Jangan pernah lelah mencoba. Hasil tak akan mengkhianati usaha. Inilah yang terjadi pada Paul Thomas Anderson dalam malam puncak Piala Oscar 2026 di Dolby Theatre Hollywood, Los Angeles, AS, Minggu (15/3/2026) waktu Amerika Serikat. Setelah 14 kali dinominasikan, Paul Thomas akhirnya menggenggam Piala Oscar pertama untuk kategori Penulis Skenario Terbaik lewat film One Battle After Another.
Kala namanya disebut lalu naik ke panggung, Paul Thomas Anderson tak dapat menutupi rasa bahagia. Menang Piala Oscar bukan tujuan akhir bagi seniman, namun kemenangan ini dicatat dengan tinta emas sebagai bagian dari sejarah sinema dunia.
Pidato dan Dedikasi Paul Thomas Anderson
“Saya merasa terhormat jadi bagian dari sejarah ini,” katanya.
“Saya menulis film ini untuk anak-anak saya sebagai permintaan maaf atas kekacauan rumah tangga, tapi semoga mereka kelak jadi generasi yang membawa akal sehat dan kesopanan.”
Tak ingin menjadi kacang lupa kulit, Paul Thomas menyadari One Battle After Another diadaptasi dari novel Vineland karya Thomas Pynchon yang dirilis pada 1990. Paul Thomas merasa punya utang budi pada Thomas Pynchon.
“Ini adaptasi, jadi saya berutang budi sangat besar kepada Thomas Pynchon,” ucapnya.
“Setiap penulis tahu bahwa Anda harus minta maaf atau ucapan terima kasih khusus Anda sebenarnya ditujukan kepada keluarga dan orang-orang yang tinggal serumah dengan Anda, yang telah sabar menghadapi apa artinya hidup bersama seorang penulis,” Paul Thomas Anderson menyambung.
Persaingan Kategori Penulis Skenario Adaptasi Terbaik
Selain dinominasikan untuk Penulis Skenario Adaptasi Terbaik, Paul Thomas masuk bursa Sutradara Terbaik. Karena menjabat juga sebagai produser, maka namanya tercantum sebagai nomine Film Terbaik. Dalam kategori Penulis Skenario Adaptasi Terbaik, Paul Thomas Anderson bersaing dengan Will Tracy (Bugonia), Guillermo del Toro (Frankenstein), Chloé Zhao dan Maggie O’Farrell (Hamnet), serta Clint Bentley dan Greg Kwedar (Train Dreams).
One Battle After Another dan 13 Nominasi Oscar Paul Thomas Anderson
One Battle After Another meraih total 13 nominasi Piala Oscar. Saat ini, film tersebut telah memenangkan tiga Oscar: Penulis Skenario Adaptasi, Pemeran Pendukung Pria (Sean Penn), dan Penata Peran Terbaik. Paul Thomas sendiri pertama kali masuk daftar nominasi Piala Oscar lewat film Boogie Nights pada 1998, dengan nominasi Penulis Skenario Asli Terbaik.
Insiden Licorice Pizza
Kala itu, Paul Thomas dikalahkan oleh Matt Damon dan Ben Affleck yang menulis naskah film Good Will Hunting. Sebelum One Battle After Another, Paul Thomas terakhir kali dinominasikan empat tahun silam. Pada 2022, ia mendapat tiga nominasi Piala Oscar kategori Penulis Naskah Asli, Sutradara, dan Film Terbaik lewat Licorice Pizza. Sayangnya, tidak ada satupun yang dimenangkannya.
Penutup
Kemenangan Paul Thomas untuk Penulis Skenario Adaptasi membuktikan bahwa dedikasi dan konsistensi dalam berkarya akhirnya membuahkan hasil. Perjalanan panjang hingga 14 kali nominasi menunjukkan kerja keras yang diakui secara internasional.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar film, hollywood, selebriti, award, perfilman, sutradara, aktor, naskah, novel, adaptasi, dan sinema hanya di Garap Media.
Referensi:
- Liputan6. (2026). Paul Thomas Anderson Menang Piala Oscar Setelah 14 Kali Nominasi, Minta Maaf ke Anak di Panggung. Retrieved from https://www.liputan6.com/showbiz/read/6298672/paul-thomas-anderson-menang-piala-oscar-setelah-14-kali-nominasi-minta-maaf-ke-anak-di-panggung
