Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta meminta agar program bedah rumah di Jakarta dapat diakses oleh masyarakat dari semua agama. Ia menekankan agar bantuan perbaikan rumah yang dikelola bersama Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas (Bazis) DKI tersebut diberikan secara inklusif kepada warga kurang mampu yang membutuhkan.
Hal tersebut disampaikan Pramono kepada Ketua Baznas (Bazis) DKI Jakarta, Akhmad H Abu Bakar. Penyerahan dilakukan secara simbolis untuk 26 unit rumah hasil program bedah di Jalan Serdang Baru I Gg III Nomor 31, RT 007/RW 005, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Program Bedah Rumah Inklusif untuk Semua Agama
“Tadi saya meminta kepada penyelenggara, terutama Baznas (Bazis) untuk berkolaborasi dengan BUMD dan BUMN untuk semua agama diberikan kesempatan mendapatkan program bedah rumah ini,” kata Pramono.
Program tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Baznas Bazis, BUMD, BUMN, serta pihak swasta. Beberapa perusahaan yang terlibat antara lain PAM Jaya dan Dharma Jaya dari BUMD, serta Pertamina dan Pegadaian dari BUMN, selain dukungan pihak swasta.
Harap Bisa Perluas Jangkauan
Pramono berharap kolaborasi berbagai pihak dapat memperluas jangkauan program. Dengan demikian, semakin banyak warga yang akan terbantu.
“Mudah-mudahan program yang diadakan oleh Balai Kota bersama dengan Baznas Bazis, BUMD, BUMN, dan juga pihak swasta ini berjalan dengan baik,” kata dia.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam pemanfaatan dana yang dihimpun Baznas (Bazis).
“Supaya dana yang terkumpul di Baznas (Bazis) betul-betul termanfaatkan untuk masyarakat atau rakyat yang kurang beruntung,” ucap Pramono.
Sementara itu, Ketua Baznas (Bazis) DKI Jakarta Akhmad H Abu Bakar menyampaikan bahwa program telah menjangkau ribuan warga sejak beberapa tahun terakhir.
“Untuk tahun 2025 jumlah yang kita sudah laksanakan sebanyak 445 rumah,” kata Akhmad.
Secara keseluruhan sejak program tersebut berjalan hingga 2025, total rumah yang telah dibedah mencapai 3.509 unit. Penerima manfaat berasal dari berbagai latar belakang agama. Rinciannya terdiri dari agama Islam 3.440 penerima, agama Katolik 3 penerima, agama Kristen 5 penerima, dan agama Buddha 7 penerima. Adapun pada tahun 2026, Pemprov DKI Jakarta menargetkan sekitar 600 rumah dapat diperbaiki melalui program bedah rumah tersebut.
Penyerahan 26 Rumah Hasil Bedah
Pramono Anung telah menyerahkan 26 unit rumah hasil program yang dilaksanakan Pemprov DKI Jakarta bersama Baznas (Bazis) dan sejumlah mitra. Penyerahan secara simbolis dilakukan di Jalan Serdang Baru I Gg III Nomor 31, RT 007/RW 005, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2026).
“Hari ini secara resmi akan ada penyerahan 26 rumah yang terdiri dari Jakarta Pusat 10 rumah, Jakarta Barat 2 unit, Jakarta Selatan 11 unit, Jakarta Utara 1 unit, dan Jakarta Barat 2 unit,” ujarnya.
Pramono menjelaskan, anggaran per unit rumah berkisar Rp50 juta hingga Rp55 juta, dengan proses renovasi yang ditargetkan selesai dalam tiga minggu. Selama renovasi, penghuni difasilitasi tempat tinggal sementara.
“Tadi saya kebetulan berdialog secara langsung dengan Ibu Atun, yang pemilik rumah ini. Selama tiga minggu diberikan tempat untuk ngekos, dan dalam tiga minggu selesai,” ucap Pramono.
Program ini diharapkan membantu warga yang membutuhkan, seperti Ibu Atun (72) yang tinggal bersama empat anggota keluarga. Untuk 2026, Pemprov DKI Jakarta menargetkan sekitar 600 rumah diperbaiki melalui program ini.
Penutup
Program bedah rumah DKI Jakarta yang inklusif diharapkan dapat membantu warga dari berbagai agama secara merata. Dukungan dari Baznas (Bazis), BUMD, BUMN, dan pihak swasta sangat penting agar program ini berjalan lancar dan tepat sasaran.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar politik dan hukum, kebijakan publik, bantuan rumah, program sosial, dan bedah rumah hanya di Garap Media.
Referensi:
- Liputan6. (2026). Pramono Anung Minta Program Bedah Rumah DKI Jakarta Bisa Jangkau Warga Semua Agama. Retrieved from https://www.liputan6.com/news/read/6298805/pramono-anung-minta-program-bedah-rumah-dki-jakarta-bisa-jangkau-warga-semua-agama
