PDIP Pecat Anggota DPRD Gorontalo Usai Video Kontroversial

Last Updated: 20 September 2025, 21:39

Bagikan:

Momen saat nama Wahyudin Moridu jadi sorotan publik, usai video kontroversial beredar luas. Sumber Gambar: Radar Solo
Table of Contents

PDIP Pecat Anggota DPRD Gorontalo Usai Video Kontroversial

Publik Gorontalo dihebohkan dengan viralnya video seorang anggota DPRD yang menyebut akan “merampok uang negara.” Ucapan tersebut menuai kecaman luas dan membuat partai politik tempatnya bernaung, PDIP, mengambil langkah tegas. Pemecatan pun dilakukan untuk menjaga marwah partai dan kepercayaan publik.


Latar Belakang Kasus

Kasus ini bermula dari unggahan video yang menampilkan anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Wahyudin Moridu, mengucapkan niat akan “merampok uang negara.” Dalam video tersebut, ia berdalih bahwa tindakannya adalah bentuk perlawanan karena merasa negara telah memiskinkan rakyat.

Tak lama, video itu viral di media sosial dan memicu kemarahan netizen. Kritik datang dari berbagai lapisan masyarakat yang menilai ucapan itu melecehkan institusi pemerintahan serta mencederai etika seorang wakil rakyat.


Respons Partai PDIP

Menyadari dampak serius dari kasus ini, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP segera memproses laporan yang dikirimkan oleh DPD dan DPRD Gorontalo. Komite Etik dan Disiplin PDIP menilai bahwa tindakan Wahyudin melanggar kode etik partai dan merugikan citra PDIP di mata publik.

Hasilnya, PDIP resmi mengeluarkan surat pemecatan. Selain itu, partai juga mempersiapkan Pergantian Antar Waktu (PAW) untuk mengisi kursi DPRD yang ditinggalkan. Langkah cepat ini dianggap sebagai bukti bahwa PDIP serius menjaga integritas kadernya.


Reaksi Publik dan Media

Masyarakat menyambut positif keputusan pemecatan ini. Banyak warganet menilai tindakan PDIP sebagai bentuk akuntabilitas politik yang patut diapresiasi. Namun, ada pula yang mengingatkan agar partai lebih ketat dalam melakukan seleksi calon anggota legislatif sejak awal.

Media lokal dan nasional pun ramai memberitakan kasus ini. Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bahwa sikap dan ucapan pejabat publik bisa berdampak langsung pada karier politiknya.


Dampak untuk Dunia Politik

Kasus ini membuka diskusi lebih luas mengenai etika politik di Indonesia. Pemecatan Wahyudin Moridu dianggap sebagai sinyal bahwa partai politik tidak segan mengambil tindakan tegas terhadap kader yang mencoreng nama partai.

Di sisi lain, kejadian ini menegaskan pentingnya pendidikan politik bagi calon anggota dewan agar mampu menjaga sikap, baik di ruang publik maupun di media sosial. Masyarakat kini semakin kritis, sehingga setiap pernyataan pejabat publik akan selalu berada dalam sorotan.


Kasus pemecatan anggota DPRD Gorontalo ini menjadi pengingat bahwa seorang wakil rakyat harus berhati-hati dalam berbicara, apalagi di era media sosial yang serba cepat. Langkah tegas PDIP bisa menjadi contoh bagi partai lain untuk menegakkan disiplin internal.

Ikuti terus berita politik terkini dan analisis mendalam hanya di Garap Media agar tidak ketinggalan informasi penting lainnya.

Lampiran Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /