Pesona Mengejutkan Tradisi Diwali yang Memikat Dunia
Diwali, atau Festival Cahaya, adalah perayaan yang sarat simbolisme—dari lampu tanah liat (diyas) hingga kembang api yang menerangi malam. Tradisi ini mempersatukan keluarga dan komunitas dalam ritual bersyukur, doa, dan berbagi makanan khas (Associated Press, 2025).
Seiring penyebarannya ke diaspora di seluruh dunia, tradisi diwali juga beradaptasi: dari rangoli tradisional ke pertunjukan drone dan kampanye “green crackers” untuk mengurangi polusi. Namun transformasi ini menimbulkan debat soal pelestarian budaya versus dampak lingkungan (Reuters, 2025).
Makna dan Ritual Tradisi Diwali
Simbol Cahaya dan Kemenangan
Inti tradisi diwali adalah simbol cahaya yang mengalahkan kegelapan—melambangkan kemenangan kebaikan atas kejahatan dan pengetahuan atas kebodohan. Dalam beberapa wilayah, Diwali juga memperingati kembalinya Rama ke Ayodhya, sehingga lampu-lampu dinyalakan sebagai sambutan (Al Jazeera, 2024).
Lima Hari Perayaan dan Praktik Umum
Perayaan sering berlangsung selama lima hari: Dhanteras, Naraka Chaturdashi (Choti Diwali), Lakshmi Puja, Govardhan Puja, dan Bhai Dooj. Kegiatan umum meliputi bersih-bersih rumah, menghias rangoli, menyalakan diyas, dan berkunjung ke keluarga serta bertukar hadiah (India Today, 2025).
Perayaan Modern dan Dampaknya
Adaptasi Modern dan Atraksi Publik
Kota-kota besar kini menambahkan elemen modern: pertunjukan drone, pameran lampu, dan upacara publik dengan ribuan diyas. Misalnya, Kartavya Path di New Delhi menyelenggarakan pertunjukan drone dan menyalakan lebih dari 150.000 lampu dalam satu acara pra-Diwali (Times of India, 2025).
Isu Lingkungan: Polusi Udara dan Green Crackers
Peningkatan penggunaan kembang api seringkali memicu lonjakan polusi udara pasca-Diwali. Meski pemerintah dan pengembang teknologi memperkenalkan “green crackers” yang diklaim lebih ramah lingkungan, pelaksanaannya tidak selalu efektif—sejumlah kota melaporkan level AQI yang sangat tinggi setelah festival (Reuters, 2025; NDTV, 2025).
Pelestarian Budaya dan Peluang Keberlanjutan
Menjaga Esensi Ritual
Tantangan utama adalah mempertahankan nilai spiritual dan sosial dari tradisi diwali, tidak hanya tampil sebagai festival komersial. Pendidikan budaya di sekolah-sekolah komunitas diaspora dan program komunitas lokal membantu meneruskan makna ritual ke generasi berikutnya (Al Jazeera, 2017).
Solusi Ramah Lingkungan
Inisiatif lokal seperti pesta tanpa kembang api, penggunaan lampu LED hemat energi, dan kampanye menanam pohon pasca-festival menjadi alternatif yang mulai populer untuk mengurangi dampak lingkungan tanpa menghilangkan nuansa perayaan.
Tradisi diwali tetap relevan: ia merayakan nilai universal seperti harapan, persatuan, dan pembaruan. Perayaan ini terus bertransformasi—menggabungkan tradisi dengan teknologi—sambil menghadapi tantangan lingkungan yang nyata.
Untuk berita dan artikel budaya lainnya, kunjungi Garap Media yang menyajikan liputan mendalam dan perspektif lokal tentang tradisi global. Jangan lewatkan artikel lainnya yang membahas adaptasi budaya di era modern.
Referensi
