Pramugari Gadungan Batik Air
Kasus pramugari gadungan Batik Air yang viral ini menjadi sorotan setelah terungkap adanya penipuan Rp30 juta dan celah keamanan bandara yang ikut dipertanyakan. Sumber gambar: Polresta Bandara Soetta
Table of Contents

Kasus pramugari gadungan Batik Air mendadak viral setelah seorang wanita muda kedapatan menyamar sebagai awak kabin dan berhasil masuk ke area bandara hingga pesawat. Aksi tersebut menuai sorotan publik karena dinilai membahayakan aspek keamanan penerbangan dan menimbulkan pertanyaan besar soal pengawasan di bandara.

Peristiwa ini kemudian ditangani aparat kepolisian Bandara Soekarno-Hatta. Dari hasil pemeriksaan awal, terungkap bahwa pelaku nekat melakukan penyamaran bukan tanpa alasan. Fakta-fakta di balik kasus ini pun menjadi perhatian luas media nasional.

Kronologi Kasus Pramugari Gadungan Batik Air

Aksi Penyamaran Terbongkar

Kasus pramugari gadungan ini bermula ketika seorang perempuan bernama Khairun Nisa (23), warga Palembang, Sumatera Selatan, viral di media sosial usai terlihat mengenakan seragam pramugari Batik Air lengkap. Dalam rekaman video yang beredar, Nisa tampak percaya diri berjalan di area bandara seolah merupakan awak kabin resmi maskapai tersebut (detikcom, 2026).

Kecurigaan muncul karena atribut yang digunakan diketahui merupakan seragam lama Batik Air yang sudah tidak dipakai lagi. Setelah dilakukan pemeriksaan internal oleh pihak maskapai dan otoritas bandara, identitas Nisa dipastikan bukan pramugari Batik Air.

Diamankan Polisi Bandara

Setelah penyamarannya terungkap, Nisa diamankan oleh polisi Bandara Soekarno-Hatta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian menyatakan bahwa tindakan tersebut dilakukan untuk memastikan tidak adanya pelanggaran serius terhadap keamanan penerbangan (ANTARA News, 2026).

Polisi juga menegaskan bahwa pemeriksaan dilakukan secara intensif guna menggali motif serta memastikan apakah terdapat unsur pidana lain dalam kasus ini.

Motif di Balik Aksi Pramugari Gadungan

Ingin Membahagiakan Orang Tua dan Korban Penipuan

Berdasarkan keterangan kepolisian, motif di balik aksi pramugari gadungan ini berkaitan erat dengan penipuan yang dialami pelaku. Khairun Nisa mengaku telah menyerahkan uang sebesar Rp30 juta kepada seseorang yang menjanjikan dapat meloloskannya menjadi pramugari Batik Air. Namun, setelah uang tersebut diberikan, pihak yang menjanjikan pekerjaan itu tidak lagi bisa dihubungi dan janji tersebut tidak pernah terealisasi (detikcom, 2026).

Merasa tertekan dan malu kepada keluarga, Nisa kemudian nekat menyamar sebagai pramugari. Ia bahkan membuat unggahan palsu di media sosial agar orang tuanya percaya bahwa dirinya benar-benar telah diterima bekerja sebagai awak kabin. Tekanan psikologis dan keinginan untuk membahagiakan keluarga menjadi faktor pendorong utama di balik tindakannya tersebut.

Viral dan Jadi Sorotan Publik

Setelah video dan foto penyamaran tersebut beredar luas, publik memberikan beragam reaksi. Sebagian warganet menyayangkan tindakan yang dinilai berbahaya, sementara lainnya mengungkapkan simpati atas latar belakang pelaku. Kasus ini pun menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial dan portal berita nasional (JPNN, 2026).

Evaluasi Keamanan Bandara

Sorotan terhadap SOP

Kasus pramugari gadungan Batik Air ini turut memicu evaluasi terhadap standar operasional prosedur (SOP) keamanan bandara. Publik mempertanyakan bagaimana seseorang yang bukan awak kabin resmi dapat mengakses area tertentu dengan atribut palsu.

Pihak kepolisian dan pengelola bandara menyatakan akan melakukan evaluasi internal agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari, demi menjaga keselamatan penerbangan dan kepercayaan publik (ANTARA News, 2026).

Kasus pramugari gadungan Batik Air menjadi pengingat bahwa keamanan bandara merupakan aspek krusial yang tidak boleh lengah. Di sisi lain, peristiwa ini juga memperlihatkan bagaimana tekanan sosial dan keinginan untuk diakui dapat mendorong seseorang melakukan tindakan berisiko.

Ikuti terus berita-berita aktual dan mendalam lainnya hanya di Garap Media. Temukan berbagai laporan investigatif dan isu terkini yang dikemas informatif dan terpercaya.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /