Penipuan WO Ayu Puspita Terbongkar, Puluhan Korban Rugi Besar
Kasus penipuan WO kembali menjadi sorotan publik setelah puluhan korban melapor ke kepolisian terkait wedding organizer milik Ayu Puspita yang diduga tidak menjalankan layanan sebagaimana dijanjikan. Laporan dari berbagai wilayah menunjukkan pola penipuan serupa sejak April 2025 (Kumparan, 2025).
Situasi semakin memanas setelah sejumlah korban menggeruduk lokasi usaha WO untuk menuntut penjelasan. Aparat kepolisian dari Cipayung hingga Polda Metro Jaya kini turun tangan mengusut kasus yang merugikan banyak pasangan menjelang hari pernikahan mereka (ANTARA News, 2025).
Kronologi Lengkap Penipuan WO
Penggerebekan dan laporan awal (penipuan WO)
Polsek Cipayung merilis kronologi awal bahwa banyak korban mengeluhkan tidak adanya layanan pada hari acara meski pembayaran sudah dilakukan penuh. Beberapa pasangan bahkan baru mengetahui bahwa tim WO tidak muncul pada hari-H setelah ditelepon berkali-kali tanpa respons (ANTARA News, 2025).
Lonjakan korban hingga 87–88 orang
Polda Metro Jaya menyatakan bahwa jumlah korban resmi mencapai 87 hingga 88 orang, dengan kerugian total mencapai ratusan juta rupiah. Laporan masuk dari berbagai kecamatan, dan pola penipuan terlihat konsisten sejak beberapa bulan sebelumnya (Kumparan, 2025; DetikNews, 2025).
Pemeriksaan Polisi dan Bukti Pelanggaran
Penyidikan berlanjut di Polda Metro Jaya
Penyidik memeriksa Ayu Puspita sebagai pemilik WO beserta sejumlah staf yang terlibat dalam operasional. Polda menyatakan bahwa penetapan tersangka akan dilakukan setelah gelar perkara selesai dan alat bukti dianggap mencukupi (MetroTV News, 2025).
Bukti kwitansi, kontrak, dan komunikasi
Para korban melampirkan bukti berupa kwitansi pembayaran, perjanjian layanan, hingga chat konfirmasi yang tidak sesuai realisasi. Bukti-bukti ini menjadi elemen kunci untuk menguatkan laporan dugaan tindak pidana penipuan (DetikNews, 2025).
Dampak Besar Penipuan WO bagi Korban
Kerugian materil dan mental
Selain kerugian finansial, para korban mengaku mengalami tekanan mental karena acara pernikahan yang sudah direncanakan jauh hari harus dibatalkan atau diadakan secara darurat. Sebagian korban menghadapi kerugian belasan hingga puluhan juta Rupiah (Okezone News, 2025).
Laporan lanjutan di Polres Jakut
Selain di wilayah Cipayung dan Jaktim, laporan tambahan juga masuk ke Polres Jakut dengan jumlah korban mencapai lebih dari 80 orang. Temuan ini memperkuat kemungkinan bahwa modus dilakukan secara sistematis dalam kurun waktu panjang (ANTARA News, 2025).
Rekomendasi Pencegahan Penipuan WO
- Gunakan kontrak tertulis yang detail dan mengikat secara hukum.
- Hindari pembayaran penuh sebelum hari pelaksanaan.
- Pastikan WO memiliki portofolio jelas dan ulasan kredibel.
- Laporkan segera bila ditemukan ketidaksesuaian layanan.
Kasus penipuan WO ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar selalu waspada sebelum melakukan pembayaran jasa acara, terlebih yang berkaitan dengan momen besar seperti pernikahan. Verifikasi reputasi penyedia layanan perlu dilakukan secara menyeluruh.
Simak berita update dan liputan investigatif lainnya di Garap Media untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap dan terpercaya dalam mengantisipasi kasus-kasus serupa.
Referensi
