Prabowo Klaim Indonesia Swasembada Beras, Stok 3 Juta Ton Tertinggi Sepanjang Sejarah

Last Updated: 6 January 2026, 21:50

Bagikan:

Indonesia Swasembada Beras
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui capaian swasembada beras yang disebut menjadi tonggak penting kemandirian bangsa. Sumber gambar: Sekretariat Kabinet Republik Indonesia
Table of Contents

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia resmi mencapai swasembada beras. Pernyataan ini disampaikan sebagai capaian besar pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Klaim tersebut diperkuat oleh data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) serta laporan cadangan beras pemerintah yang mencapai lebih dari 3 juta ton. Angka ini disebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Pernyataan Prabowo soal Swasembada Beras

Penegasan dari Istana Negara

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa capaian swasembada beras merupakan hasil kerja keras lintas sektor, mulai dari petani, pemerintah daerah, hingga kebijakan pusat yang fokus pada penguatan produksi pangan. Ia menyebut keberhasilan ini sebagai tonggak penting kedaulatan bangsa (Sekretariat Kabinet RI, 2026).

Prabowo juga menekankan bahwa ketersediaan beras yang cukup akan menjaga stabilitas sosial dan ekonomi, terutama dalam menghadapi ketidakpastian global.

Cadangan Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah

ANTARA News melaporkan Presiden Prabowo menyebut cadangan beras nasional telah menembus angka lebih dari 3 juta ton. Capaian ini bahkan diklaim melampaui stok beras pada era sebelumnya dan menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia (ANTARA News, 2026).

Stok beras yang besar dinilai memberi ruang aman bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga serta mengantisipasi dampak perubahan iklim dan bencana alam.

Data Resmi Produksi Padi dari BPS

Luas Panen dan Produksi November 2025

Badan Pusat Statistik mencatat luas panen padi pada November 2025 mencapai 0,57 juta hektare. Dari luasan tersebut, produksi padi diperkirakan sebesar 3,20 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) (BPS, 2026).

Data ini menjadi salah satu indikator utama dalam menilai keberlanjutan swasembada beras di Indonesia.

Produksi Domestik Jadi Andalan

Peningkatan produksi padi nasional ditopang oleh optimalisasi lahan pertanian, perbaikan sistem irigasi, serta kebijakan pemerintah yang mendorong peningkatan kesejahteraan petani.

Respons Publik dan Dampak Ekonomi

Dibandingkan dengan Era Sebelumnya

Detiknews melaporkan bahwa Presiden Prabowo membandingkan capaian swasembada beras saat ini dengan era pemerintahan sebelumnya. Ia menyampaikan rasa bangga karena Indonesia kembali mampu memenuhi kebutuhan beras secara mandiri (detiknews, 2026).

Pernyataan tersebut mendapat perhatian luas publik karena swasembada beras selama ini menjadi isu strategis yang kerap dikaitkan dengan stabilitas nasional.

Dampak terhadap Harga dan Impor

Menurut laporan Liputan6, pemerintah menilai swasembada beras akan berdampak langsung pada stabilitas harga pangan dan pengendalian inflasi. Selain itu, kebijakan ini juga menekan kebutuhan impor beras yang selama ini membebani anggaran negara (Liputan6, 2026).

Capaian swasembada beras yang disampaikan Presiden Prabowo menandai babak baru dalam kebijakan pangan nasional. Dengan dukungan data BPS dan cadangan beras pemerintah yang mencapai rekor tertinggi, optimisme terhadap ketahanan pangan Indonesia semakin menguat.

Untuk mengikuti perkembangan isu nasional, ekonomi, dan kebijakan strategis lainnya, pembaca dapat terus membaca berita dan analisis terbaru di Garap Media.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /