Pesona Danau Kakaban: Surga Ubur-Ubur Unik
Terletak di Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Danau Kakaban merupakan salah satu keajaiban alam Indonesia yang menakjubkan. Danau ini terkenal karena menjadi rumah bagi jutaan ubur-ubur tanpa sengat, fenomena langka yang hanya ditemukan di beberapa tempat di dunia, salah satunya di Pulau Kakaban.
Selain keindahannya, danau ini juga menjadi pusat penelitian dan konservasi laut. Namun, popularitasnya di kalangan wisatawan membawa tantangan tersendiri terhadap kelestarian ekosistem yang rapuh di dalamnya.
Keunikan danau kakaban
Asal-usul dan kondisi air
Danau Kakaban terbentuk sebagai laguna tertutup di tengah pulau yang mendapatkan pengisian dari rembesan air laut dan air hujan, menciptakan kondisi air payau yang khas (RRI, 2025)
Ubur‑ubur tanpa sengat sebagai ikon
Di danau ini hidup empat jenis ubur‑ubur yang kehilangan kemampuan menyengat, hasil adaptasi di ekosistem tanpa predator (ANTARA, 2025).
Saat ini, jenis yang tercatat antara lain Mastigias papua, Aurelia aurita, Cassiopea ornata, dan Tripedalia cystophora (ANTARA, 2025).
Krisis, penutupan, dan pemulihan
Penutupan sementara karena ubur hilang
Sejak 28 Desember 2023, Danau Kakaban ditutup sementara karena fenomena “ubur‑ubur tak terlihat” atau hilangnya penampakan di permukaan (Liputan6, 2023).
Kepala Disbudpar Berau menyebut penyebabnya bisa karena perubahan suhu, curah hujan tinggi, atau bahan kimia dari wisatawan (Liputan6, 2023).
Dukungan resmi dan langkah konservasi
Menparekraf menegaskan bahwa keberlanjutan habitat ubur‑ubur Kakaban harus menjadi prioritas nasional (ANTARA, 2024).
Pemerintah Kabupaten Berau juga mengapresiasi dan mendukung kebijakan penutupan sementara serta pengawasan akses wisatawan (Pemkab Berau, 2024).
Pembukaan kembali dan aturan baru
Pada 2025, Danau Kakaban dibuka kembali dengan sejumlah pembatasan dan persyaratan agar populasi ubur dapat pulih (ANTARA, 2025).
Beberapa pintu akses ditutup sementara, jumlah pengunjung dibatasi, dan larangan penggunaan tabir surya atau bahan kimia diberlakukan (ANTARA, 2025).
Tantangan & peluang ke depan
Tantangan kualitas air dan nutrifikasi
Hasil uji laboratorium menunjukkan kadar nitrat dan fosfat di beberapa titik di Danau Kakaban melebihi ambang baku mutu, yang berpotensi memicu ledakan alga dan mengganggu penetrasi cahaya (BerauTerkini, 2024).
Fenomena ini perlu diawasi lebih lanjut sebagai bagian dari strategi pemulihan ekosistem.
Peluang riset dan ekowisata berkelanjutan
Dengan pengelolaan yang hati-hati, Danau Kakaban bisa menjadi laboratorium alam dan destinasi ekowisata kelas dunia (DKP Kaltim, 2022).
Konsep ekowisata yang melibatkan masyarakat lokal dan edukasi wisatawan menjadi model ideal untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian dan manfaat ekonomi.
Kisah Danau Kakaban mengajarkan bahwa keindahan alam perlu dijaga melalui kolaborasi antara pemerintah, ilmuwan, dan masyarakat. Konservasi bukan sekadar pembatasan, tetapi juga investasi untuk masa depan ekowisata Indonesia.
Untuk kamu yang ingin mengenal lebih banyak keajaiban alam Nusantara, baca berita lainnya tentang pariwisata dan konservasi di Garap Media.
Referensi
