Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menyiapkan bantuan pangan berupa dua ton rendang untuk membantu korban bencana alam di tiga provinsi di Pulau Sumatera. Bantuan ini ditujukan bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat.
Rendang dipilih karena dikenal sebagai makanan khas Minangkabau yang tahan lama dan bernilai gizi tinggi, sehingga dinilai efektif sebagai logistik pangan dalam situasi darurat bencana (KompasTV, 2025).
Rendang Bantuan Bencana dari Sumatera Barat
Alasan Pemilihan Rendang sebagai Bantuan
Program rendang bantuan bencana ini merupakan bentuk solidaritas Pemprov Sumbar terhadap daerah-daerah terdampak bencana. Rendang dipilih karena mampu bertahan lama tanpa bahan pengawet serta dapat langsung dikonsumsi oleh korban bencana di pengungsian (ANTARA News, 2025).
Selain itu, rendang mengandung protein hewani dari daging sapi yang penting untuk menjaga stamina dan kesehatan para penyintas bencana, terutama anak-anak dan lansia.
Proses Produksi Rendang Massal
Proses memasak rendang dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan organisasi perempuan seperti PKK dan unsur masyarakat lainnya. Produksi dilakukan dalam jumlah besar agar dapat memenuhi kebutuhan logistik bagi ribuan korban bencana di berbagai daerah (ANTARA News, 2025).
Kegiatan memasak rendang ini juga menjadi simbol kepedulian sosial masyarakat Sumatera Barat dalam membantu sesama yang terdampak musibah alam.
Distribusi ke Tiga Provinsi Terdampak
Bantuan rendang dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dipastikan dikirim pada Senin, 22 Desember 2025. Bantuan tersebut disalurkan kepada korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui koordinasi pemerintah daerah dan jaringan logistik kebencanaan (Kompas, 2025).
Proses produksi rendang dilakukan secara bertahap dengan kapasitas memasak hingga 500 kilogram per hari. Target produksi ditetapkan sebanyak dua ton rendang. Kegiatan memasak dipusatkan di pekarangan kediaman Gubernur Sumatera Barat dan melibatkan ibu-ibu dari lintas organisasi perempuan sebagai bentuk gotong royong dan solidaritas sosial (Kompas, 2025).
Rendang yang telah matang kemudian dikemas agar aman dan mudah didistribusikan. Setelah itu, bantuan dikirim ke lokasi-lokasi terdampak bencana sesuai kebutuhan di lapangan (Kompas, 2025).
Respons Masyarakat dan Nilai Solidaritas
Langkah Pemprov Sumbar ini mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak warga menilai inisiatif rendang bantuan bencana sebagai bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah sekaligus pelestarian kearifan lokal dalam penanganan bencana.
Tidak hanya pemerintah, partisipasi masyarakat juga terlihat melalui donasi bahan baku dan dukungan logistik untuk mempercepat proses produksi rendang.
Program rendang bantuan bencana dari Pemprov Sumatera Barat menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya bergantung pada bantuan instan, tetapi juga kreativitas dan kearifan lokal. Rendang menjadi simbol solidaritas dan ketahanan pangan di tengah situasi darurat.
Ikuti terus perkembangan berita kebencanaan dan kebijakan daerah lainnya hanya di Garap Media. Baca berita terbaru dan terpercaya agar tetap mendapatkan informasi aktual dari berbagai daerah di Indonesia.
Referensi
