John Heitinga resmi dipecat sebagai pelatih Ajax. Keputusan ini diambil oleh klub setelah awal musim yang sangat mengecewakan.
Direktur Teknik Ajax, Alex Kroes, menyebut ini sebagai keputusan yang menyakitkan, tetapi manajemen menyimpulkan bahwa penggantian pelatih adalah hal terbaik untuk klub.
Bersamaan dengan Heitinga, asisten pelatih Marcel Keizer juga harus segera meninggalkan posisinya.
Alasan Pemecatan
Pemecatan Heitinga didasarkan pada dua faktor , yaitu hasil buruk di Liga Champions dan penampilan yang tidak meyakinkan di Eredivisie:
Liga Champions
Kinerja Ajax di Liga Champions musim ini berada di bawah kepemimpinan Heitinga dinilai sangat buruk.
Setelah kekalahan telak dari Internazionale, Olympique Marseille (4-0), Chelsea (5-1), dan Galatasaray (0-3), Ajax berada di dasar klasemen dengan nol poin dan selisih gol 1-14.
Kekalahan terakhir melawan Galatasaray dianggap sebagai pemicu utama pemecatan tersebut. Kegagalan ini membuat Ajax secara tidak resmi tersingkir di tengah jalan.
Kegagalan di Eradivisie
Di liga domestik, Ajax masih menempati posisi keempat setelah 11 pertandingan, klub telah kehilangan poin di enam dari sebelas pertandingan pertama, dan tertinggal delapan poin di belakang Feyenoord dan PSV.
Menurut Alex Kroes, manajemen melihat terlalu sedikit perkembangan dan poin yang hilang secara tidak perlu.
Profil Singkat
John Heitinga (41) memiliki ikatan kuat dengan Ajax, ia bermain di tim utama sebanyak 218 pertandingan dan memenangkan dua gelar liga.
Ia ditunjuk sebagai pelatih kepala permanen menggantikan Francesco Farioli. Sebelumnya, ia sempat menjabat sebagai interim-coach pada Januari 2023 setelah pemecatan Alfred Schreuder.
Namun, manajemen memilih untuk tidak mempertahankannya saat itu, dan Heitinga sempat menjadi asisten pelatih di luar negeri sebelum kembali menjadi pelatih kepala Ajax.
Langkah Selanjutnya
Menanggapi pemecatan ini, Direktur Teknik Alex Kroes mengakui bahwa manajemen telah memberikan waktu kepada Heitinga untuk bekerja dengan tim yang mengalami perubahan, namun menyimpulkan bahwa ini yang terbaik bagi klub.
Fred Grim, yang baru direkrut ke staf teknis bulan lalu, akan mengambil alih tugas Heitinga untuk sementara waktu dimana Grim akan mendampingi tim pada pertandingan Eredivisie melawan FC Utrecht pada hari Minggu(9/11).
Setelah jeda internasional, klub memiliki waktu untuk mencari pelatih baru. Kroes telah berbicara dengan Erik ten Hag, meskipun belum jelas apakah hal tersebut merupakan pilihan dan masih sebatas rumor.
Bersamaan dengan pemecatan Heitinga, Alex Kroes juga telah menyerahkan posisinya. Namun, terdapat desakan untuk tetap menjabat sementara waktu.
Kontrak Kroes berakhir pada akhir musim, tetapi ia akan menyerahkan pekerjaannya jika klub berhasil merekrut Direktur Teknik baru lebih cepat.
Baca Juga : Kisah Mitologi: Ajax Pahlawan Terkuat Kedua Perang Troya
Penutup
Tugas sulit Fred Grim dan manajemen sekarang adalah menemukan kembali performa dan kepercayaan yang dibutuhkan untuk mengeluarkan Ajax dari posisi sulit di liga Domestik dan Eropa.
Untuk memahami lebih jauh dinamika sepak bola Eropa dan pasar transfer, terus ikuti berita dan analisis menarik lainnya di Garapmedia.com
Referensi
- nu.nl(2025) : Ajax ontslaat trainer John Heitinga na belabberde seizoenstart.
- volkskrant.nl(2025) : Het publiek is wel een beetje klaar met Ajax na verlies van Galatasaray (0-3)
- nos.nl(2025) : Ajax ontslaat trainer Heitinga, technisch directeur Kroes stelt functie beschikbaar
