Perkembangan Industri Perjudian Pusat Perjudian Daring Kontribusi Ekonomi
Sejak legalisasi pada 1990-an, industri perjudian Kamboja berkembang pesat dengan lebih dari 50 kasino dan ribuan situs online. Permintaan global menjadikan Kamboja pusat perjudian daring, berkontribusi pada pendapatan dan pembangunan infrastruktur negara.
1. 1990-an: Awal Legalitas Perjudian
Pemerintah Kamboja melegalkan kasino untuk meningkatkan pendapatan negara dan menarik wisatawan, terutama dari Tiongkok, Thailand, dan Vietnam. Pada akhir dekade ini, pendapatan tahunan sektor perjudian diperkirakan mencapai 5 juta dolar AS, dengan kontribusi terbesar dari Thailand (40%) , Vietnam (30%) dan Tiongkok (20%)
2. 1995: Monopoli NagaCorp dan Kemunculan NagaWorld
NagaCorp mendapatkan hak monopoli untuk mengoperasikan kasino dalam radius 200 km dari Phnom Penh, dengan kasino pertama mereka, NagaWorld, dibuka di ibu kota untuk melayani pemain internasional kelas atas. Pada tahun ini, pendapatan tahunan sektor perjudian meningkat menjadi 8 juta dolar AS, dengan kontribusi terbesar dari pemain Tiongkok (40%), Thailand (30%), dan Vietnam (20%).
3. 2000-an: Ekspansi dan Regulasi yang Longgar
Pemerintah Kamboja melonggarkan regulasi perjudian, mendorong pembangunan kasino di Poipet dan Bavet. Pada akhir dekade, pendapatan sektor perjudian mencapai 50 juta dolar AS per tahun, dengan pemain Tiongkok (50%), Thailand (25%), dan Vietnam (15%) mendominasi. Pemain dari Korea Selatan dan Eropa menyumbang 10%.
4. 2017-2019: Ekspansi dan Puncak Industri Perjudian
NagaCorp membuka NagaWorld2 pada 2017, meningkatkan kapasitas kasino dengan 600 meja judi dan 5.000 mesin permainan. Pendapatan sektor perjudian mencapai 1 miliar dolar AS, didominasi oleh pemain Tiongkok (60%), Thailand (20%), dan Vietnam (10%). Pada 2019, industri mencapai puncaknya dengan pendapatan 1,8 miliar dolar AS dan kontribusi pajak 80 juta dolar AS, dengan Tiongkok tetap dominan (65%) dan pasar baru seperti India dan Korea Selatan menyumbang sekitar 10%.
5. 2020-2022: Dampak Pandemi dan Pemulihan
Pandemi COVID-19 menyebabkan pendapatan sektor perjudian Kamboja turun menjadi 0,8 miliar dolar AS pada 2020. Industri mulai pulih pada 2021 dengan pendapatan 1,1 miliar dolar AS dan meningkat menjadi 1,5 miliar dolar AS pada 2022, dengan kontribusi Tiongkok kembali naik menjadi 50%-55%, sementara Thailand (20%) dan Vietnam (15%) tetap stabil.
6. 2023-2024: Dominasi Perjudian Online dan Ekspansi Infrastruktur
Perjudian di Kamboja menjadi simbol bagaimana kebijakan tepat dan adaptasi terhadap tren global dapat mengubah ekonomi negara. Dengan perkembangan sektor ini, masa depan Kamboja sebagai pusat perjudian dunia semakin cerah. Temukan berita menarik dan terbaru di Garap Media untuk informasi yang menginspirasi dan memicu rasa penasaran Anda!
Referensi :
- Chat GPT
- Youtube : Sepulang Sekolah
