Piala Dunia 1990: Rivalitas Sengit Belanda dan Jerman Barat dalam Insiden Frank Rijkaard dan Rudi Völler

Last Updated: 16 April 2026, 09:39

Bagikan:

piala dunia 1990
Foto: Liputan6
Table of Contents

Piala Dunia selalu menyajikan drama dan momen tak terlupakan, baik itu gol indah, penyelamatan heroik, maupun insiden kontroversial. Salah satu momen paling ikonik dan penuh intrik terjadi pada Piala Dunia 1990 di Italia yang mempertemukan dua raksasa sepak bola Eropa, Belanda dan Jerman Barat. Pertemuan ini tidak hanya sekadar laga sepak bola, melainkan pertarungan yang penuh emosi dan sejarah panjang rivalitas sengit. Insiden yang melibatkan gelandang Belanda Frank Rijkaard dan striker Jerman Barat Rudi Voller menjadi sorotan utama. Insiden tersebut mengubah jalannya pertandingan dan meninggalkan jejak abadi dalam sejarah turnamen.

Momen ini menjadi pengingat betapa intensnya persaingan di level tertinggi sepak bola. Peristiwa di San Siro, Milan, pada putaran kedua Piala Dunia Italia itu bukan hanya tentang kartu merah, tetapi juga tentang puncak rivalitas yang telah terbangun selama bertahun-tahun. Insiden ini menunjukkan betapa dalamnya akar persaingan antara kedua negara. Peristiwa ini juga menjadi salah satu contoh bagaimana sebuah momen tunggal dapat mendefinisikan sebuah pertandingan. Momen tersebut bahkan dapat memengaruhi karier para pemain yang terlibat.

Akar Rivalitas Sengit Belanda dan Jerman Barat

Rivalitas antara Belanda dan Jerman Barat pada era tersebut memang sangat sengit dan memiliki akar sejarah yang dalam. Konflik ini tidak hanya terbatas di lapangan hijau, melainkan juga dipengaruhi oleh memori Perang Dunia Kedua. Kebencian tim dan penggemar kedua negara semakin intensif setelah final Piala Dunia 1974, di mana Jerman mengalahkan Belanda dalam pertandingan yang dijuluki “Mother of all Defeats”.

Beberapa insiden sebelumnya semakin memanaskan rivalitas ini. Pada Kejuaraan Eropa 1980, kiper Jerman Toni Schumacher diserang oleh pemain Belanda Huub Stevens. Peristiwa tersebut menambah daftar panjang ketegangan antara kedua tim. Kemudian pada tahun 1988, Ronald Koeman membalas dengan gestur kontroversial setelah Belanda mengalahkan Jerman di semifinal Kejuaraan Eropa. Hal ini menunjukkan betapa personalnya persaingan yang terjalin di antara keduanya.

Puncak ketegangan terlihat pada kualifikasi Italia 90 di Rotterdam, di mana penggemar Belanda membentangkan spanduk raksasa yang menyamakan kapten Jerman, Lothar Matthäus, dengan Adolf Hitler. Semua latar belakang ini menjadikan pertemuan mereka di babak kedua Italia 90 diprediksi akan menjadi pertandingan yang sangat “panas” dan penuh drama. Rivalitas ini menjadi bumbu penyedap yang tak terpisahkan dari setiap pertemuan kedua tim.

Penutup

Peristiwa panas antara Belanda dan Jerman Barat di Piala Dunia 1990 menjadi salah satu momen paling diingat dalam sejarah sepak bola dunia. Rivalitas panjang kedua tim membuat laga tersebut berlangsung dengan tensi tinggi dan emosi yang sulit dikendalikan. Insiden di San Siro menjadi pengingat bahwa sepak bola tidak hanya soal teknik, tetapi juga tentang sejarah dan gengsi yang menyertainya.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar sepak bola, Piala Dunia, rivalitas klasik Eropa, momen kontroversial, sejarah turnamen, dan kisah legenda pemain hanya di Garap Media.

Referensi:

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /