Pesona Kampung Ranupani: Gerbang Eksotis Menuju Gunung Semeru dan Keindahan Alam Suku Tengger
Kampung Ranupani, yang terletak di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dikenal sebagai desa wisata di ketinggian sekitar 2.100 meter di atas permukaan laut. Dikelilingi oleh perbukitan hijau dan danau alami, desa ini menjadi gerbang utama menuju jalur pendakian Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa. (Jadesta Kemenparekraf, n.d.)
Selain menjadi pintu pendakian, Ranupani juga menjadi rumah bagi masyarakat Suku Tengger yang masih menjaga nilai budaya dan tradisi turun-temurun. Dengan udara sejuk dan pemandangan menakjubkan, kampung ini menawarkan pengalaman wisata alam sekaligus kearifan lokal yang otentik. (Antara News, 2024)
Pesona Alam dan Daya Tarik Kampung Ranupani
Panorama Tiga Danau dan Pegunungan
Desa ini dikenal memiliki tiga danau cantik, yakni Ranu Pani, Ranu Regulo, dan Ranu Kumbolo, yang menjadi daya tarik utama wisatawan dan pendaki. Ketiganya memiliki panorama menawan dengan latar perbukitan hijau dan udara dingin khas dataran tinggi. (Lumajangkab.go.id, 2024)
Selain menjadi lokasi wisata, kawasan danau ini juga berfungsi sebagai area konservasi ekosistem air dan hutan. Pemerintah daerah bersama Balai Besar TNBTS telah menjalankan program revitalisasi ekosistem di sekitar Ranu Pani dan Ranu Regulo demi menjaga keseimbangan alam. (Lumajangkab.go.id, 2023)
Budaya Suku Tengger di Ranupani
Tradisi Unik yang Masih Terjaga
Penduduk Ranupani sebagian besar merupakan keturunan Suku Tengger yang memiliki budaya agraris dan ritual adat yang kuat. Salah satu upacara paling terkenal adalah ritual Unan-unan, tradisi sakral yang digelar setiap lima tahun sekali sebagai wujud syukur dan doa keselamatan. (Antara News, 2024)
Selain ritual adat, masyarakat juga mempertahankan gaya hidup sederhana dan ramah lingkungan. Ladang kentang, kubis, dan wortel membentang di sepanjang lereng, menjadi pemandangan khas sekaligus sumber penghidupan utama warga. (Jadesta Kemenparekraf, n.d.)
Ranupani sebagai Desa Wisata Nasional
Masuk Tiga Besar Desa Wisata Terbaik Nasional
Kampung Ranupani berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan masuk dalam tiga besar desa wisata terbaik tingkat nasional. Pengakuan ini menunjukkan keberhasilan masyarakat dalam menjaga budaya lokal sekaligus mengembangkan potensi wisata yang berkelanjutan. (Antara Jatim, 2024)
Pemerintah Kabupaten Lumajang juga terus melakukan pembinaan dan promosi, termasuk melalui program pelatihan pariwisata berkelanjutan dan festival budaya tahunan yang melibatkan generasi muda. (Lumajangkab.go.id, 2024)
Tantangan dan Harapan untuk Ranupani
Menjaga Alam di Tengah Arus Wisata
Meski popularitasnya meningkat, tantangan besar yang dihadapi Ranupani adalah menjaga kelestarian alam dan mengelola kunjungan wisata agar tidak merusak lingkungan. Pemerintah daerah bersama warga kini tengah menggalakkan kampanye Wisata Bersih untuk memastikan sampah wisatawan tidak mencemari kawasan danau dan jalur pendakian. (Lumajangkab.go.id, 2024)
Selain itu, pengawasan terhadap pungutan liar di area wisata juga diperketat setelah adanya laporan wisatawan terkait praktik tersebut di sekitar Ranu Regulo. Pemerintah daerah dan pihak TNBTS memastikan semua biaya wisata bersifat resmi dan transparan. (Detik Jatim, 2024)
Kampung Ranupani bukan sekadar pintu pendakian menuju Gunung Semeru, tetapi juga simbol keseimbangan antara budaya, alam, dan pariwisata. Keindahan dan kesejukan desa ini menjadi bukti bahwa wisata berkelanjutan bisa tumbuh tanpa meninggalkan kearifan lokal.
Melalui kunjungan yang bertanggung jawab, wisatawan dapat berperan dalam menjaga kelestarian alam dan budaya Suku Tengger. Jangan lewatkan berita dan destinasi menarik lainnya hanya di Garap Media, untuk inspirasi perjalanan wisata nusantara yang autentik dan berkelanjutan.
Referensi:
