Penyakit AMS di Gunung Tinggi: Ancaman Serius yang Sering Diabaikan Pendaki

Last Updated: 17 January 2026, 08:53

Bagikan:

Penyakit AMS Gunung
Mendaki gunung bukan sekadar soal fisik, tapi juga soal kesiapan tubuh menghadapi ketinggian. Penyakit AMS bisa menyerang siapa saja jika aklimatisasi diabaikan. Sumber gambar: Bobobox
Table of Contents

Penyakit AMS atau Acute Mountain Sickness menjadi salah satu risiko kesehatan paling serius dalam aktivitas pendakian gunung. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak mampu beradaptasi dengan cepat terhadap lingkungan berketinggian tinggi yang memiliki kadar oksigen lebih rendah dibandingkan dataran rendah. Di Indonesia, AMS kerap disorot media setelah sejumlah kasus darurat dan kematian pendaki di gunung-gunung tinggi.

AMS umumnya muncul pada ketinggian di atas 2.400 meter di atas permukaan laut. Gejala awalnya sering dianggap ringan dan diabaikan, padahal jika tidak ditangani dengan tepat, penyakit AMS dapat berkembang menjadi kondisi yang mengancam nyawa.

Apa Itu Penyakit AMS?

Pengertian Penyakit AMS

Penyakit AMS adalah gangguan kesehatan akibat penurunan tekanan udara dan kadar oksigen di ketinggian. Tubuh manusia membutuhkan waktu untuk beradaptasi melalui proses aklimatisasi. Ketika proses ini gagal, maka timbul gejala yang dikenal sebagai AMS (MSD Manuals, 2024).

Menurut Cleveland Clinic, AMS merupakan bentuk paling umum dari altitude sickness dan dapat muncul dalam beberapa jam setelah seseorang naik ke dataran tinggi tanpa persiapan yang memadai (Cleveland Clinic, 2023).

Gejala Penyakit AMS yang Perlu Diwaspadai

Gejala Awal Penyakit AMS

Pada tahap awal, penyakit AMS umumnya ditandai dengan sakit kepala, pusing, mual, muntah, kelelahan berlebihan, gangguan tidur, serta menurunnya nafsu makan. Dari berbagai keluhan tersebut, sakit kepala menjadi gejala paling umum dan sering muncul lebih dulu (Kompas.com, 2025).

Tak sedikit pendaki yang menganggap keluhan tersebut sebagai dampak kelelahan fisik semata. Padahal, kondisi ini merupakan sinyal bahwa tubuh kekurangan oksigen dan membutuhkan waktu adaptasi terhadap ketinggian (Detik.com, 2025).

Komplikasi Serius Akibat AMS

Apabila gejala awal tidak ditangani dengan tepat dan pendakian tetap dilanjutkan, AMS berpotensi berkembang menjadi kondisi yang lebih berbahaya. Dua komplikasi serius yang dapat terjadi adalah edema paru ketinggian (HAPE) dan edema otak ketinggian (HACE).

Kedua gangguan tersebut dapat memicu sesak napas berat, kebingungan, gangguan koordinasi, hingga berujung pada kematian jika tidak segera ditangani secara medis (MSD Manuals, 2024).

Penyebab dan Faktor Risiko Penyakit AMS

Penyebab Utama

Penyakit AMS disebabkan oleh naik ke ketinggian tinggi secara terlalu cepat tanpa memberikan waktu bagi tubuh untuk beraklimatisasi. Penurunan kadar oksigen membuat jaringan tubuh, terutama otak, mengalami hipoksia (MedlinePlus, 2023).

Faktor Risiko

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko AMS antara lain pendakian cepat, riwayat AMS sebelumnya, kurang pengalaman di gunung tinggi, serta kebiasaan tinggal di dataran rendah. Kondisi fisik yang prima tidak selalu menjamin seseorang bebas dari AMS (ANTARA News, 2025).

Cara Mencegah Penyakit AMS Saat Mendaki

Strategi Pencegahan Efektif

Pencegahan penyakit AMS dapat dilakukan dengan menaikkan ketinggian secara bertahap, melakukan aklimatisasi, dan tidak memaksakan diri. Disarankan untuk tidak menambah ketinggian lebih dari 300–500 meter per hari di atas 2.400 meter (Cleveland Clinic, 2023).

Tips Praktis bagi Pendaki

Pendaki disarankan untuk cukup minum air, menghindari alkohol dan rokok, serta beristirahat jika muncul gejala awal. Dalam kondisi tertentu, dokter dapat merekomendasikan obat seperti acetazolamide untuk membantu proses aklimatisasi (MSD Manuals, 2024).

Penanganan Jika Gejala AMS Muncul

Jika gejala penyakit AMS mulai terasa, pendaki disarankan untuk segera berhenti naik dan beristirahat di ketinggian tersebut. Apabila kondisi tidak membaik, langkah paling aman adalah turun ke ketinggian yang lebih rendah (Detik.com, 2025).

Pada gejala berat seperti sesak napas atau gangguan kesadaran, evakuasi medis harus segera dilakukan. Penanganan dapat meliputi terapi oksigen dan perawatan medis lanjutan di fasilitas kesehatan.

Penyakit AMS bukan sekadar gangguan ringan, melainkan ancaman serius dalam aktivitas pendakian gunung. Pemahaman yang baik tentang gejala, penyebab, dan pencegahan menjadi kunci keselamatan bagi setiap pendaki.

Untuk informasi kesehatan, keselamatan pendakian, dan berita terkini lainnya, pembaca dapat terus mengikuti artikel-artikel informatif di Garap Media.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /