Penyakit Jantung Koroner, Penyebab Utama Serangan Jantung

Last Updated: 18 February 2026, 09:45

Bagikan:

penyakit jantung koroner
Foto: Halodoc
Table of Contents

Penyakit jantung koroner merupakan penyebab utama serangan jantung. Ini adalah sebuah kondisi ketika plak (lemak dan kolesterol yang menumpuk bertahun-tahun) di pembuluh darah terlepas dan menyumbat aliran darah menuju jantung.

“Saat jantung tidak mendapatkan aliran darah (atau berkurang), saat inilah seseorang mengalami serangan jantung,” kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Yislam Aljaidi dari Eka Hospital Cibubur.

Tanda dan Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner

Yislam mengatakan sebelum berkembang menjadi penyakit jantung koroner, sebenarnya tubuh sudah memberikan tanda-tanda, seperti hipertensi atau kadar kolesterol yang tinggi.

“Sayangnya, sering kali kondisi ini tidak memberikan gejala-gejala pada tahap awal. Banyak orang mengetahuinya saat kondisinya lebih buruk,” kata Yislam dalam keterangan tertulis.

Skrining Penyakit Jantung Koroner

Untuk mengetahui risiko penyakit jantung dan mencegah serangan jantung, skrining jantung perlu dilakukan. Beberapa jenis skrining yang umumnya direkomendasikan dokter antara lain:

  1. Pemeriksaan Darah: Pemeriksaan darah dapat dilakukan secara rutin untuk menilai risiko penyakit jantung. “Kondisi darah Anda sangat berhubungan dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah,” kata Yislam. Beberapa pemeriksaan darah yang dapat dilakukan meliputi kadar kolesterol, kadar gula darah, tes darah lengkap, fungsi ginjal, dan fungsi hati.
  2. Elektrokardiogram (EKG): EKG adalah pemeriksaan untuk merekam aktivitas listrik jantung. Pemeriksaan ini dapat menunjukkan ada tidaknya gangguan irama jantung. EKG biasanya dapat dilakukan bersamaan dengan treadmill atau sepeda statis (stress-test) untuk menilai kelistrikan jantung saat beraktivitas.
  3. Echo Jantung: Echocardiogram atau USG jantung dilakukan untuk mendapatkan gambaran ukuran dan bentuk jantung. Pemeriksaan ini juga dapat melihat kondisi katup jantung dan aliran darah di jantung.
  4. CT Scan dan MRI Jantung: CT scan jantung bertujuan untuk mendapatkan gambaran jantung lebih detail, termasuk kondisi pembuluh darah besar dan jaringan di sekitarnya. MRI jantung juga menghasilkan gambaran jantung secara jelas.
  5. Calcium Score Jantung: Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui seberapa banyak endapan kalsium di pembuluh darah, guna menilai risiko serangan jantung terkait kondisi jantung.

Mulai Kapan Melakukan Skrining Penyakit Jantung

Yislam mengatakan setiap jenis pemeriksaan dalam skrining jantung mungkin membutuhkan frekuensi yang berbeda-beda, tergantung usia dan faktor risiko. Pada beberapa orang, pemeriksaan mungkin perlu dilakukan 1 tahun sekali begitu menginjak usia 20. Sementara yang lain bisa memulai di usia di atas 35 atau bahkan 45 tahun. Untuk mengetahui waktu yang tepat dan seberapa sering harus melakukan skrining, penting berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung, terutama jika memiliki faktor risiko serangan jantung.

Penutup

Penyakit jantung koroner adalah kondisi serius yang bisa memicu serangan jantung, sehingga deteksi dini melalui skrining rutin penting. Pemeriksaan darah, EKG, echo, CT scan, atau calcium score membantu mengetahui kondisi jantung lebih awal, sementara pola makan sehat, olahraga, dan mengendalikan tekanan darah serta kolesterol berperan besar dalam pencegahan.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar kesehatan jantung, gaya hidup sehat, pencegahan penyakit, skrining medis, kolesterol, hipertensi, olahraga, nutrisi, dan kesehatan tubuh hanya di Garap Media.

Referensi:

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /