Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menerapkan sistem pemilahan sampah pasar di 153 Pasar Jaya Jakarta sebagai langkah pengurangan limbah perkotaan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa kebijakan tersebut bertujuan mengurangi volume sampah yang selama ini menumpuk di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantargebang.
Pramono Anung Terapkan Pemilahan Sampah Pasar di Seluruh Pasar Jaya Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa seluruh pasar di bawah pengelolaan Perumda Pasar Jaya wajib menerapkan sistem pemilahan sampah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai pasar tradisional menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar di ibu kota.
Pramono Anung menjelaskan bahwa sebagian besar limbah pasar berasal dari sampah organik seperti sayuran, buah, dan sisa makanan. Pemerintah daerah menilai pemisahan sampah sejak dari sumber akan mempercepat proses pengolahan limbah dan daur ulang sampah (DetikNews, 2026).
Program pemilahan sampah pasar akan diterapkan secara bertahap di 153 Pasar Jaya yang tersebar di wilayah Jakarta. Pengelola pasar akan menyediakan fasilitas pemilahan agar pedagang dan pengunjung dapat membuang sampah sesuai kategori.
Jenis sampah yang akan dipisahkan meliputi:
- Sampah organik dari sisa sayuran dan makanan.
- Sampah plastik dari kemasan dan kantong belanja.
- Sampah kardus dan kertas dari aktivitas distribusi barang.
- Sampah residu yang tidak dapat didaur ulang.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap kebijakan tersebut dapat mengurangi volume sampah harian yang dikirim ke Bantargebang.
Pasar Kramat Jati Jadi Contoh Besarnya Masalah Sampah Jakarta
Pasar Induk Kramat Jati menjadi sorotan setelah terjadi penumpukan sampah dalam jumlah besar di area pasar. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penerapan pemilahan sampah pasar secara menyeluruh.
Pramono Anung meminta Perumda Pasar Jaya segera menyelesaikan persoalan sampah di Pasar Kramat Jati agar aktivitas perdagangan tetap berjalan normal. Pemerintah daerah juga menambah armada pengangkut sampah untuk mempercepat penanganan limbah pasar (DetikNews, 2026).
Manager Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamun, menyebut bahwa pasar menghasilkan sekitar 120 hingga 150 ton sampah setiap hari. Sebagian besar limbah tersebut berupa sampah organik yang mudah membusuk dan menimbulkan bau tidak sedap jika tidak segera diangkut (DetikNews, 2026).
Beberapa dampak dari penumpukan sampah pasar meliputi:
- Gangguan kenyamanan pedagang dan pengunjung.
- Risiko pencemaran lingkungan sekitar pasar.
- Munculnya bau tidak sedap di area perdagangan.
- Potensi penyebaran penyakit akibat limbah.
- Penurunan kualitas kebersihan pasar tradisional.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai program pemilahan sampah pasar dapat membantu mengurangi masalah tersebut secara bertahap.
Pemilahan Sampah Pasar Dinilai Bisa Kurangi Beban Bantargebang
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mencari solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantargebang. Program pemilahan sampah pasar menjadi salah satu strategi utama karena volume sampah Jakarta terus meningkat setiap hari.
Pramono Anung menjelaskan bahwa sekitar 50 persen sampah Jakarta merupakan sampah organik. Pemerintah daerah menilai limbah organik dapat diolah menjadi kompos atau produk lain jika dipisahkan sejak awal (DetikNews, 2026).
Program pemilahan sampah pasar memiliki beberapa manfaat utama, yaitu:
- Mengurangi penumpukan sampah di Bantargebang.
- Mempermudah proses daur ulang limbah.
- Mendukung program ekonomi sirkular Jakarta.
- Mengurangi pencemaran lingkungan perkotaan.
- Menjaga kebersihan dan kesehatan pasar tradisional.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mulai mendorong pengelolaan sampah mandiri di sejumlah pasar agar proses penanganan limbah berjalan lebih cepat dan efisien.
Perumda Pasar Jaya Siapkan Fasilitas Pendukung Pemilahan Sampah Pasar
Perumda Pasar Jaya akan menyiapkan fasilitas khusus untuk mendukung program pemilahan sampah pasar. Pengelola pasar akan menempatkan tempat sampah terpisah di sejumlah titik strategis agar pedagang dan pengunjung lebih mudah memisahkan limbah.
Manager Humas Perumda Pasar Jaya, Topik Hidayatulloh, menyatakan bahwa pihaknya terus mempercepat pengangkutan sampah dan memperkuat koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta agar kondisi pasar tetap bersih dan nyaman (DetikNews, 2026).
Pemerintah daerah juga akan melakukan sosialisasi kepada pedagang agar program pemilahan sampah pasar berjalan efektif. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap pasar tradisional dapat menjadi contoh pengelolaan limbah modern di kawasan perkotaan.
Beberapa langkah yang sedang disiapkan meliputi:
- Penyediaan tempat sampah terpisah.
- Penambahan armada pengangkut limbah.
- Edukasi pedagang mengenai pemilahan sampah.
- Pengawasan rutin terhadap kebersihan pasar.
- Kerja sama dengan pengolah limbah dan bank sampah.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai keberhasilan program tersebut dapat membantu menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
Program Pemilahan Sampah Pasar Jadi Strategi Lingkungan Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor penting dalam pengelolaan sampah modern. Pramono Anung ingin masyarakat mulai terbiasa memisahkan sampah sejak dari sumber agar proses pengolahan limbah berjalan lebih efisien.
Pemerintah daerah juga sedang mengembangkan berbagai proyek pengolahan sampah seperti Refuse Derived Fuel dan fasilitas pengolahan limbah lainnya untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir.
Program pemilahan sampah pasar menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai memperkuat langkah konkret dalam pengurangan limbah perkotaan. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan pasar yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.
Pembaca dapat mengikuti berbagai informasi terbaru mengenai kebijakan lingkungan, pembangunan kota, dan isu publik lainnya hanya di Garap Media. Jangan lewatkan artikel menarik lain yang membahas perkembangan terbaru Jakarta dan daerah lain di Indonesia.
Referensi
