Jangan Cuma Sikat Gigi! Ini Alasan Wajib Flossing
Pentingnya floss gigi sering kali diremehkan banyak orang dalam rutinitas menjaga kebersihan mulut. Kebanyakan dari kita hanya fokus pada menyikat gigi, padahal flossing memiliki peran besar dalam membersihkan sela-sela gigi yang tidak bisa dijangkau oleh sikat. Akibatnya, sisa makanan, plak, dan bakteri bisa menumpuk dan menimbulkan berbagai masalah, mulai dari bau mulut hingga kerusakan gigi.
Dengan mengetahui pentingnya floss gigi sejak dini, kamu bisa mencegah penyakit mulut dan gigi yang serius. Artikel ini akan membahas secara lengkap manfaat flossing, mitos yang salah kaprah, dan cara floss gigi yang benar. Yuk, simak sampai habis!
Apa Itu Flossing?
Flossing adalah proses membersihkan sela-sela gigi menggunakan benang gigi khusus. Berbeda dengan sikat gigi yang hanya menjangkau permukaan luar dan dalam gigi, flossing mampu membersihkan bagian yang tersembunyi di antara gigi dan di bawah garis gusi. Dengan rutin melakukannya, kita bisa mengurangi risiko terbentuknya plak, karang gigi, dan radang gusi.
Menurut American Dental Association (ADA), flossing setidaknya satu kali sehari sangat disarankan untuk mengangkat partikel makanan dan bakteri yang bisa menyebabkan infeksi gusi dan kerusakan gigi.
Manfaat Utama Flossing Gigi
Mencegah Plak dan Karang Gigi
Plak yang tidak dibersihkan secara tuntas akan mengeras dan berubah menjadi karang gigi (tartar), yang hanya bisa dibersihkan oleh dokter gigi. Flossing mencegah akumulasi plak di tempat-tempat yang tidak bisa dijangkau oleh sikat gigi.
Menjaga Kesehatan Gusi
Bakteri yang tertinggal di sela-sela gigi bisa mengiritasi gusi, menyebabkan pembengkakan, kemerahan, dan bahkan perdarahan. Dengan flossing, gusi tetap sehat dan terhindar dari gingivitis atau radang gusi.
Mengurangi Bau Mulut
Sisa makanan yang membusuk di antara gigi bisa menyebabkan bau mulut. Flossing membantu mengangkat partikel tersebut sehingga nafas tetap segar sepanjang hari.
Mencegah Gigi Berlubang
Kebersihan gigi yang tidak maksimal memungkinkan bakteri berkembang biak dan merusak enamel gigi. Dengan rutin flossing, risiko gigi berlubang akibat bakteri di sela gigi bisa ditekan.
Mitos Seputar Flossing yang Perlu Diluruskan
Flossing Bisa Melukai Gusi
Faktanya, flossing yang dilakukan dengan cara yang benar tidak akan merusak gusi. Justru, jika dilakukan secara rutin dan tepat, flossing memperkuat jaringan gusi dan mengurangi peradangan.
Cukup Sikat Gigi, Tidak Perlu Flossing
Meskipun menyikat gigi penting, namun tanpa flossing, sekitar 35% permukaan gigi tetap kotor. Oleh karena itu, flossing bukan sekadar pelengkap, tapi bagian utama dalam kebersihan mulut.
Flossing Tidak Dibutuhkan oleh Anak-anak
Sejak gigi anak-anak tumbuh berdekatan, flossing sudah bisa dilakukan untuk mencegah masalah di kemudian hari. Tentu dengan pendampingan orang tua dan benang gigi yang aman untuk anak.
Cara Flossing yang Tepat dan Efektif
- Gunakan sekitar 45 cm benang gigi, lilitkan sebagian besar di jari tengah tangan kanan, dan sisanya di tangan kiri.
- Pegang benang dengan kuat, sisakan sekitar 2-3 cm di antara jari.
- Masukkan perlahan ke sela-sela gigi, buat gerakan melengkung membentuk huruf “C” di sekitar sisi gigi.
- Gesek perlahan ke atas dan bawah, jangan menekan gusi terlalu keras.
- Gunakan bagian benang yang bersih untuk setiap sela gigi baru.
Mengetahui pentingnya floss gigi bisa menjadi langkah kecil dengan dampak besar terhadap kesehatan mulutmu. Jangan tunggu sampai gigi bermasalah baru mulai flossing! Jadikan flossing sebagai bagian dari rutinitas harian untuk menjaga senyum tetap sehat dan segar.
Jadi, mulai sekarang, jangan abaikan flossing!
Untuk informasi kesehatan gigi lainnya, baca terus berita seputar gaya hidup dan kesehatan hanya di Garap Media.
Lampiran Referensi
