Prabowo Reshuffle Kabinet: Sri Mulyani Diganti, Kementerian Baru Dibentuk
Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan reshuffle besar-besaran terhadap Kabinet Merah Putih pada Senin, 8 September 2025. Sejumlah menteri kunci diganti, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, di tengah gelombang protes nasional terkait tunjangan DPR dan situasi ekonomi yang menegang. Langkah ini mengejutkan publik sekaligus memicu reaksi pasar, membuat reshuffle kali ini jadi salah satu yang paling dramatis dalam sejarah politik Indonesia.
Latar Belakang Reshuffle
Gelombang demonstrasi nasional menjadi pemicu utama perombakan kabinet. Protes dipicu oleh isu tunjangan rumah anggota DPR yang mencapai Rp50 juta per bulan, hampir sepuluh kali lipat dari upah minimum Jakarta. Dalam kerusuhan, gedung DPRD dibakar, rumah Sri Mulyani dijarah, dan sedikitnya 8–10 orang tewas. Kondisi inilah yang mendorong Presiden Prabowo mengambil langkah cepat merombak jajaran menterinya.
Menteri yang Diganti
Beberapa posisi strategis mengalami perubahan besar:
- Sri Mulyani Indrawati (Menteri Keuangan) → digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa.
- Budi Gunawan (Menko Polhukam) → diberhentikan, penggantinya masih dijabat ad interim.
- Budi Arie Setiadi (Menteri Koperasi) → digantikan.
- Dito Ariotedjo (Menpora) → dicopot, posisi sementara masih kosong.
- Abdul Kadir Karding (Menteri Perlindungan Pekerja Migran) → diganti.
Pergantian nama-nama besar ini mengejutkan publik, terlebih karena dilakukan serentak dalam satu hari.
Pelantikan Menteri Baru
Dalam seremoni di Istana Negara, Presiden Prabowo melantik sejumlah nama baru:
- Purbaya Yudhi Sadewa – Menteri Keuangan
- Mukhtarudin – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
- Ferry Juliantono – Menteri Koperasi
- Mochamad Irfan Yusuf – Menteri Haji dan Umrah (kementerian baru)
- Dahnil Anzar Simanjuntak – Wakil Menteri Haji dan Umrah
Khusus Kementerian Haji dan Umrah, ini merupakan entitas baru yang dibentuk dari pengembangan Badan Penyelenggara Haji, menandai adanya restrukturisasi besar dalam urusan ibadah haji di Indonesia.
Dampak Ekonomi dan Politik
Reshuffle ini langsung berdampak ke pasar. Indeks saham Jakarta tercatat turun sekitar 1,3%, menunjukkan kekhawatiran investor. Namun, rupiah justru sempat menguat hingga 0,7%.
Analis menyoroti pencopotan Sri Mulyani sebagai kehilangan sosok kredibel di mata internasional. Kekhawatiran muncul bahwa Menteri Keuangan baru akan lebih mudah dipengaruhi Presiden dalam kebijakan fiskal, berpotensi melemahkan disiplin anggaran.
Namun, Purbaya Yudhi Sadewa optimis, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi 8% “bukan mustahil” jika pemerintah dan sektor swasta bekerja sama mendorong pemulihan ekonomi.
Respons Publik dan DPR
Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, menilai reshuffle ini adalah keputusan terbaik setelah evaluasi menyeluruh. Namun, publik masih terbelah: sebagian berharap wajah baru membawa angin segar, sementara yang lain khawatir stabilitas ekonomi jangka panjang justru terancam.
Reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo membuka babak baru dalam pemerintahan. Pergantian menteri kunci seperti Sri Mulyani hingga pembentukan Kementerian Haji dan Umrah menunjukkan arah kebijakan yang lebih agresif. Bagaimana dampaknya bagi politik dan ekonomi Indonesia ke depan masih perlu dicermati. Untuk informasi terkini seputar reshuffle dan dinamika politik nasional, jangan lewatkan update terbaru hanya di Garap Media.
Lampiran Referensi
