Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya mengambil langkah tegas dengan membongkar tiang monorel mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Struktur beton yang telah berdiri lebih dari satu dekade itu dinilai mengganggu estetika kota serta fungsi jalan protokol.
Pembongkaran ini menjadi bagian dari program penataan kawasan Kuningan yang menyeluruh. Selain menghilangkan simbol proyek mangkrak, Pemprov DKI juga menargetkan perbaikan trotoar dan badan jalan agar lebih ramah bagi pengguna jalan.
Anggaran Rp100 Miliar untuk Bongkar Tiang Monorel Rasuna Said
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 miliar dari APBD untuk membongkar tiang monorel Rasuna Said yang mangkrak. Dana tersebut mencakup proses pembongkaran sekaligus penataan ulang jalan dan trotoar di kawasan tersebut (ANTARA News, 2026).
Menurut Pemprov DKI, pembongkaran akan dilakukan secara bertahap dengan fokus utama pada ruas Jalan HR Rasuna Said sepanjang kurang lebih 3,5 kilometer. Total terdapat sekitar 98 tiang beton yang akan dibongkar satu per satu.
Dikerjakan Malam Hari, Jalan Tetap Dibuka
Agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat, pembongkaran tiang monorel Rasuna Said dilakukan pada malam hari. Pemerintah memastikan tidak ada penutupan jalan utama selama proses berlangsung, sehingga arus lalu lintas tetap berjalan normal (ANTARA News, 2026).
Langkah ini diambil mengingat Jalan HR Rasuna Said merupakan salah satu jalur vital di Jakarta Selatan yang menghubungkan kawasan perkantoran dan pusat bisnis. Pengaturan lalu lintas juga disiapkan untuk meminimalkan potensi kemacetan.
Penataan Ulang Kawasan Kuningan
Setelah pembongkaran selesai, Pemprov DKI akan melakukan penataan ulang kawasan Kuningan, khususnya di sisi timur Jalan Rasuna Said. Trotoar akan diperlebar, dirapikan, dan disesuaikan dengan standar kawasan modern seperti di sisi barat jalan tersebut (ANTARA News, 2026).
Penataan ini diharapkan meningkatkan kenyamanan pejalan kaki serta memperbaiki citra kawasan Kuningan sebagai pusat bisnis dan perkantoran. Pemerintah menargetkan kawasan tersebut menjadi lebih tertata, aman, dan estetis.
Target Penyelesaian dan Dampak Jangka Panjang
Pembongkaran tiang monorel Rasuna Said ditargetkan rampung dalam waktu sekitar tiga bulan. Proses ini akan terus dievaluasi agar berjalan sesuai rencana dan tetap mengutamakan keselamatan pekerja maupun pengguna jalan.
Dalam jangka panjang, pembongkaran ini diharapkan menjadi titik awal penataan ulang infrastruktur kota Jakarta. Selain menghilangkan proyek mangkrak, langkah ini juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam menciptakan ruang kota yang lebih tertib dan manusiawi.
Pembongkaran tiang monorel Rasuna Said menjadi simbol penutupan bab lama proyek transportasi yang tak kunjung terealisasi. Dengan dukungan anggaran besar dan perencanaan matang, Pemprov DKI berupaya mengembalikan fungsi optimal kawasan jalan protokol tersebut.
Ikuti terus perkembangan berita infrastruktur, kebijakan publik, dan penataan kota lainnya hanya di Garap Media agar tidak ketinggalan informasi penting seputar Jakarta dan daerah lain.
Referensi
