Ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan memasuki babak baru setelah Islamabad secara resmi menyatakan kondisi perang terbuka menyusul bentrokan bersenjata di wilayah perbatasan. Pernyataan tersebut menandai eskalasi paling serius dalam hubungan kedua negara dalam beberapa tahun terakhir.
Situasi ini memicu kekhawatiran internasional karena konflik terjadi di kawasan yang selama ini rentan terhadap aktivitas kelompok bersenjata lintas batas. Adanya serangan udara, baku tembak, serta ancaman balasan dari kedua pihak.
Kronologi Perang Terbuka Pakistan-Afghanistan
Pakistan menyatakan perang terbuka setelah terjadi baku tembak di wilayah perbatasan yang menewaskan sejumlah personel keamanan. Keputusan tersebut diambil menyusul meningkatnya serangan lintas batas yang dituding dilakukan dari wilayah Afghanistan (ANTARA News, 2026).
Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Muhammad Asif, menyatakan bahwa negaranya telah “kehilangan kesabaran” terhadap situasi keamanan di perbatasan. Pemerintah Pakistan menegaskan bahwa konflik kini berada dalam fase perang terbuka (Sky News, 2026).
Selain itu, The National melaporkan bahwa serangan udara Pakistan menargetkan beberapa wilayah di Afghanistan sebagai respons atas ancaman keamanan yang dianggap berasal dari seberang perbatasan (The National, 2026). Serangan tersebut memperkeruh hubungan kedua negara yang memang memiliki sejarah panjang ketegangan.
Akar Konflik dan Saling Tuduh
Akar Konflik dan Saling Tuduh
Perang Terbuka Pakistan-Afghanistan tidak terjadi secara tiba-tiba. Islamabad selama ini menuding adanya kelompok militan yang beroperasi dari wilayah Afghanistan dan menyerang target di Pakistan (Sky News, 2026). Pemerintah Taliban membantah tudingan tersebut dan menyebut serangan Pakistan sebagai pelanggaran kedaulatan wilayah Afghanistan (The National, 2026).
Konflik di sepanjang Garis Durand memang telah lama menjadi sumber friksi diplomatik dan militer antara kedua negara. Ketegangan historis di perbatasan yang kerap memicu bentrokan bersenjata (The National, 2026).
Dalam perkembangan terbaru, kedua pihak dilaporkan meningkatkan kesiapsiagaan militer di kawasan perbatasan setelah serangan udara dan baku tembak lintas wilayah (Sky News, 2026; The National, 2026). Situasi ini memperbesar risiko eskalasi lanjutan jika tidak segera ditempuh jalur diplomasi.
Dampak Regional dan Seruan Dunia Internasional
Eskalasi Perang Terbuka Pakistan-Afghanistan menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan Asia Selatan. Jalur perdagangan, keamanan regional, serta potensi arus pengungsi menjadi perhatian utama.
Juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya bentrokan dan menyerukan de-eskalasi serta perlindungan warga sipil (ANTARA News, 2026). Seruan ini menegaskan bahwa konflik tersebut tidak hanya berdampak pada kedua negara, tetapi juga komunitas internasional.
Pengamat hubungan internasional menilai bahwa konflik berkepanjangan berpotensi memperburuk situasi keamanan regional, terutama terkait isu terorisme dan stabilitas politik. Oleh sebab itu, tekanan diplomatik terhadap Islamabad dan Kabul diperkirakan akan semakin meningkat dalam beberapa hari ke depan.
Peluang De-eskalasi di Tengah Ketegangan
Meski situasi memanas, peluang dialog tetap terbuka. Sejumlah pihak mendorong pertemuan tingkat tinggi guna meredakan ketegangan dan mencegah konflik meluas.
Namun demikian, keputusan politik dan langkah militer yang diambil dalam waktu dekat akan sangat menentukan arah Perang Terbuka Pakistan-Afghanistan. Jika kedua belah pihak tidak menahan diri, eskalasi lebih luas sulit dihindari.
Ketegangan ini menjadi pengingat bahwa stabilitas kawasan sangat bergantung pada komunikasi dan kerja sama regional. Jalur diplomasi dinilai sebagai satu-satunya solusi realistis untuk mencegah dampak kemanusiaan yang lebih besar.
Untuk mendapatkan pembaruan berita terkini dan analisis mendalam seputar isu internasional, kunjungi Garap Media. Kami menghadirkan informasi akurat dan terpercaya setiap hari.
Jangan lewatkan juga berbagai laporan eksklusif lainnya hanya di Garap Media, sumber berita pilihan yang mengupas isu nasional dan global secara tajam dan berimbang.
Referensi
