Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintahannya terhadap penguatan peran keulamaan nasional dengan menyiapkan lahan khusus untuk pembangunan Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu titik paling strategis dan ikonik di Indonesia.
Rencana penyiapan lahan ini disampaikan langsung oleh Prabowo saat menghadiri pengukuhan Pengurus MUI Masa Khidmat 2025–2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta. Pernyataan tersebut sontak menjadi sorotan karena melibatkan lokasi premium sekaligus simbol pusat kekuasaan dan ekonomi nasional.
Gedung MUI HI Disiapkan Presiden Prabowo
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyatakan telah menyiapkan lahan seluas sekitar 4.000 meter persegi di sekitar Bundaran HI untuk pembangunan Gedung MUI HI. Gedung tersebut direncanakan tidak hanya menjadi kantor MUI, tetapi juga dapat digunakan oleh lembaga-lembaga Islam lain yang berperan secara nasional (Antara News, 2026).
Prabowo menilai MUI memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjaga persatuan umat, moderasi beragama, serta stabilitas sosial. Oleh karena itu, negara berkewajiban memberikan dukungan yang layak, termasuk dari sisi infrastruktur kelembagaan.
Lokasi Premium di Jantung Ibu Kota
Bundaran HI selama ini identik dengan pusat bisnis, hotel berbintang, dan ruang publik modern. Keputusan menempatkan Gedung MUI HI di kawasan tersebut dinilai membawa pesan simbolik bahwa peran ulama dan lembaga keagamaan sejajar dengan institusi penting lainnya di ibu kota (NU Online, 2026).
Pemerintah juga menyampaikan bahwa pembangunan gedung ini tetap akan memperhatikan aspek tata kota dan ruang publik. Prosesnya akan melalui kajian teknis serta koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah agar tidak menimbulkan polemik di kemudian hari.
Rencana Gedung hingga Puluhan Lantai
Sejumlah media melaporkan bahwa gedung MUI yang direncanakan di kawasan Bundaran HI dapat dibangun hingga puluhan lantai. Gedung tersebut akan difungsikan sebagai pusat koordinasi, pelayanan umat, hingga aktivitas sosial-keagamaan berskala nasional (Liputan6.com, 2026).
Selain MUI, Prabowo juga membuka peluang agar lembaga lain seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan organisasi Islam besar dapat memanfaatkan gedung tersebut secara bersama-sama, sehingga tercipta sinergi antarlembaga keumatan.
Rencana pembangunan Gedung MUI HI di Bundaran HI menunjukkan arah kebijakan pemerintahan Prabowo yang memberi ruang besar bagi penguatan institusi keumatan di pusat kekuasaan nasional. Meski masih dalam tahap penyiapan lahan, wacana ini telah memicu diskusi luas di ruang publik.
Ikuti perkembangan terbaru seputar kebijakan nasional, politik, dan isu strategis lainnya hanya di Garap Media. Jangan lewatkan berita penting dan analisis mendalam untuk memahami dinamika Indonesia ke depan.
Referensi
