Penampakan Hiu Oranye Langka di Costa Rica Bikin Ilmuwan Terkejut: Fenomena Genetik Pertama di Dunia
Penemuan mengejutkan datang dari perairan dekat Taman Nasional Tortuguero, Costa Rica, ketika seekor hiu berwarna oranye terang tertangkap oleh nelayan lokal. Spesies yang diketahui sebagai Nurse Shark (Ginglymostoma cirratum) ini menampilkan warna yang tidak biasa dan belum pernah tercatat sebelumnya di dunia. (IFLScience, 2025)
Para peneliti menduga bahwa warna cerah tersebut disebabkan oleh kondisi genetik langka yang disebut xanthism, yang menyebabkan dominasi pigmen kuning hingga oranye pada kulit hewan. Fenomena ini menjadi perhatian ilmuwan kelautan karena merupakan kasus pertama yang terdokumentasi pada spesies hiu jenis ini. (Live Science, 2025)
Asal Usul dan Ciri Hiu Oranye
Fenomena Xanthism pada Hiu Oranye
Menurut laporan ilmiah yang diterbitkan di jurnal Marine Biodiversity, warna oranye terang pada hiu tersebut terjadi akibat xanthism, kondisi genetik yang memicu produksi berlebih pigmen kuning (karotenoid). (National Geographic, 2025)
Dalam kasus ini, hiu juga memiliki mata berwarna putih, yang mengindikasikan kemungkinan adanya albinisme parsial. Kombinasi dua kondisi langka ini, xanthism dan albinisme, membuat hiu tersebut semakin unik dan jarang ditemukan di alam bebas. (Live Science, 2025)
Proses Penemuan di Perairan Costa Rica
Penemuan hiu oranye ini terjadi secara tidak sengaja oleh pemancing lokal yang sedang beraktivitas di lepas pantai Tortuguero. Hiu sepanjang dua meter itu sempat difoto sebelum akhirnya dilepaskan kembali ke laut. Para ahli kemudian meneliti foto dan sampel visual untuk memastikan kondisi genetik yang dimiliki hiu tersebut. (IFLScience, 2025)
Hasil analisis awal menyebutkan bahwa pigmen oranye ini muncul karena mutasi genetik yang menghambat pembentukan pigmen gelap, membuat warna terang tampak dominan di kulit hiu. (National Geographic, 2025)
Dampak Penemuan Hiu Oranye terhadap Dunia Ilmiah
Kontribusi terhadap Ilmu Genetika Laut
Penemuan hiu oranye ini menjadi tonggak penting dalam penelitian genetika laut. Kasus seperti ini menunjukkan bahwa keanekaragaman genetik di laut jauh lebih kompleks daripada yang selama ini dipahami. Para peneliti kini tengah menelusuri apakah kondisi serupa juga dapat ditemukan pada spesies hiu lain di wilayah Karibia. (Live Science, 2025)
Implikasi untuk Konservasi Laut
Dengan munculnya fenomena langka seperti hiu oranye, ilmuwan mengingatkan pentingnya konservasi habitat laut. Perubahan genetik seperti xanthism dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk kondisi lingkungan, suhu air, dan pencemaran laut. Oleh karena itu, penemuan ini sekaligus menjadi peringatan bagi manusia untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut. (National Geographic, 2025)
Reaksi Komunitas Ilmiah
Banyak ilmuwan kelautan menyambut penemuan ini sebagai bukti bahwa masih banyak misteri laut yang belum terungkap. Beberapa ahli bahkan menyebut hiu oranye ini sebagai salah satu penemuan paling menarik dalam dekade terakhir di bidang zoologi kelautan. (IFLScience, 2025)
Media internasional pun menyoroti temuan ini sebagai “fenomena alam yang menakjubkan sekaligus bukti evolusi warna alami pada predator laut”. (Live Science, 2025)
Fenomena hiu oranye langka di Costa Rica bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga membuka jendela baru bagi penelitian ilmiah tentang genetika laut. Warna cerahnya menjadi simbol keanekaragaman dan misteri yang masih tersembunyi di kedalaman samudra.
Untuk mengikuti berita penemuan laut dan sains lainnya, kunjungi Garap Media dan baca artikel‑artikel terbaru kami tentang eksplorasi alam, bioteknologi, dan kehidupan bawah laut.
Referensi:
