PBNU Resmi Tetapkan 1 Rajab 1447 H Jatuh 22 Desember 2025, Ini Dasar dan Dampaknya

Last Updated: 21 December 2025, 21:32

Bagikan:

1 Rajab 1447 Hijriah
Penetapan 1 Rajab 1447 H menjadi penanda penting dimulainya bulan mulia yang sarat makna spiritual bagi umat Islam di Indonesia. Sumber gambar: Ahlulbait Indonesia
Table of Contents

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Falakiyah PBNU resmi menetapkan 1 Rajab 1447 Hijriah jatuh pada Senin, 22 Desember 2025. Keputusan ini diambil setelah rukyatul hilal awal Rajab tidak berhasil melihat hilal di sejumlah titik pemantauan di Indonesia (NU Online, 2025).

Penetapan awal Rajab menjadi perhatian umat Islam karena berkaitan langsung dengan waktu ibadah. Rajab merupakan salah satu bulan mulia dalam kalender Hijriah. Bulan ini sering dimanfaatkan untuk meningkatkan ibadah sunnah dan persiapan spiritual menuju Ramadhan.

Penetapan 1 Rajab 1447 H oleh PBNU

Dasar Penetapan Melalui Istikmal

Lembaga Falakiyah PBNU menjelaskan bahwa rukyatul hilal dilakukan pada 29 Jumadal Akhirah 1447 H. Tanggal tersebut bertepatan dengan 20 Desember 2025 M. Dari seluruh lokasi pemantauan, hilal tidak berhasil terlihat. Karena itu, PBNU menetapkan awal Rajab dengan metode istikmal atau penggenapan umur bulan menjadi 30 hari (NU Online, 2025).

Dengan penetapan tersebut, malam 1 Rajab 1447 H dimulai pada Minggu malam, 21 Desember 2025. Sementara itu, siang harinya jatuh pada Senin, 22 Desember 2025.

ABI Juga Tetapkan 1 Rajab 1447 H pada 22 Desember

Selain PBNU, Dewan Syura Ahlulbait Indonesia (ABI) juga menetapkan 1 Rajab 1447 H jatuh pada Senin, 22 Desember 2025. Keputusan tersebut diumumkan secara resmi oleh ABI. Penetapan ini didasarkan pada metode hisab dan rukyat yang digunakan lembaga tersebut (Ahlulbait Indonesia, 2025).

Kesamaan tanggal penetapan antara PBNU dan ABI menunjukkan adanya kesesuaian hasil perhitungan. Hal ini juga mencerminkan kecocokan hasil observasi hilal. Meski begitu, masing-masing lembaga tetap memiliki metodologi falak yang berbeda.

Perbedaan Metode Penetapan Kalender Hijriah

Meski PBNU dan ABI sepakat menetapkan 1 Rajab pada 22 Desember 2025, sejumlah kalender Hijriah berbasis hisab mencantumkan prediksi tanggal yang berbeda. Media nasional mencatat bahwa perbedaan ini kerap terjadi karena adanya variasi metode penentuan awal bulan, baik berbasis rukyat maupun hisab astronomis (NTVNews, 2025).

Perbedaan tersebut dipandang sebagai dinamika yang lazim dalam penetapan kalender Islam dan tidak mengganggu substansi ibadah umat Islam.

Jadwal Puasa dan Amalan Bulan Rajab

Bulan Rajab dikenal sebagai momentum untuk memperbanyak ibadah sunnah. Sejumlah media nasional mencatat bahwa puasa Rajab, puasa Ayyamul Bidh, serta amalan dzikir dan sedekah menjadi ibadah yang banyak dilakukan umat Islam pada bulan ini (DataIndonesia.id, 2025).

Selain itu, kalender Rajab 1447 H juga memuat jadwal amalan sunnah dan hari-hari utama yang sering dijadikan rujukan umat Islam dalam menjalankan ibadah harian (Tirto.id, 2025).

Penetapan 1 Rajab 1447 H jatuh pada Senin, 22 Desember 2025 oleh PBNU, serta kesesuaian dengan keputusan ABI, memberikan kepastian bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah dan amalan sunnah di bulan Rajab.

Untuk informasi terkini seputar kalender Hijriah, jadwal ibadah, dan isu keislaman lainnya, pembaca dapat terus mengikuti berita terbaru di Garap Media dan berbagai media terpercaya.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /