Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar pertemuan strategis dengan jajaran Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor. Pertemuan ini tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menjadi forum penting untuk membahas arah kebijakan ekonomi nasional, khususnya terkait penciptaan lapangan kerja.
Di tengah tantangan ketenagakerjaan dan ketidakpastian ekonomi global, Prabowo secara tegas meminta dunia usaha mengambil peran aktif. Ia menekankan bahwa pertumbuhan industri harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja yang luas dan berkelanjutan.
Pertemuan Prabowo dan Apindo di Hambalang
Pertemuan yang berlangsung di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, dihadiri oleh perwakilan pengusaha dari berbagai sektor strategis. Dalam forum tersebut, Prabowo membuka dialog terbuka mengenai kondisi ekonomi nasional, tantangan dunia usaha, serta peran industri dalam pembangunan jangka panjang.
Presiden menegaskan bahwa industri tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan. Menurut Prabowo, keberadaan industri harus memberikan manfaat nyata bagi rakyat, terutama dalam bentuk penciptaan lapangan kerja yang mampu mengangkat taraf hidup masyarakat (ANTARA News, 2026).
Prabowo Hambalang: Dorongan Nyata bagi Industri Padat Karya
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo secara khusus menyoroti pentingnya pengembangan industri padat karya. Ia menilai sektor seperti manufaktur, tekstil, garmen, alas kaki, furnitur, serta makanan dan minuman memiliki peran besar dalam menyerap tenaga kerja, terutama bagi masyarakat berpendidikan menengah.
Prabowo meminta para pengusaha untuk memperluas kapasitas produksi dan investasi, sehingga mampu membuka peluang kerja baru. Menurutnya, penciptaan lapangan kerja bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga dunia usaha sebagai mitra strategis negara.
Presiden menegaskan industri harus menjadi motor utama penyerapan tenaga kerja nasional. Ia juga menilai bahwa kebijakan pemerintah akan diarahkan untuk mendukung sektor-sektor yang terbukti mampu menciptakan banyak pekerjaan (DetikNews, 2026).
Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha
Prabowo menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menciptakan iklim ekonomi yang sehat. Menurutnya, komunikasi yang intens antara kedua pihak akan menghasilkan kebijakan yang realistis, aplikatif, dan berpihak pada kepentingan nasional.
Presiden berkomitmen menciptakan regulasi yang mendukung investasi dan pertumbuhan industri, namun tetap menjaga keseimbangan dengan perlindungan tenaga kerja. Pemerintah, kata Prabowo, akan memastikan kebijakan ekonomi tidak menghambat dunia usaha, tetapi justru mendorong ekspansi dan penyerapan tenaga kerja (IDX Channel, 2026).
Tantangan Ketenagakerjaan Nasional
Meski dorongan penciptaan lapangan kerja terus digaungkan, Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan struktural. Perubahan teknologi, persaingan global, serta ketimpangan keterampilan tenaga kerja menjadi isu yang perlu diatasi secara bersama.
Pertemuan Prabowo dan Apindo merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk memperkuat sektor riil. Dengan memperkuat industri dalam negeri, pemerintah berharap tercipta lapangan kerja yang lebih stabil dan berkualitas, khususnya bagi generasi muda (Tirto.id, 2026).
Pertemuan Prabowo dengan Apindo di Hambalang menegaskan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan penciptaan lapangan kerja sebagai prioritas utama pembangunan ekonomi. Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah dan dunia usaha, diharapkan pertumbuhan industri dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Garap Media akan terus menghadirkan liputan mendalam seputar kebijakan ekonomi, industri, dan ketenagakerjaan nasional. Ikuti berita lainnya untuk mendapatkan informasi yang akurat, kontekstual, dan terpercaya.
Referensi
