Kasus perampokan bank Jerman kembali menjadi sorotan tajam setelah aksi pembobolan brankas berskala besar terungkap ke publik. Para pelaku diketahui menggunakan bor industri untuk menembus dinding beton dan menguras isi ratusan brankas milik nasabah.
Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan kerugian fantastis, tetapi juga memunculkan kekhawatiran serius soal sistem keamanan bank di Eropa. Aparat kepolisian Jerman kini memburu pelaku yang diduga bagian dari sindikat kejahatan profesional.
Perampokan Bank Jerman Terjadi Saat Libur Panjang
Aksi perampokan bank Jerman ini terjadi di sebuah bank wilayah Gelsenkirchen, Jerman barat, saat periode libur Natal dan Tahun Baru (ANTARA News, 2026). Waktu tersebut dimanfaatkan pelaku karena aktivitas bank dan pengawasan relatif minim.
Pelaku membobol dinding beton dari area sekitar gedung hingga berhasil masuk ke ruang penyimpanan brankas bawah tanah. Kondisi ruangan ditemukan berantakan saat bank kembali beroperasi (ANTARA News, 2026).
Modus Bor Industri dan Akses Brankas
Perampokan Bank Jerman Dilakukan Secara Terencana
Pelaku menggunakan bor industri berdaya besar untuk menembus tembok beton tebal. Cara ini memungkinkan mereka menjangkau ratusan safe deposit box tanpa harus melalui pintu utama bank.
Sebagian besar brankas nasabah berhasil dibuka paksa. Polisi menduga pelaku telah mempelajari struktur bangunan serta sistem keamanan bank jauh hari sebelum beraksi (AP News, 2025).
Kerugian Nasabah Capai Ratusan Miliar
Nilai kerugian akibat perampokan ini ditaksir mencapai sekitar 30 juta euro atau setara Rp588 miliar. Uang tunai, emas, hingga perhiasan bernilai tinggi dilaporkan raib dari dalam brankas.
Sebagian besar barang yang dicuri merupakan simpanan pribadi nasabah, bukan dana operasional bank. Hal ini membuat proses pendataan kerugian menjadi lebih kompleks (Kumparan, 2026).
Dugaan Sindikat Kejahatan Profesional
Pihak kepolisian Jerman menduga perampokan bank Jerman ini dilakukan oleh sindikat kejahatan terorganisasi. Modus pengeboran dinding dan skala pembobolan menunjukkan keahlian teknis serta peralatan khusus.
Pola serupa pernah terjadi di sejumlah negara Eropa. Oleh karena itu, penyelidikan kini melibatkan kerja sama lintas wilayah dan lembaga keamanan (Tuoi Tre News, 2025).
Respons Bank dan Aparat Keamanan
Manajemen bank menyatakan akan bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Mereka juga berjanji meningkatkan sistem keamanan dengan teknologi sensor dan pengawasan tambahan.
Sementara itu, kepolisian setempat terus mengumpulkan bukti dan rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi. Hingga kini, belum ada pelaku yang diumumkan tertangkap secara resmi (AP News, 2025).
Kasus perampokan bank Jerman ini menjadi alarm keras bagi sektor perbankan global. Kejahatan dengan perencanaan matang menunjukkan bahwa sistem keamanan konvensional tidak lagi cukup.
Ikuti perkembangan berita internasional, kriminal, dan investigasi mendalam lainnya hanya di Garap Media. Jangan lewatkan liputan aktual dan analisis terpercaya setiap hari.
Referensi
