Planetarium Jakarta Gelar Nobar Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026

Last Updated: 3 March 2026, 13:15

Bagikan:

nobar gerhana bulan total
Foto: Liputan6
Table of Contents

Gerhana bulan total yang jatuh hari ini, Selasa (3/3/2026), diprediksi bakal terlihat di Indonesia. Karena itu, Planetarium Jakarta mengundang publik nonton bareng alias nobar salah satu fenomena langit paling menakjubkan. Disebutkan bahwa gerhana itu akan jadi yang terakhir hingga 2028.

“Secara astronomis, gerhana ini terjadi ketika matahari, Bumi, dan bulan berada pada satu garis lurus, sehingga bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti Bumi (umbra). Meski begitu, bulan tidak akan benar-benar menghilang, melainkan tampak berwarna merah darah yang disebabkan cahaya matahari yang dibiaskan atmosfer Bumi,” tulis Planetarium di unggahan Instagram-nya, Jumat, 27 Februari 2026.

Menariknya, gerhana bulan aman untuk diamati secara langsung tanpa alat bantu khusus. Namun, menggunakan teleskop akan memberi pengalaman visual yang jauh lebih memesona, termasuk melihat gradasi warna dan tekstur permukaan bulan selama fase gerhana berlangsung.

Acara pengamatan ini berlangsung Selasa (3/3/2026) pukul 16.30-21.22 WIB di Gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM). Pendaftaran dibuka mulai pukul 14.30 WIB dan hanya dapat dilakukan secara langsung di lokasi. Berikut syarat dan ketentuan yang berlaku bagi peserta.

  1. Pendaftaran Planetarium Mini dibatasi 100 peserta. Talkshow dan pengamatan Jupiter tidak dibatasi.
  2. Pendaftaran hanya dilakukan di lokasi (on the spot) sesuai urutan kedatangan.
  3. Kegiatan terbuka tanpa batasan usia.
  4. Kegiatan bersifat gratis, tapi retribusi parkir di TIM tetap berlaku.
  5. Satu pendaftaran berlaku untuk satu orang. Peserta anak-anak dan pendamping masing-masing wajib mendaftar.

Syarat dan Ketentuan Planetarium Mini

  1. Terdapat empat sesi Planetarium Mini:
    Sesi 1: pukul 15.00-15.30 WIB
    Sesi 2: pukul 15.30-16.00 WIB
    Sesi 3: pukul 16.00-16.30 WIB
    Sesi 4: pukul 16.30-17.00 WIB
  2. Kuota tiap sesi masing-masing 25 peserta.
  3. Peserta wajib bersiap 10 menit sebelum sesi berlangsung.

Syarat dan Ketentuan Talkshow serta Pengamatan Gerhana Bulan Total

  1. Talkshow dan diskusi dimulai pukul 16.30 WIB.
  2. Pengamatan gerhana berlangsung setelah diskusi, yaitu pukul 18.00-21.22 WIB.
  3. Disediakan enam teleskop yang dapat digunakan peserta secara bergantian dan dipandu oleh petugas observasi.
  4. Pengamatan berlangsung hanya jika kondisi langit cerah.
  5. Akan diadakan salat gerhana di Masjid Amir Hamzah.

“Ayo buruan datang jangan sampai ketinggalan, siapa cepat dia dapat! Ajak keluarga dan sahabatmu untuk mengikuti semua keseruan di Planetarium Jakarta. Sampai jumpa di TIM, sahabat!” tutup pihaknya.

Durasi Gerhana Bulan Total

Deputi Bidang Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nelly Florida Riama menjelaskan dalam keterangannya, Senin, 2 Maret 2026, durasi gerhana dari fase gerhana mulai hingga gerhana berakhir akan memakan waktu 5 jam 41 menit 51 detik. Durasi parsialitas berlangsung selama 3 jam 27 menit 47 detik. Sementara fase totalitas, di mana bulan benar-benar berada dalam bayangan umbra Bumi, akan berlangsung selama 59 menit 27 detik.

Jika kondisi langit cerah, masyarakat dapat melihat bulan berubah warna menjadi merah saat puncak gerhana terjadi. Warna merah ini merupakan hasil dari hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi, di mana cahaya matahari dengan panjang gelombang pendek (biru) tersebar, sementara cahaya dengan panjang gelombang panjang (merah) lolos mencapai permukaan Bulan.

Waktu Gerhana Bulan Total

Sementara itu, Plt Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Fachri Radjab, menjelaskan, berdasarkan data BMKG, gerhana bulan total akan dimulai pukul 18.03.56 WIB dan mencapai puncaknya pada pukul 18.33.39 WIB, 19.33.39 Wita, dan 20.33.39 WIT.

Lebih lanjut, pengamatan di wilayah Timur Indonesia memiliki visibilitas yang lebih baik karena dapat mengamati fase-fase awal gerhana saat bulan terbit. Sebaliknya, untuk wilayah Barat Indonesia, gerhana akan ditemukan dalam kondisi sudah berlangsung (fase totalitas atau puncak) sesaat setelah bulan terbit.

“Fenomena ini akan benar-benar berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24 WIB (atau tengah malam di wilayah WIT) saat bulan keluar dari bayangan penumbra Bumi. Masyarakat diimbau mencari lokasi pengamatan yang minim polusi cahaya dan memiliki pandangan langit yang cerah ke arah terbitnya bulan,” ujarnya.

Penutup

Nobar gerhana bulan total di Planetarium Jakarta menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyaksikan langsung fenomena astronomi yang disebut sebagai yang terakhir hingga 2028. Dengan rangkaian kegiatan edukatif, fasilitas teleskop, serta pemaparan resmi dari BMKG terkait durasi dan waktu puncak gerhana, publik dapat menikmati sekaligus memahami proses terjadinya gerhana secara ilmiah.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar sains dan lingkungan, fenomena alam, peristiwa nasional, edukasi, gaya hidup, dan informasi terkini hanya di Garap Media.

Referensi:

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /