Personal Branding – Pernah nggak kamu merasa sudah punya kemampuan yang bagus, tapi orang lain yang justru lebih dikenal? Mungkin bukan karena kamu kurang pintar atau kurang berprestasi, tapi karena personal branding-mu belum terlihat kuat.
Di era digital seperti sekarang, membangun reputasi diri bukan cuma penting untuk influencer atau pebisnis, tapi juga buat mahasiswa, pekerja kreatif, bahkan calon karyawan. Dunia online jadi ruang utama buat orang mengenal siapa kamu, apa keahlianmu, dan bagaimana kamu bisa memberi nilai lebih. Yuk, bahas langkah awal membangun personal branding di era digital!
Apa itu Personal Branding?
Menurut Dealls.com personal branding adalah merupakan suatu langkah dalam menciptakan dan mempertahankan pandangan publik untuk meraih citra yang baik. Ini tentang bagaimana kamu ingin dikenal, apakah sebagai orang yang kreatif, profesional, inspiratif, atau punya keahlian di bidang tertentu.
Tapi perlu diingat, hal ini bukan pencitraan palsu. Justru sebaliknya, ini soal menonjolkan versi terbaik dari diri sendiri secara autentik dan konsisten. Misalnya, Jerome Polin dikenal sebagai sosok cerdas tapi lucu, sedangkan Sashfir punya gaya yang elegan dan percaya diri, mencerminkan karakter profesional namun tetap apa adanya. Mereka menampilkan jati diri yang nyata, bukan sesuatu yang dibuat-buat.
Kenapa Personal Branding Penting di Era Digital?
- Membedakan dirimu dari orang lain di bidang yang sama,
- Membuka peluang karier dan kolaborasi,
- Membangun kepercayaan dan kredibilitas,
- Serta memperluas koneksi profesional.
Langkah – Langkah Membangun Personal Branding
1. Kenali Diri Sendiri
- Apa yang kamu sukai?
- Apa keahlian atau nilai yang kamu pegang?
- Hal apa yang membedakanmu dari orang lain?
2. Tentukan Tujuan dan Audiens
Kamu ingin dikenal sebagai apa? Apakah sebagai social media specialist, penulis kreatif, atau beauty content creator? Setelah tahu tujuanmu, tentukan siapa audiens yang ingin kamu jangkau. Menurut Ganknow.com membangun citra diri dimulai dengan menetapkan tujuan agar kamu tahu arah dan hasil yang ingin dicapai.
Misalnya, kalau kamu ingin membangun branding sebagai copywriter, targetmu bisa HRD, brand kecil, atau sesama kreator. Dengan begitu, kamu bisa menyesuaikan gaya komunikasi dan konten yang kamu buat.
3. Bangun Kehadiran Online
- LinkedIn: untuk menunjukkan profesionalitas dan pengalaman kerja,
- Instagram/TikTok: untuk karya visual, konten edukatif, atau storytelling,
- Medium/Substack: untuk tulisan dan opini pribadi.
4. Konsisten Membuat Konten Bernilai
Personal branding tidak bisa dibangun dalam semalam. Dibutuhkan konsistensi dalam membuat konten yang relevan dan bermanfaat. Mulailah dari hal kecil: bagikan tips, pengalaman pribadi, atau opini seputar bidangmu. Gunakan storytelling agar konten terasa lebih personal dan menarik.
Misalnya, alih-alih menulis “Aku suka desain grafis,” kamu bisa bercerita, “Aku mulai belajar desain karena suka bikin poster acara kampus, dari situ aku sadar ternyata desain bisa jadi karier.” Cerita yang autentik membuat audiens merasa lebih dekat denganmu.
5. Bangun Networking dan Kolaborasi
Menurut Nextdigital.co.id, networking menjadi elemen penting dalam membangun citra diri karena membantu memperluas koneksi dan peluang profesional. Dengan bergabung dalam komunitas, menghadiri acara, atau aktif di platform seperti LinkedIn, kamu bisa memperkuat kredibilitas dan dikenal lebih luas di bidangmu.
Namun, hal tersebut bukan hanya soal bagaimana kamu bicara tentang dirimu sendiri, tapi juga bagaimana kamu berinteraksi dengan orang lain. Gabung di komunitas online, ikut diskusi, atau kolaborasi dengan orang yang punya minat serupa. Kolaborasi kecil seperti IG Live, podcast, atau guest post bisa bantu memperluas jangkauan audiensmu.
Kesalahan Umum Saat Membangun Personal Branding
Terlalu fokus pada pencitraan justru bisa membuat orang lain merasa kamu tidak autentik, karena mereka bisa merasakan saat kamu berusaha menjadi orang lain.
Kurangnya konsistensi, seperti sering mengganti arah atau jarang memperbarui konten, dapat membuat audiens bingung dengan identitas yang kamu bangun.
Kurangnya evaluasi yang dimana citra diri juga perlu dievaluasi secara berkala dengan meminta pendapat teman atau audiens agar kamu tahu apakah pesan yang disampaikan sudah sesuai dengan citra yang diinginkan.
Jadi diri sendiri, temukan nilai unik yang membedakanmu dari orang lain, bisa dari gaya berbicara, cara bercerita, atau sudut pandang yang khas.
Penutup
Personal branding bukan tentang menjadi sempurna, tapi tentang konsistensi menampilkan versi terbaik dirimu dengan nilai yang jelas. Di era digital, satu postingan saja bisa menunjukkan siapa kamu sebenarnya, jadi pastikan yang terlihat benar-benar mencerminkan dirimu.
Baca Juga: 6 Langkah Agar Lebih Siap Menemukan Karier yang Tepat – Garap Media
Referensi
- Dealls.com (2025). Apa Itu Personal Branding? Arti, Contoh, dan Cara Membangunnya | Dealls
- Indonesiana.id (2024). Pentingnya Personal Branding di Era Digital
- GNFI (2024). 6 Cara Membangun Personal Branding, Ini Langkahnya
- Ganknow.com (2024). 13 Cara Membangun Personal Branding: Tingkatkan Value Diri
- Nextdigital.co.id (2024). 10 Cara Membangun Personal Branding yang Kuat dan Berkesan
