Prada Resmi Akuisisi Versace Hampir Rp23 Triliun, Dunia Fashion Geger
Akuisisi besar kembali mengguncang industri fesyen global. Prada Group resmi mengumumkan kesepakatan pembelian rumah mode legendaris Versace dari Capri Holdings dalam transaksi bernilai hampir US$1,4 miliar. Kabar ini cepat menjadi sorotan karena mempertemukan dua nama ikonik Italia dalam satu payung bisnis.
Langkah strategis ini tidak hanya menandai perluasan portofolio Prada Group, tetapi juga mencerminkan upaya konsolidasi brand mewah Eropa di tengah kompetisi global yang semakin ketat.
Akuisisi Prada Beli Versace Resmi Terjadi
Pengumuman Prada beli Versace dikonfirmasi langsung oleh sejumlah media internasional dan nasional. Reuters melaporkan bahwa Prada Group resmi menyelesaikan pembelian Versace dari Capri Holdings senilai sekitar US$1,4 miliar atau setara lebih dari Rp22–23 triliun, menjadikannya akuisisi terbesar dalam sejarah perusahaan asal Italia tersebut (Reuters, 2025).
Media Indonesia Liputan6 juga menyebut kesepakatan ini sebagai langkah besar yang akan memulangkan Versace ke kepemilikan grup fesyen Italia setelah beberapa tahun berada di bawah perusahaan Amerika Serikat. Prada disebut akan mempertahankan identitas kreatif Versace sembari memperkuat ekspansi retail global (Liputan6, 2025).
Alasan Strategis di Balik Akuisisi
Menurut laporan AP News, pembelian Versace dipandang sebagai upaya Prada memperluas jangkauan pasar dengan merangkul estetika berbeda minimalis khas Prada berpadu dengan gaya glamor Versace (AP News, 2025).
Media lokal Fimela turut menyoroti bahwa Versace memiliki basis penggemar kuat di segmen muda dan pasar Timur Tengah serta Asia, menjadikannya aset penting bagi ekspansi Prada Group (Fimela, 2025).
Dampak Terhadap Industri Fashion
Konsolidasi dua brand legendaris Italia ini menimbulkan spekulasi akan perubahan dinamika industri. Sejumlah analis menilai bahwa Prada beli Versace dapat memicu gelombang akuisisi lanjutan di sektor luxury fashion sebagai respons atas tekanan pasar dan perubahan preferensi konsumen.
Dari sisi kreatif, keberlanjutan identitas Versace menjadi perhatian publik. Prada Group menegaskan bahwa Versace akan tetap mempertahankan DNA desainnya di bawah kepemimpinan tim kreatif yang ada, sementara Grup Prada akan berperan dalam optimalisasi operasional dan ekspansi jaringan global.
Secara bisnis, sinergi diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi, pemasaran, dan produksi. Hal ini penting dalam menjaga profitabilitas di tengah biaya operasional yang terus meningkat.
Respons Pasar dan Publik
Vogue menilai kesepakatan ini sebagai salah satu momen terpenting industri fashion global dalam satu dekade terakhir karena menyatukan dua DNA desain Italia yang sangat kontras (Vogue, 2025).
Di Indonesia, pemberitaan Liputan6 dan Fimela juga ramai dibagikan di media sosial karena nilai transaksi yang fantastis serta potensi kolaborasi kreatif lintas merek.
Tantangan Integrasi
Meski peluang besar terbuka, Prada Group juga menghadapi tantangan integrasi manajemen dan budaya perusahaan. Versace memiliki karakter company culture yang berbeda dengan Prada. Tantangan ini akan menentukan keberhasilan pasca-akuisisi.
Analis memperingatkan bahwa kesalahan dalam menjaga keseimbangan brand identity berpotensi menurunkan nilai Versace di mata pasar. Oleh karena itu, pendekatan yang menghormati warisan desain Versace namun tetap memaksimalkan jejaring bisnis Prada menjadi kunci sukses jangka panjang.
Akuisisi Prada beli Versace menjadi tonggak penting dalam sejarah industri fesyen Italia. Perpaduan dua identitas besar ini membuka babak baru konsolidasi brand mewah di level global.
Untuk mengetahui dinamika terbaru seputar bisnis fesyen dan akuisisi merek ternama lainnya, pembaca dapat mengikuti berita-berita menarik dan analisis mendalam hanya di Garap Media.
Referensi
