Pramono Tegas Soroti Keselamatan Transjakarta Usai Insiden Penumpang Tunanetra Jatuh ke Got

Last Updated: 14 January 2026, 16:41

Bagikan:

Penumpang Transjakarta Tunanetra Jatuh
Pramono Anung menegaskan insiden penumpang tunanetra jatuh ke got harus menjadi evaluasi serius agar layanan Transjakarta benar-benar aman dan inklusif bagi semua. Sumber gambar: RCTI+
Table of Contents

Insiden penumpang tunanetra yang terjatuh ke got di kawasan Jakarta Selatan memicu reaksi keras publik. Peristiwa ini dinilai mencerminkan lemahnya penerapan standar keselamatan dan layanan inklusif di transportasi publik.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara terbuka menyampaikan permintaan maaf dan menegaskan bahwa kejadian serupa tidak boleh kembali terjadi. Ia meminta evaluasi menyeluruh terhadap layanan Transjakarta, khususnya bagi penyandang disabilitas.

Pramono Tegaskan Keselamatan Transjakarta Tak Boleh Diabaikan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas insiden penumpang tunanetra yang jatuh ke got di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan. Ia menegaskan kejadian tersebut tidak boleh terulang karena menyangkut keselamatan Transjakarta sebagai layanan publik utama warga Jakarta (ANTARA News, 2026).

Pramono menyebut akan memberikan teguran kepada jajaran manajemen Transjakarta dan meminta agar standar operasional prosedur pendampingan bagi penyandang disabilitas benar-benar dijalankan secara konsisten di lapangan.

Kronologi Penumpang Tunanetra Jatuh ke Got

Peristiwa tersebut terjadi saat korban turun dari bus Transjakarta dan hendak melanjutkan perjalanan. Korban yang merupakan penyandang tunanetra tidak mendapatkan pendampingan fisik dari petugas hingga ke titik aman, sehingga terjatuh ke dalam saluran air di sekitar lokasi (RCTI+, 2026).

Rekaman video kejadian tersebut kemudian beredar luas di media sosial dan memicu reaksi keras dari masyarakat. Banyak pihak mempertanyakan kesiapan layanan Transjakarta dalam melindungi keselamatan penumpang berkebutuhan khusus.

Transjakarta Buka Suara dan Minta Maaf

Menanggapi viralnya insiden tersebut, PT Transjakarta menyampaikan permohonan maaf kepada korban dan masyarakat. Manajemen mengakui adanya kelalaian dalam pendampingan dan berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap layanan Transjakarta Cares (iNews.id, 2026).

Transjakarta juga menyatakan telah menjalin komunikasi langsung dengan korban serta berkomitmen meningkatkan pengawasan terhadap petugas agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Pramono Prihatin, Insiden Jadi Evaluasi Serius

Dalam pernyataannya, Pramono Anung mengaku prihatin dan menilai insiden ini sebagai pengingat bahwa transportasi publik harus ramah dan aman bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas (RCTI+, 2026).

Ia menekankan bahwa keselamatan Transjakarta tidak boleh dikompromikan demi alasan apa pun, terlebih menjelang usia Transjakarta yang telah melayani jutaan warga Jakarta setiap harinya.

Tantangan Mewujudkan Transportasi Publik Inklusif

Kasus ini kembali menyoroti tantangan besar dalam mewujudkan transportasi publik yang inklusif di Jakarta. Minimnya pendampingan langsung dan pengawasan petugas di lapangan masih menjadi persoalan utama.

Pengamat transportasi menilai diperlukan komitmen kuat dari pemerintah daerah dan operator untuk memastikan keselamatan Transjakarta benar-benar dirasakan oleh semua penumpang.

Insiden penumpang tunanetra jatuh ke got menjadi pengingat penting bahwa keselamatan Transjakarta harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan transportasi publik.

Untuk mengikuti perkembangan isu transportasi, kebijakan publik, dan berita terkini lainnya, baca selengkapnya hanya di Garap Media.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /