Port of Jumanah resmi meluncur secara global sebagai gim hasil kolaborasi Agate dari Indonesia dan Red Dunes Games dari Uni Emirat Arab (UEA). Gim tersebut mengajak pemain mengikuti perjalanan Mansour sebagai penyelam mutiara yang menjelajahi laut, melawan monster, mengumpulkan sumber daya, dan memulihkan Pelabuhan Jumanah. Port of Jumanah tersedia untuk PC melalui Steam dan Epic Games Store serta PlayStation 5 melalui PlayStation Store. (Bisnis.com, 2026; Mojok.co, 2026)
Port of Jumanah Satukan Agate Bandung dan Red Dunes Games Abu Dhabi
Pengembangan Port of Jumanah mempertemukan tim Agate dari Bandung dengan Red Dunes Games yang berbasis di Abu Dhabi. Kedua studio mengembangkan gim tersebut selama sekitar 18 bulan dengan menggabungkan pengalaman produksi gim Indonesia dan konteks budaya kawasan Teluk Arab. (Bisnis.com, 2026)
Agate melibatkan sekitar 20 anggota tim inti dalam pengembangan proyek tersebut. Lebih dari 60 talenta Indonesia juga ikut mengerjakan berbagai bagian produksi, termasuk desain, pemrograman, seni visual, audio, quality assurance, dan pemasaran. (Mojok.co, 2026)
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari kerja sama yang lebih besar antara kedua studio. Port of Jumanah menjadi satu dari tiga proyek yang dikerjakan Agate dan Red Dunes Games, sedangkan dua proyek lainnya dijadwalkan meluncur pada 2027. (Bisnis.com, 2026)
Tradisi Penyelaman Mutiara Teluk Arab Menjadi Dasar Cerita
Port of Jumanah mengambil inspirasi dari tradisi penyelaman mutiara di kawasan Teluk Arab. Tradisi tersebut telah berlangsung selama ribuan tahun dan menjadi dasar bagi pengembangan lingkungan, karakter, narasi, serta mekanik permainan. (Bisnis.com, 2026)
Kedua studio juga memasukkan unsur komedi ke dalam cerita. Pendekatan tersebut menciptakan kontras antara dunia laut yang penuh bahaya dengan karakter dan dialog yang ringan.
Pemain akan menemukan beberapa elemen utama dalam petualangan Port of Jumanah, yaitu:
- Penyelaman untuk mencari mutiara dan sumber daya.
- Eksplorasi wilayah laut dengan lingkungan berbeda.
- Pertarungan melawan berbagai makhluk laut.
- Perekrutan kru untuk membantu perjalanan.
- Peningkatan perlengkapan dan kemampuan.
- Pemulihan Pelabuhan Jumanah secara bertahap.
Mansour Harus Memulihkan Pelabuhan Jumanah
Pemain mengendalikan Mansour dalam setiap ekspedisi di Port of Jumanah. Mansour menjalankan aktivitas penyelaman untuk mencari mutiara, mengumpulkan sumber daya, menghadapi makhluk laut, dan menemukan berbagai tantangan di bawah permukaan. (Mojok.co, 2026)
Hasil ekspedisi membantu Mansour meningkatkan perlengkapan dan membuka kemampuan baru. Pemain juga dapat merekrut kru serta menggunakan sumber daya untuk memperbaiki fasilitas di Pelabuhan Jumanah. Perkembangan pelabuhan kemudian membuka karakter, fasilitas, dan pilihan baru dalam perjalanan berikutnya. (Bisnis.com, 2026)
Sistem permainan tersebut menggunakan elemen roguelite yang membuat setiap ekspedisi memiliki kombinasi tantangan dan perlengkapan berbeda. Steam mengklasifikasikan Port of Jumanah sebagai gim aksi dan indie dengan elemen roguelite, single-player, 2.5D, serta petualangan bawah laut. (Steam, 2026)
Sistem Roguelite Membuat Setiap Ekspedisi Berbeda
Port of Jumanah menggunakan siklus permainan yang menghubungkan ekspedisi, peningkatan perlengkapan, dan perkembangan pelabuhan. Pemain menyelesaikan misi untuk memperoleh sumber daya, kemudian menggunakan hasil tersebut untuk mempersiapkan ekspedisi berikutnya. (Steam, 2026)
Setiap wilayah laut menghadirkan lingkungan dan spesies yang berbeda. Pemain juga dapat menemukan harta karun, menghadapi musuh, dan merekrut anggota kru yang membantu perjalanan.
Sistem tersebut memberikan beberapa aktivitas utama bagi pemain:
- Menyelam ke wilayah laut yang berbeda.
- Menghadapi monster dan musuh bawah laut.
- Mengumpulkan sumber daya dari setiap ekspedisi.
- Mengembangkan kemampuan serta perlengkapan.
- Merekrut kru untuk mendukung perjalanan.
- Memulihkan fasilitas Pelabuhan Jumanah.
Game Director Agate Shandhi Sayogo menjelaskan bahwa setiap ekspedisi memiliki kondisi berbeda, sementara perkembangan pelabuhan membantu pemain memahami perjalanan Mansour dan dunia Jumanah secara bertahap. (Mojok.co, 2026)
Port of Jumanah Hadir di Steam, Epic Games Store, dan PS5
Port of Jumanah resmi tersedia secara global melalui Steam, Epic Games Store, dan PlayStation Store. Versi Steam mencantumkan Agate dan Red Dunes Games sebagai pengembang, sedangkan Red Dunes Games bertindak sebagai penerbit. Gim tersebut memiliki dukungan bahasa Indonesia, Arab, Inggris, Jepang, Spanyol, Jerman, Prancis, Portugis Brasil, Mandarin, Rusia, dan bahasa lainnya. (Steam, 2026)
Untuk pasar Indonesia, Port of Jumanah ditawarkan dengan harga Rp154.290 setelah potongan harga peluncuran sebesar 15 persen. Harga tersebut berlaku pada periode promosi peluncuran yang tercantum pada informasi perilisan gim. (Bisnis.com, 2026)
Sebelum versi penuh meluncur, Port of Jumanah telah diperkenalkan melalui versi demo sejak Mei 2026. Demo tersebut memperoleh perhatian dari lebih dari 100 kreator dari 18 negara dan menghasilkan lebih dari 100 ribu tontonan di Twitch, YouTube, TikTok, dan Instagram. (Mojok.co, 2026)
Peluncuran global Port of Jumanah memperlihatkan bagaimana kolaborasi lintas negara dapat membawa unsur budaya lokal ke dalam format gim yang dapat menjangkau pemain internasional. Agate dan Red Dunes Games memadukan tradisi penyelaman mutiara Teluk Arab dengan pengalaman produksi Indonesia melalui sistem aksi, eksplorasi, dan roguelite.
Pembaca yang ingin mengetahui perkembangan industri gim Indonesia dan berbagai judul terbaru dapat membaca artikel teknologi serta gaming lainnya di Garap Media. Beragam informasi tersebut dapat membantu pembaca mengikuti karya pengembang lokal dan perkembangan industri gim global.
Garap Media juga menghadirkan berita seputar teknologi, gim, dan inovasi digital dari berbagai negara. Ikuti artikel lainnya untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai judul gim baru, perkembangan studio Indonesia, serta tren industri gaming yang sedang berkembang.
Referensi
